Cinta Bukan Hanya Kata

Cinta Bukan Hanya Kata
Akankah?


__ADS_3

"Nek Sek Simbah kae pie Ka? Yo seh sok kontekan ora ro wonge? Opo wes blas ora? (Kalau si Simbah (Eno) itu gimana Ka? Masih kontekan nggak sama dia? Apa udah nggak lagi?)". Kali ini pertanyaan Bapak mengagetkanku lagi,


" Ada apa dengan pertanyaan Bapakku ini? Kenapa tiba - tiba menanyakan Eno?". Gumamku dalam hati.


" Iseh kok be, kadang - kadang. Wngi pas aku buat status itu seng foto gunung sikunir atau gunung apa kemarin itu(Masih kok be, kadang - kadang. Kemaren juga pas aku buat status itu yang foto gunung sikunir atau gunung apa itu ) ". Dia komen". "wehhh arep ndaki po 😂".


Ku balas "rep neng Pekalongan mbah, ndaki we raoleh kok. Rep kondangan ikih nang sedulurku 😂( Mau ke Pekalongan Mbah, ndaki aja nggak boleh kok. Mau kondangan ini di tempat saudaraku😂) ". Entah sampai kapan chat kami berlangsung. Lupa hehe


"Assalamualaikum Buk, Dek.."


Seperti tidak ada jawaban, kemungkinan mereka sudah tidur. Dan benar saja ketika masuk ke kamar mereka sudah tidur, karena kamar hanya disekat dengan gorden dan lemari saja, jadi langsung tau begitu masuk kamar udah pada tidur. Tidak lupa langsung cuci kaki dan wajah. Wajah yang tadinya ada sedikit coretan make up diganti dengan coretan debu - debu hitam dari kendaraan - kendaraan besar waktu perjalanan pulang tadi.


Seperti biasa sebelum tidur belum lega rasanya kalau belum megang handphone.


"Nduk, udah sampai belum?". Pesan dari Arman


"Sampun Mas, Sek mawon (Sudah Mas, Baru aja)". Balasku singkat. Tak lama aku pun terlelap tanpa membalas pesan Arman.

__ADS_1


"Mbak, minggir Mbak, hihh. Mbakk Tikaaaaa....".


"Uhh... apaan sih Dek berisik banget ". Kataku dengan mata yang masih tertutup.


"Apaan - apaan. Minggir, mau sekolah nih." kata adekku kesal


"Yaudah sana hati - hati". Kataku sedikit malas


"Mmm.. Iya tapi kakinya minggir dulu, aku nggak bisa bangun". Kata adekku tambah kesal


"Hehehe... Maapkeun lah". Kataku santai. Gara - gara adekku. Aku jadi susah tidur, dan lagi dia minta dianterin. Hadehhh... Lama - lama bengkak badanku kalau kurang tidur gini.


"Selamat pagi Ndan". Balasku paginya dengan sebutan Ndan. Yang artinya komandan. Seperti yang ku duga, Arman walau sering telat masuk kerja tapi dia nggak megang handphone dulu kalau pagi. Kadang megang juga pas aku disuruh bangunin. Itu kalau pagi, kalau siang beda lagi.


Waktu terus berjalan perlahan, walau tak selalu penuh dengan harapan. Aku dan Arman yang saling mendoakan. Agar kelak kita menjadi pasangan. Pasangan yang senantiasa selalu dalam lindungan. Ya, dia pernah bilang dan berjanji kalau tahun ini dia akan menjadikanku calon tunangan. Walau Arman sudah mengenali keluargaku, aku masih penasaran dengan keluarganya, sempat diajak kerumahnya namun aku belum berani karena nyaliku belum siap. Aku masih takut, walau kadang suka ngno ng sendiri. Seorang Tika yang wakwakan bisa takut juga?? HAHAHA.


Bulan dan bintang

__ADS_1


Mereka sama - sama terang


Saling bergelut memancarkan sinar disatu ruang


Walau kadang memudar dan menghilang


Disaat malam berganti siang


Seperti halnya kamu,


Kamu yang kadang - kadang


Menganggapku bayang - bayang


Untukmu pujaan sayang


Akankah kau yang terakhir,

__ADS_1


Untukku seorang??


TERIMAKASIH YANG SUDAH SETIA DENGAN KARYA SAYA, WALAU KARYA SAYA BEDA DARI KARYA YANG LAIN. HARAP MAKLUM DAN MAAF JIKA MASIH ADA BANYAK KESALAHAN DALAM PENULISAN. JANGAN LUPA LIKE YA HEHE🙏❤️


__ADS_2