Cinta Bukan Hanya Kata

Cinta Bukan Hanya Kata
Mulai Membuka Hati


__ADS_3

Panas terik matahari menampar wajahku yang tidak bersalah. Tidak kebagian tempat berteduh ketika aku sudah sampai disekolah adekku untuk menjemputnya. Terlihat adekku mulai keluar bersama teman - teman gengnya (maksudku teman - teman akrabnya hehe)


"Halo Mbak bidadari, Mbak bidadari goleki Pak Arman kae (Mbak bidadari dicari Pak Arman tuh) ". Kebiasaan temannya adeku ini manggil aku dengan sebutan itu dan seperti biasa langsung bersalaman ketika aku datang, layaknya seorang ratu batinku. Dalam kerumunan orang - orang yang sedang menjemput anak - anak mereka, sontak mereka pun memandang aku secara bersamaan. Dan Pak Arman? Siapa dia?


"Pak Arman ki sopo dek? (Pak Arman itu siapa dek?) ". Tanyaku bingung kepada temannya adeku.


"Mosok rareti mbak bidadari ki, kae lho Pak Satpam (Masa nggak tau Mbak bidadari tuh, itu lho Pak Satpam) ". Woalahhh berarti yang whatsapp aku tadi Pak Arman itu pak satpam sekolah adeku to.


"Oalahh, yowes ayo gek Bali gelak panas banget ki (Yaudah ayo pulang keburu panas banget nih) ". Aku tak mempedulikan dan hanya tersenyum saja menanggapi temannya adekku ini dan mengajak adekku untuk segera naik ke motor untuk cepat pulang , karna cuaca hari ini begitu puanassss ...


Selang beberapa hari, Arman pun mengajak kenalan, dan hendak mampir ke rumah untuk silaturahmi. Aku pun mengiyakan, langkah demi langkah terdengar dari luar rumahku. Kalau belum ada suara belum berani keluar. Yaa walau saat itu keluarga ada dirumah semua kebetulan tapi was - was aja biar nggak terjadi hal - hal yang nggak diinginkan.


"Assalamualaikum". Suara laki - laki. Gumamku.

__ADS_1


Didalam rumah "Koe wae kono Ka, seng bukak. Paling kae wonge(Kamu aja sana Ka, yang buka, mungkin itu orangnya ) ". Kata ibukku pelan, karena aku udah ngomong sama ibukku yang paling syantik ini kalau nanti pak Satpamnya adeku mau datang.


"Assalamualaikum". Katanya lagi. Aku pun bergegas membuka pintu dan benar saja.


"Waa.. Wa'alaikumsalam". Aku terbelalak, ya ampun manis bangetttt. Gumamku dalam hati


"Pak Arman ya?". Sapaku memulai obrolan, dan panggilanku ke dia pun masih seperti biasa, "Pak". Ku lihat dekat seperti ini dia memang masih muda.


"iya, saya kakaknya Nira".


"Haha.. Iya Nira, sampai lupa". Jawabnya sambil menepuk jidatnya yang item itu


Orang rumah juga menyambutnya ramah, namun satu hal yang mengganjal dipikiranku, kenapa Bapakku terlihat biasa saja dengan kedatangan Arman?? gumamku dalam hati. Tapi itu nggak terlalu aku pikirkan, paling itu cuman dugaanku aja gumamku lagi.

__ADS_1


Lama bergumam dengan hati dan pikiran sendiri, sampai lupa kalau ada tamu "Ohh ya silahkan duduk Pak, maaf tempatnya berantakan, Hehe". Kataku mempersilahkan duduk untuk Arman.


"Enggeh". Jawabnya singkat namun ramah.


"iki yo Pak, mung telo e hehe (Ini ya Pak, cuman ketela hehe) . Kata adekku yang membawakan sepiring ketela rebus hasil panen dari kebun kakekku tadi pagi.


"Ndene sek Nir, kok kesusu to? (Sini dulu Nir, kenapa buru - buru gitu?) ". Kata Arman mengajak adekku untuk gabung bersama kami.


"Hooh Nir, ndene sikik, rasah isin - isin ngono, wong yo koe pendak dino ketemu Pak Arman kok Hahaha. (Iya Nir. Sini dulu, nggak usah malu - malu orang kamu juga tiap hari ketemu Pak Arman kok)". Kataku merayu adekku agar mau gabung dengan kami, namun adekku tetap bersikeras menolak.


" Apa ini saatnya aku membuka hati lagi? " Pikirku.


SELAMAT MEMBACA KARYA SAYA, DITUNGGU EPISODE SELANJUTNYA YA😊🙏

__ADS_1


__ADS_2