
"Lha gene kunci neng mburi toples kacang cah, mosok siji - sijio raono seng wiruh??! (Lha ini kunci di belakang toples kacang gini masa satupun nggak ada yang lihat??!) ". Kata seniorku yang bernama Yoyok ini.
Aku dan lainnya pun saling melirik. Jelas - jelas tu kacang semalem udah dimakan buat cemilan dan nggak mungkin kunci ada disitu. Walau jatuh pun nggak dibelakang toples kacang tapi dibawah meja karena meja dan tembok masih ada celahnya.
"Yoo ra mungkin leeee...!!. Nek tibo yo neng ngisor raiso neng mburi toples kacang kui. Wong yo mejo ra patio mepet ro tembok kok. Mbok dinalar leeee...!! (Ya enggak mungkin, kalau jatuh pun juga dibawah nggak mungkin di belakang toples, orang meja juga nggak terlalu mepet sama tembok kok)"
Bakal ada perang lagi dah ntar abis ini. Ini aja udah perang .
"Ada apa ini? Ketemu nggak kuncinya!!". Ini lagi bukan ucapin dulu kek salam apa sapa selamat pagi atau basa basi dulu gitu kek. Lha ini ibu - ibu udah tua malah minta ditambahin tua karena marah - marah terus. Emang dimana - mana bos tuh sama aja.
__ADS_1
Selesai berdebat akhirnya aku dan Mas Adit belanja dapur ke pasar dan lainnya pun membersihkan Cafe. Selesai belanja untuk yang shift siang yang nginep tadi malem pun pulang untuk mandi dan kembali shift siang lagi. Yaaaa aku kira masalah ini udah kelar gitu. Eee mau berangkat malah ada ringtone Grub Whatsapp. Apalagi ini setelah ku buka.
"Nanti Semuanya Brieffing, untuk yang libur tetep berangkat, jangan sampai telat!".
Untung aku diciptakan dengan mulut yang bisa mengontrol dan tidak pernah mengeluarkan kata - kata kasar, serta hati yang jembar koyo segoro kalau kata orang jowo yang artinya hati yang luas seperti samudra. Dan untungnya lagi aku prepare kerja juga udah dari tadi. Daripada makin males liat Whatsapp nggak jelas ini. Mending langsung cus jalan aja.
Ku dengar dari kejauhan "Ibnu mana Ibnu??!. Jangan mentang - mentang dia libur jadi nggak berangkat ya!". Nggak ada abisnya deh, ngomel mulu batinku.
"Iya bukkk,.." jawabku tanpa semangat.
__ADS_1
"Pie.. Piee??" Mas Ibnu pun datang.
"Kirain nggak dateng nu, mentang - mentang libur". Kata ibu negara yang nggak digubris sama Mas Ibnu, dan bukannya menggubris malah nyalain rokoknya. Lainnya pun hanya geleng - geleng memaklumi kelakuannya.
"Ya selamat sore semua, bla bla blaaa.."
Hari pun berlalu, masalah kemaren pun sudah berakhir dan kelar, walau masih dibahas - bahas aja tentang malam yang menyedihkan itu. Ingat satu kata terakhir setelah brieffing dari ibu negara waktu itu " Sekarang jangan ada keributan lagi cuma gara - gara kunci!". Huh kunci aja ada masalah apalagi manusia, nggak akan ada abisnya masalah tu.
Hari liburrrrrr, hari ilibur buatku nggak ada bedanya sama kerja. Hari liburku lebih padat dari biasanya menjadi irt (ibu rumah tangga). Cielahhhh nggak nggak, yaa sebagai cewek dan calon ibu yang baik buat anak - anak ku kelak dan untuk suamiku kelak terutama. Hadehhh kerja Ka Tika Kerjaaaa, mikirin suami mulu, calon aja belum ada. Duh duh dasar aku. Daannnnn nggak jauh kompor ye kan. Hmm
__ADS_1
Ku buka ponselku dan tertera whatsapp dengan nomor asing. Paling males dengan nomor asing ini, tapi suka penasaran sih hmmm.
Bantu tambahin like and komen ya gais gais. Vote juga boleh deh 😂. Thanks all.