
Aku Tika, aku berasal dari keluarga sederhana dan aku lahir di Bantul. Yang tadinya sudah direncanakan oleh orangtuaku agar aku dilahirkan di Jakarta. Ya, Bapakku asli orang Bantul dan ibukku berasal dari Jakarta. Tapi, nenekku di Bantul ingin melihat cucunya langsung karena dia sudah sakit-sakitan. Bukan sakit parah memang, hanya saja tubuhnya sudah tidak berdaya dan hanya bisa tiduran di ranjang. Maka dari itu aku dilahirkan di Bantul. Dan setelah aku lahir selang seminggu nenekku meninggal dunia. Ternyata itu permintaan terakhirnya agar bisa melihat cucu pertamanya.
Jogja di pagi hari memang sangat sejuk sekali,sampai pancaran sinar matahari saja masuk kedalam kamarku pun tak terasa panas. Aku melihat jam dinding yang tidak tertempel di dinding ternyata sudah menunjukkan pukul 06.45 WIB.
Tanpa mandi hanya cuci muka dan gosok gigi aku terburu2 memakai seragamku . Untungnya seragam sekolahku sudah aku setrika tadi malam dan saking terburu-burunya kancing seragamku tidak sesuai dengan pasangannya.
"Yaaa mungkin si kancing tau kalau yang punya seragam belum ada pasangannya" Batinku kesal sambil membenarkan kancing seragamku dan memakai parfum sebanyak mungkin agar badan tidak terlalu bau.
Sangat menjijikan memang apalagi aku anak perempuan. Pantas saja jodohku belum turun karena tahu kalau aku jarang mandi. Jam segini pun aku masih saja santai-santai sampai ibuku berteriak beberapa kali, agar aku cepat untuk berangkat ke sekolah. Karena hari ini juga aku ujian akhir semester yang biasa disebut UAS dan aku sudah kelas XII di salah satu SMK Negeri daerah Bantul tepatnya. Makannya ibuku nyuruh aku cepat agar tidak terlambat mengikuti ujian.
__ADS_1
Bukan seperti keluarga lainnya yang selalu sarapan sebelum berangkat sekolah, kerja, atau melakukan kegiatan lainnya. Tapi, keluargaku memang tidak biasa sarapan pagi.Walau itupun hanya sesendok bubur .
"Tikaaaaa.... Lama banget ngapain aja sih, ini udah jam berapa? Udah tau baru ujian malah santai-santai aja" Teriak ibuku dengan penuh kesal
"kok aku aku tadi gak dibangunin si buk" kesalku kepada ibukku walau memang sebenarnya yang salah memang aku hahaha.
"kamunya aja yang nggak denger , udah dibangunin beberapa kali juga masih aja nikmatin mimpimu ditambah liurmu tumpah terus tadi, yaudah sana gih berangkat udah telat banget ni untung masuk jam 08.00". Langsung aku pamit ke ibukku dan juga bapakku, karena adekku libur hari ini jadi aku gak pamitan sama dia.
.
__ADS_1
.
Murid-murid mulai berhamburan masuk ke kelas masing-masing. Dengan tergesa-gesa aku masuk ke kelasku. Namun dengan kaget kelasku tidak ada siapa2. Aku mencoba menelfon salah satu temanku pun tidak diangkatnya.
"kok gak ada siapa-siapa ini gimana? Aku gak salah kelas kan?" Gumamku dan masih berfikir apa kelas hari ini libur apa memang kelasku pindah. Sambil berfikir dan terus mengingat-ingat diatas kursi yang masi banyak butiran debu itu. Karena pasti setelah dipakai kelas lain selalu tidak dibersihkan.
"Astagfirullah, sekarang itu ujian matematika dikelas komputer, " Karena seingatku ujian tengah semester masih layaknya jaman SD dulu yang belum memakai komputer dan masih tulis tangan.Dengan sigap aku langsung lari melebihi pemain sepak bola. Kunaiki tangga demi tangga sambil berlari sampai aku hampir terjatuh.
"Memang berjuang tidak semudah mengepalkan tangan" Gerutuku.
__ADS_1
Masi terus lanjut yaaa, tunggu episode selanjutnya . Maaf masi belajar jadi maklum kalau masih ada banyak kekeliruan.😂