Cinta Bukan Hanya Kata

Cinta Bukan Hanya Kata
Akhirnya


__ADS_3

"Tante Novi, besok riasin aku pas hari wisuda ya hehe". Ku kirim pesan malam harinya.


"Ohh udah wisuda nihh, oke deh ready mau jamber (jam berapa) besok Ka?". Tanteku satu ini memang gaul betul dalam bahasa sampai - sampai aku kalah Hahaha..


"Hehe iya Tante, jam 05.30 aja Tante, biar nggak keburu besoknya". Lama Tanteku membalas aku pun tertidur.


Pagi hari sebelum kelulusan


Terlihat langit cerah hari ini, sesuai dengan keinginanku yang berharap agar hari ini cerah karena hari ini adalah hari yang spesial bagiku.


"Nanti langsung datang kerumah aja ya Ka". Whatsapp dari Tanteku paginya.


"Ok siap Tante, aku juga udah otw ke rumah Tante nih". Balasku sambil berjalan ditemani ibuku.

__ADS_1


"Wahhh mbakyu adi arep neng ndi iki? (Wahhh mbak sama adek mau kemana nih? ) ". Sapa tetanggaku yang lewat dijalan yang sama kepadaku dan ibuku. Sering dijuluki kakak adek karna aku lebih tinggi dari ibuku.


"Hahaha arep ngeterke anakku dandan ki, arep wisuda soale(Hahaha mau nganterin anakku dandan nih, mau wisuda soalnya)


" Wahhh yo gek lulus gek rabi (Wahhh ya cepat lulus terus nikah) Hahaha". Kata tetanggaku yang ceplas ceplos ini kalau ngomong. Dan dibalas ibuku biar kerja dulu katanya.


Tok tok tok


"Assalamualaikum, kulo nuwun Tante Novi (Assalamualaikum, permisi Tante Novi)".


"Hehe ini sama ibuku Tan, maaf ya Tan ngrepotin jadinya. Soale nek neng salon sering kelamaan (Soalnya kalau disalon sering kelamaan) hehehe".


"Ohh Mbak Ari, wahhh jian mbakyu adi po ibu anak iki Hahaha (Wahhh Mbak adek apa ibu anak ini Hahaha)". Kata tanteku yang sama halnya dengan salah satu tetanggaku tadi yang mengira aku dan ibuku kakak adek. Padahal mah kita ibuk dan anak. Memang bisa dibilang ibuku awet muda sih, uban(rambut putih) aja belum ada umurnya juga masih 37 tahun. Karena Bapak dan Ibukku nikah muda.

__ADS_1


Tubuhku yang ramping dan tinggi sangat cocok memakai kebaya ibuku. Berwarna hitam pekat serta ditambah bunga kain berwarna emas. Dan bawahan berwarna coklat emas pula. Ditambah riasan kepala yang indah dari Tanteku yang menambah pesona bagi diriku Ehe. Berhubung aku orangnya tidak suka sepatu heels, tapi disuruh coba untuk pakai heels biar syantik kata tanteku. Tapi kan emang dasarnya aku ini udah syantik sih Hehehe.


"Wahhh profil masnya ganteng tuh, ciee siapa ini Ka, Wahhh ki Bu Ari arep due mantu ki Hahaha... (Wahhh ini Bu Ari mau punya mantu nih Hahaha...)". Kata tetanggaku yang mengagetkanku ketika aku sedang dirias dan kebetulan ponselku juga menyala, dan tetanggaku yang juga meriaskan anaknya


melihat ponselku. Duhhh kok bisa lupa sih nggak ganti profil diponselku. Batinku Malunyaaa.


"Hahaha... haiyo bar e wisuda ngko rasah dibusak wae make up e gek sisan ke(Laiya habis wisuda nanti nggak usah dihapus make upnya terus sekalian aja)". Kata tanteku sambil menambah pernak - pernik di jilbabku dan melirik ibuku. Sedangkan aku dan ibuku hanya diam dan sesekali menanggapinya dengan tawa, sontak semuanya jadi tertawa bersama. Hufttt padahal mah rasanya pengen nangis. Mengingatkan betapa kejamnya Rey kepadaku.


Dihari ini, hari ketegangan siswa siswi seluruh sekolah di Bantul menerima hasil dari jerih payah yang berbulan - bulan sudah terlewati dengan rasa gugup, cemas, haru, gelisah, campur aduk pokoknya. Dan didetik, menit, dan jam ini pengumuman kelulusan akan segera terdengar, biarpun dengan nilai pas - pasan semoga aku lulus agar orang tuaku tidak kecewa. Aku diantar ke sekolah oleh Bapakku tersayang tercintrong. Sesampainya disekolah dan memarkirkan motor aku sama Bapakku masuk, tapi kami terpisah karena anak dan wali murid tempat duduk ya dipisah. Setelah MC membacakan susunan acara dan sambutan kepada ibu kepala sekolah. Setelah itu dilanjut tari - tarian tradisional dari adik kelasku dan iringan musik serta paduan suara dari guru - guruku yang membuat semua siswa siswi di sekolahku menjadi penuh ketegangan karena beberapa menit lagi akan meninggalkan sekolah yang sudah diinjak selama tiga tahun ini.


"Dannnnn... Untuk tahun iniii.... Siswa Siswi di SMK kita Lulus 100%. Tepuk tangan untuk kita semua". Pengumuman kelulusan oleh Kepala Sekolah yang tadinya tegang menjadi suasana haru bagi kami.


"Alhamdulillah Ya Allah". Kata kami dengan berpelukan sesama murid.

__ADS_1


"Urutan ke sepuluh Meyrisa Tika Pratiwi dari kelas Boga Tiga silahkan naik ke atas panggung". Akhirnya namaku dipanggil juga, lega rasanya sudah mendapat kalung beserta logo SMK ku. Setelah selesai dan selfi serta foto - foto untuk dijadikan kenang - kenangan meskipun aku dan teman sekelasku tidak terlalu akrab sih. Akhirnya aku dan bapakku bersama teman - teman lainnya pulang ke rumah dengan wajah yang berseri karena sudah lulus. Sesampainya dirumah sudah ada sekumpulan pemain voli yang salah satunya Eno ini. Dan malamnya diaaa...


Jangan lupa ditambah like dan komennya ya teman - temanku. Jangan lupa juga dijadikan favorite hehehe. Terimakasih juga sudah membaca karya saya. Tunggu episode selanjutnya ya🤗🙏


__ADS_2