Cinta Bukan Hanya Kata

Cinta Bukan Hanya Kata
Haru


__ADS_3

"Nduk dengerin aku, aku nggak bermaksud begitu" Arman memegang bahuku tapi aku menolaknya. Pedih perih hati ini tidak bisa tertahan lagi, aku kemudian beranjak dari dudukku. Karena kami tadi duduk diteras rumah. Namun Arman menarik tanganku agar aku tetap berada disini. Aku diam tanpa kata, namun aku kemudian berbicara


"Mas, kalau Mas emang mau pisah dari aku sekarang, yaudah nggak usah pake basa basi lagi. Aku.. Akuuu... Hikksss hikssss... Aku bisa terima kalau ki.. Kita bakalan cuma sampai disini aja". Aku nggak tau harus ngomong apa lagi. Arman mendekatiku dan memegang jemariku.


"Maafkan aku, aku bukan bermaksud begitu. Aku hanya bertanya tentang apa yang mengganjal dihatiku saat ini. Mmm.. Kamu benar kita sebaiknya bicara disana aja dipendopo dekat kamar kamu,". Aku melepaskan jemariku dari jemarinya dan berlalu meninggalkan Arman dan jalan duluan.


" Kok banyak lilin dan kenapa pendopo (joglo) nya jadi gelap? Perasaan tadi nyala". Batinku


Banyak hal yang aku pelajari dari kamu


Betapa aku kagum denganmu Tika


Aku tau air tak selalu jernih, namun kamulah yang mampu menjernihkan hidupku


Berapi - api aku mendapatkanmu


Sampai air asin mengguyur seluruh tubuhku


Hanya untuk bisa mendapatkanmu


Bersanding denganmu sayang


I love you Meyrissa Tika Pratiwi


Selamat ulang tahun kasih


Doaku


Semoga kamu selalu dalam LindunganNya


Selalu lancar rezekinya


Dan bisa terus bersamaku


Sampai akhir hayat nanti


Hari ini, hari yang kau tunggu


Bertambah satu tahun, usiamu bahagialah kamu

__ADS_1


Yang ku beri bukan kotak cincin, bukan Serikat bunga atau puisi juga kalung hati.


Maaf, bukannya pelit atau nggak mau, nggak modal dikit, yang penting aku beri padamu doa setulus hatiiii.... Lagu dari Jamrud di putar setelah pembacaan puisi.


"Maaf ya tadi cuma becanda, untukmu selamat ulang tahun sayang ". Kata Arman merenggangakan kedua lengannya


"Peluk.. Peluk... Pelukkk...", Kata Hima dan kedua temannya Arman yang salah satunya membacakan puisi tadi. Aku pun terjebak dalam pelukannya,


Prok Prok Prok


Gemuruh suara tepuk tangan dari temannya Arman mulai terdengar.


"Nyebelin banget sih, huhuhu...". Aku masih menangis haru. Dan memukul pelan menjadi kebiasaanku.


"Udah jangan nangis, potong kue nya potong kue nya". Kata Hima menyodorkan kue coklat disertai lilin berangka 20.


Aku ternganga melihat semua ini, sedih seneng campur aduk jadi satu. "Ya ampunnn, ini".Aku melepaskan pelukanku, Aku berdoa sebelum meniup dan memotong kuenya.


"Jangan dituip nggak boleh". Kata Arman, yang setelah itu mengibaskan tangannya diatas api dari lilin berangka 20 itu. "Oh iya lupa hehe". Aku pun memotong 4 kue


"Lhoh aku nggak usah Ka, aku udah kenyang". Kata Hima dan temannya yang sudah aku potongan kuenya. Kue pertama untuk kekasihku Arman. Namun aku tetap kekeh ngasih ke mereka satu - satu.


Disela sela melahap kue dan aku yang satu piring dengan Arman. Arman mulai bicara kembali " Aku masih punya sesuatu lagi buat kamu". Aku mengernyingkan dahiku setelah Arman bicara itu.


"Mmmm ini, tapi bukanya nanti aja dikamar pas kita udah pulang ya". Arman menyodorkan sekotak kado bercorak batik berwarna coklat.


"Ya ampun Mass, banyak banget sih". Kataku sambil menerima kado yang Arman kasih ke aku. Dengan jahil aku mengolesi krim kue ulang tahun ke wajah Arman. Tak disangka Arman pun juga membalasnya.


"Wes seng Ldr seng jomblo meneng wae Hahhaha...". Kata Hima dan yang lain setelah melihat adegan mesra aku dan Arman. Hmmm aku pikir Arman beneran minta pisah dari aku. Ternyata aku terkena jebakannya. Awas kamu Mas. Namun aku juga tetep harus waspada agar suatu hari kalau ini beneran terjadi aku bisa kuat.


Tring ting ting ting tinggg. Ketukan sendok dan mangkok terdengar oleh kami.


"Eh udah pada makan belum? Beli bakso ya. Yaaa, itung - itung traktiran pertamaku buat kalian heheh"


"Nggak, nggak usah Ka nggak usah beneran deh".


"Udah nggak apa - apa". Keburu jauh ntar tukang baksonya kalau debat lagi dengan mereka. "Pak, bakso Pak". Panggilku ke Bapak bakso.


"Ohh iya Mbak, berapa Mbak". Tanya Bapak bakso

__ADS_1


"4 ya Pak, mmm.. pakai mangkok Bapak ya, nunggu bentar nggak apa - apa kan?". Tanyaku ke Bapak baksonya.


"Ohh iya nggak apa - apa Mbak santai aja". Kata Bapaknya. Syukur deh bapaknya ramah.


Rasanya senang sekali malam ini. Nggak nyangka Arman masih inget ulangtahunku. Ya walauuu masih dihari besok sebenernya ulangtahunku. Tapi nggak apa - apa deh.


"untung tadi kamu nggak ngajakin kependopo terus, kalau kamu ajak tadi udah gagal rencana kita untuk buat kejutan ke kamu". Katanya sambil mengusap kepalaku yang mungil ini. Setelah makan bakso selesai kita foto - foto dan waktu yang sudah mulai larut mereka putuskan untuk pamit.. Kubereskan semuanya lalu ku pergi ke kamar.


"Huftttt capeknyaaaa"... Tapi seneng sih hehe.


Eh iya kadonya. Dia kado apa sih pake repot - repot segala dan bukanya suruh dikamar aja lagi".


" Duh susah banget sih bukanya. " Aku kaget setelah aku buka kertas kadonya.


" Kok dus nasi box? ". Kejutan apa lagi yang dia kasih?. Aku nggak sabar ternyata setelah dibuka kadonya berisi jilbab


" wahhh cantik jilbabnya, kombinasi warnanya juga bagus, pinter juga dia milih jilbab wkwkkw".


"semoga kamu suka ya beb hehe, maaf pake kardus nasi box wkwkwk". Ya ngakak ya kesel ya seneng.


"Haha iya beb, suka kok hhe". Balasku cepat


"Hhe ya syukurlah kalau gitu. Maaf juga tadi udah ngebentak - bentak sampe kamu nangis kayak gitu tadi. Bersyukur juga aktingku berhasil Hahaha". Balasnya santai, aku terus membalas chatnya hingga tertidur.


"Mbak Mbak Tikoii Mbakk...".


"Apa sih dek, berisik tau nggak"


"itu kue ulang tahun kan? Darimana? Aku makan ya". Haduhhhh kirain apa panggilnya kayak gitu. Kurang ajar dia ni panggilnya tikoi.


"Heem, habisin aja dah".


"Hmmm tau nih aku Mbak". Kata adekku lagi


"Tau apa maksudnya nih?" Tanyaku bingung


"Dari Pak Arman to ini kuenya? Cieee".


"Hmmm iya iya emangnya kenapa hah? Dah ah mau mandi gara - gara kamu nggak jadi bangun siang kan. Huh". Baru mau beranjak dari tempat tidur adekku bilang

__ADS_1


"Kok mandi sih Mbak, anterin sekolahhh... Ayoo nanti aku telat nih".


"Biasanya juga naik motor sendiri". Kulihat adeku mulai cemberut "Hmm ya iya iya... Bentar masa ya nggak cuci muka juga". Akhirnyadl dalam keadaan belom mandi aku nganter adekku. Sampai disekolah sudah ada Arman disana yang mengatur lalu lintas untuk menyebrangkan anak - anak sekolah. Nggak mau mengganggu aku pun langsung putar arah untuk pulang. Hari ini mager banget rasanya. Bawaannya pengen tidur terus, kebetulan aku hari ini masuk siang jadi bisa leluasa deh tidurnya.


__ADS_2