
Lagi - lagi bertemu dengan malam. Malam yang aku anggap malam paling cerah secerah hatiku, namun tiba - tiba kecerahan itu memudar hanya karna luapan rasa cemburu Arman terhadapku. Bagiku ini hanyalah masalah sepele dan salah paham saja. Pikirku malam ini.
Bulan benderang sedang tidak bersahabat denganku saat ini. Malam berbintang terang pun tak seterang hati dan pikiranku saat ini pula.
Nextt
"Siapa Ag" . Tanyanya tiba - tiba?. Saat ini aku sedang berada di tempat roti bakarnya Arman. Mungkin bagi orang - orang sudah hafal denganku. Karena tiap hari aku kesana ketika dia sedang dagang.
"Ag?". Tanyaku bingung. "Ohh itu Agus teman joggingku dulu, terbiasa panggilnya Ag akunya mas, dikontak pun aku namain Ag juga hahaha.. Emangnya kenapa Mas?"...
"Ohh gitu, ya gak apa - apa nduk tanya aja. Soalnya aku udah yakin sama kamu, inget kamu udah punya aku. Karena aku lihat chat kalian mesra banget.".. Hah??? Mesraaa?? Mesra darimananya? Salah paham deh dia ni pastinya. Orang candaan biasa gitu. Dannn Arman ini pakai bawa - bawa nama Ag lagi.
"Hahaha iya iya,,, tapi bentar deh ini mesra dari mananya?? Orang candaan biasa gitu. Dan lagi nih kamu tau chat ku dari mana? Kan kamu nggak megang hpku dari kemarin?". Tanyaku curiga
"Kamunya aja yang nggak tau kalau aku baca chatmu".
"Yaudah yaudah... Aku minta maaf soal ini. Tapi beneran Ag cuma temen joggingku, itupun sekarang nggak pernah ketemu lagi"..Kataku meyakinkan Arman
"Hmmm iyaa, janji ya kamu nggak ngulangin lagi. Maaf juga sudah lancang buka - buka chat mu. Mungkin aku juga yang terlalu cemburuan".
"Itu Mas, ada yang beli." Kataku.
__ADS_1
"Mas beli roti bakar rasa coklat kacang ya". Kata pembeli yang baru datang. Tapi pembeli kali ini berbeda, mereka memakai mobil dan salah satunya yang paling kelihatan tua dan sudah bapak - bapak memanggil Arman yang baru saja turun dari mobil.
"Kamu siapanya Arman mbak?". Kulihat mereka memakai sarung, baju koko, dan peci. Kata yang paling tua. Dan sepertinya mereka kenal dengan Arman.
Mendengar kata Arman disebut Arman pun menoleh. Karena tadi dia berbicara dengan yang lain. Setelah menengok Arman terlihat kaget. "Wehhhh, Ya Allahhh. Pangling aku Mas. Lenggah - lenggah monggo (duduk - duduk silahkan)".
"Mmm Enggeh Mas, ki calonku (Iya Mas, ini calonku) ". Aku pun mengangguk senyum
Sambil menunggu Arman. Dan berbincang - bincang dengan pembelinya itu. Tanganku sudah gatal untuk mergokin handphonenya Arman. Ditengah perbincangan dan candaan mereka ada kesempatan buatku untuk mergokin handphonennya Arman. Dia sudah tau kalau aku tiap kesini megang handphonenya. Tapi buat maen game. Baru kali ini aku ada niatan buat mergokin dia di handphonenya chattingan sama siapa aja. Karena tadi selama ngobrol dia megang handphone terus sambil senyum - senyum sendiri . Aku mulai curiga sama dia.
Belum juga megang sudah ada chat.
Setelah dirasa selesai dan mereka sudah pamit.
Sebelum masuk mobil Mas - Mas tadi memanggil Arman lagi "Mann, tak enteni kabarmu meneh . Let sebulan koe kudu wes rabi ro mbak e. Nek ora tak kandakne Bu Nyai (Mann, aku tunggu kabarmu lagi. Selang sebulan kamu kudu harus nikah sama Mbaknya. Kalau enggak Tak bilangin ke Bu Nyai)." Kata beliau. Merekapun terus berlalu.
Aku yang masih memegang handphonenya Arman ku letakkan handphonenya pelan - pelan. Setelah selesai membereskan alat yang tadi dipakai untuk melayani pembelinya Arman yang ternyata itu adalah guru ngajinya. Dia terlihat gugup menghampiriku sambil garuk - garuk kepala dan menjelaskan kalau dia adalah guru ngajinya dan katanya kalau sampai sebulan belum menikahiku dia akan dilaporkan oleh Bu Nyainya. Mungkin beliau adalah guru ngajinya juga.
Dan melihatku sedikit membisu Arman mulai bicara kembali .
"Kenapa Nduk? Kok cemberut gitu?". Seperti biasa ketika aku sedang cemberut gini dia mulai aksinya, dia mencubit pipi chubby ku. Aku memandangnya sinis. Aku melirik handphonenya tanpa berkata, dia pun mengambil handphonenya lalu senyum - senyum sendiri. Aku sendiri cemberut bukan karena dia yang akan laporkan ke Bu Nyainya itu. Tapi aku cemberut karena chat perempuan bernama Rokayah atau Rukiyah itu tadi yang chat dengan Arman.
__ADS_1
"Udah selesai Mas?". Kataku
"Iya yank, udah tapi ini nanti mau bikin satu buat Hima dan temannya".
"Ohh. Yaudah aku pamit pulang ya, capek banget rasanya hehe"
"Lhohh, kalau capek ya tadi istirahat nggak usah kesini dulu nggak apa - apa nduk". Katanya sambil mengelus kepalaku.
"Hehe... Nggak apa - apa. Yaudah Assalamualaikum, pulangnya hati - hati nanti ya". Kataku sambil menepuk bahunya.
"Ya Untung aku kesini, kalau nggak. Nggak bakal tau isi chatmu Mas. Maaf Mas untuk kali ini aku sedikit tidak sopan". Gumamku dalam hati sambil nge - stater motorku. Dengan mudah aku menyebrang karena jalan sudah mulai terlihat sepi, namun tetap harus berhati - hati.
Aku kembali menangis dan selalu berteriak dalam hati. Kemana janjimu yang akan membuat hidupku senang dan tidak membuatku menangis.?? Kemana janjimu yang katanya aku cuma satu untukmu Mas??? Dan kemana janjimu untuk selalu menjagaku??? Huhuhuuu...". Aku menangis dikamarku, namun aku hanya membisu. Air mata jatuh tak tertahan. Sudah beberapa kali aku menangis walau Arman nggak tau. Rasanya sakitt sekali, Dadaku rasanya sangat sesak. Aku pun lalu berbaring di tempat tidurku. Yang tadinya aku duduk di balik pintu kamar. Aku masih memegang dadaku yang sesak mengingat ada perempuan lain yang chattingan mesra dengan Arman. Aku pun enggan membuka Handphoneku dan menyalakan sambungan dataku dulu. Mungkin dia akan mengira aku sudah tidur. Nyatanya aku belum bisa tidur sampai larut malam. Walau akhirnya aku tertidur dengan wajah yang sudah terbasahi oleh air mata.
Positive thinking sudah menjadi kebiasaanku. Suatu saat aku pasti akan menanyakan siapa rokayah atau si rukiyah itu. Nama kok rumit banget. Kesalku.
Beberapa hari aku nggak ketempat dagangnya Arman. Aku nggak mungkin kesana dulu walau beberapa kali ditanyain oleh Arman kenapa kok nggak datang.
Ada suatu kejadian yang aku sendiri pun nggak tau asal - usul kejadian itu yang membuat aku pergi tergesa - gesa ke tempat dagangnya Arman. Dan ternyata
Terimakasih yang slalu stay di karya saya. Tetap nantikan episode selanjutnya ya😊🙏
__ADS_1