
Indonesia Tanah Airku
Tanah Tumpah Darahku
Disanalah aku berdiri
Jadi pandu ibuku
Indonesia Kebangsaanku
Bangsa dan Tanah Airku
Marilah kita berseru
Indonesia Bersatu.....
"Usttt Ka, Ka hey"
__ADS_1
"Eh monyong lu,.. Hihhhhh...Sukmaaaa. Ngapain sih nabok - nabok segala bikin kaget aja deh". Kesalku karena dia maen tabok aja disaat seperti ini, mana kalau aku kaget bilangnya begitu lagi. Bikin malu aja deh ni Sukma.
"Hahaha aku ora (nggak) monyong Tikaaa.. Hahaha". Ledeknya
"Apaan sih jangan keras - keras dong masih upacara nih, ntar kalo ada guru lewat kita bisa dihukum". Gerutuku
"Hehehe... Ya habisnya kamu ngelamun aja sih pake senyum - senyum segala lagi, ada apa sih. Hmmm... Aku tahu nih kamu baru ketemu sama Rey kan kemarin. Ya kannn... Ayo ngaku..!!". Hadehhh... Emang ni orang satu tahu aja deh kayak punya jin dia, dimana aku berada dia pasti tau Ckckck..
"Apaan sih Maa....!!! Usssstttt udah berhenti nih nyanyinya ntar ada yang denger".
"Biarinn weekkkkk". Katanya sambil menjulurkan lidahnya yang pendek itu dan tanpa menggubris tatapan tajamku mulai menuju ke Sukma. Biasa setelah itu dia merengek "Hahaha iya iya Tikaa... Ampunnn Kaa Ampunnnn. Nggak deh nggak. Janji nih"
.
.
.
__ADS_1
Sebelumnya
Duduklah kita di pinggir pantai dekat sungai pantai yang airnya mengalir menuju laut. Dikarenakan aku sedikit lelah, tanpa sadar aku menyenderkan kepalaku di bahu Rey. Selang beberapa menit perlahan mataku terbuka, belum terbuka sepenuhnya karena pacaran sinar matahari yang begitu kuat membuat mataku menjadi perih. Ada yang aneh setelah kubuka mataku dengan posisi kepala yang masih miring ke kanan serta seperti ada benda yang nyaman sekali dirasa.
"Sudah bangun?". Ku dengar perlahan suara khas itu. Ku cari sumber suara tadi yang nggak jauh dari tempatku berada. Ya ampunnn.....
"Mmm... Ma.. Mas Rey". Dia menatapku
"Hahaha Iya dek ini aku, udah mimpi sampai tahap mana?". Hah?? Mimpi? Jadi tadi aku itu tidur? Dannnn udah berapa lama? Ya ampunnn Tikaaa....
"Ma.. Maaf mass aku nggak sengaja. Beneran deh".
"Hahaha nggak apa - apa dek lama lagi juga nggak apa - apa kok Hihihi. Ya ampun dek imut banget sih kamu kalau habis bangun tidur". Katanya seperti meledekku cuman dia menahannya.
Siang pun berlalu aku beranjak menuju meja belajar untuk menyiapkan keperluan yang akan dibawa untuk praktek masak besok, tapii tetap saja meja belajar tidak bisa membuatku lepas dari bayangan Rey. Sepertinya aku tidak ada harapan menuju hatinya Rey mengingat tentang beberapa foto yang diupload beberapa hari yang lalu dengan caption yang sama namun ditambah dengan emoticon peluk dan kiss. Dan difoto itu si cewek memakai busana kebaya serta membawa boneka doraemon yang sangat besar sepertinya disana adalah hari kelulusannya.
Suasana seperti tadi akankah bisa terjadi lagi untuk aku dan Rey. Belum semaksimal mungkin aku mempercayainya, namun sikapnya terhadapku sudah lebih dari teman. Gumamku dalam hati.
__ADS_1
Tetap tunggu episode selanjutnya ya. Semangat membaca karya saya hehe🤗