
Yang tadinya duduk tenang, lama - kelamaan menjadi pegal karena tanpa ada senderan. Bahu sudah tersedia disamping kananku. Cuman aku tau aku ini siapa. Aku merasa tidak layak memiliki bahu sekuat Eno yang telah aku sakiti. Mungkin bisa dibilang ini adalah karma bagiku. Karena aku sudah menyakiti Eno, orang yang menurut aku sayang sama aku tapi aku sia - siakan. Dan karmanya aku disakiti dari orang yang sudah mempunyai kekasih tanpa aku ketahui.. Sesabar itu Eno menghadapiku. Gumamku dalam hati.
"Pie Ka kerjaanmu? Lancar to?". Tanyanya
"Hehe, iya Mbah lancar jaya pokoke. Doane wae yo hehe (Doanya aja ya hehe) ."
"Mlaku - mlaku yok Mbah, bosen ki Haha...(Jalan - jalan yok Mbah, bosen nih Haha...) " Sambungku.
__ADS_1
"Ayok, hoohe sui - sui yo panas rasane Hahaha...(Ayok, iya nih lama - lama juga panas rasanya)". Kita mulai berdiri dan berjalan menuju arah timur. Sesekali aku menjahilinya dengan mencipratkan air laut ke badannya sehingga membuat celana dan bajunya sedikit basah.
"Wohhh, awas yo koe (Wahhhh, awas ya kamu) ". Katanya sambil membalas dengan hal yang sama aku lakukan ke dia. Tapi nggak kena karena aku langsung kabur.
"Nggak kena weekkk. Hahaha sini ayo kejar".
Kali ini aku dan Eno sudah tidak canggung - canggung lagi. Bagai anak kecil yang jarang main. Sekali main malah kejar - kejaran Wkwkwk. Akhirnya aku pun nyerah karena merasa rasa haus pun melanda, Eno mengajakku ke warung yang nggak jauh dari pantai. Kita beli dua mineral disana. Yang jelas dia lagi yang membeli. Duduklah kita dikursi panjang yang memang sudah disediakan oleh pemiliknya yang terletak dibawah payung yang berwarna - warni tapi tidak menjulang tinggi. Dan tidak goyah diterpa angin yang lewat bertubi - tubi. Terkesan santai seperti dipantai. Ya emang dipantai batinku ngakak sendiri.
__ADS_1
Eno mengantarku pulang. Berhubung aku belum makan secuilpun. Aku mengajak Eno mencoba mencicipi masakanku sering dibilang keasinan tiap kali aku masak. Dan sering pula diejek pengen cepet nikah. Hadehhh sekarang yang dipikirin kok cuman nikah doang. Nikah juga harus banyak modal dong, nggak cuman modal cinta doangg. Hmmmm.
Untuk hari ini aku mencoba mengimbangi garam yang aku kasihkan ke telur sebelum diaduk. Yaa walaupun telur doang si, semoga aja dia suka. Ditambah mie didalamnya. Sering di bilang "In Ndog Mie". Yang artinya mie didalam telur. Ada - ada saja ya Hahaha. Ini juga sebagai ucapan terimakasihku sama dia karna udah mau nemani aku pergi ke pantai. Dia selalu aja meluangkan waktunya buat aku. Aku sendiri pun malah jarang meluangkan waktuku buat Eno.
"Enak nggak Mbah? Nek enak dipangan nek raenak yo dipangan (Kalau enak ya dimakan kalau nggak enak ya dimakan). Kataku membuatnya bingung, yang setelah itu diam sejenak.
"Hehe, enak lahh seng nggawe chef Tika kok. Brarti iki tak pangan yo wong aku muni enak Hahaha... (Enak lahh yang buat chef Tika kok. Berarti ini aku makan ya, orang aku bilang enak) ". Yahhh mah balik dibecandain. Sini lagi serius juga.
__ADS_1
"Haha... Nyebai njutan (Nyebelin terusan)".
Jangan bosan ya. Happy reading 😊