
"Udah lah Be, Tika baru nggak mau nih cinta - cintaan dulu. Tika pengen hidup bebas dulu, terlalu sakit buat Tika ngerasain cinta Be". Kata Tika dibelakang Bapaknya yang sering Tika panggil Babe itu.
"Justru CINTA itu yang harus di pikirkan Ka, kamu nggak lihat tuh tetangga anaknya Pak Irjo?? Bingung dia sama anaknya yang umurnya udah hampir 30tahun itu. Sering curhat sama Bapak pas kerja satu shift.". Jelas Bapak Tika
"Bingung gimana Be? Curhat gimana sama Babe??". Tanya Tika penasaran
"Yaa katanya gini...."
Cerita dari Bapaknya Tika
Pas hari apa itu Bapak dicerain tuh... "Pie yo le, anakku seng sijine durung rabi, umure wes meh tuo. Dikon karo kae ragelem karo kui ra gelem gek kepiyee??! (Gimana ya Mas? Anakku yang satu lagi belum nikah, umurnya juga sudah hampir tua. Di suruh sama itu nggak mau, sama ini nggak mau, lha terus gimanaaa??!)". Curhatan dari tetangga yang curhat ke Bapaknya Tika.
"Yo pie yo lek? Seko bocahe seh angel je, nek di pekso ndak Kagol juga je (Ya gimana ya om? Dari anaknya sendiri juga masih susah, kalau dipaksain juga malah kecewa nanti)". Jawab Bapak Tika. "yowes lek aku tak ngeterke Tika sek, mlebu awan jalok diterke je (Yaudah om saya mau antar Tika dulu, masuk siang minta dianterin nih)". Lanjut si Bapak Tika.
"Ohh kayak gitu to Be, ya perlahan yo Be, tau sendiri kan Tika kemaren gimana?". Kata Tika lesu.
"Iya, fokus tapi santai aja Ka, tapi Bapak lebih ingin kamu bisa sama Eno". Kata Bapak Tika yang membuat Tika sedikit melongo.
"Eno??". Gumam Tika.
__ADS_1
"Eheheh... Kok... Ee..Eno Be? Buu... Bukannya dulu Bapak nggak suka kalau aku sama Eno?". Tanya Tika.
"Yaa,,, menurut Bapak dia yang bisa menjaga kamu kelak Ka, Bapak nggak maksa kamu suka sama siapa mau sama siapa? Yang penting kamu bisa bahagia. Eno juga orangnya sopan, dan dikit demi sedikit juga dia kan mulai berubah. Semua orang punya masa lalu Ka, walau kadang itu nggak bisa dijelaskan secara detail, karena juga orang itu berbeda - beda. Bapak juga merasa cocok dengan Eno kalau sedang mengobrol, beda dengan Bapak yang mengobrol dengan Hima temannya Arman itu. Dateng salaman ke Bapak aja enggak. Gimana nanti ditetangga?".
" Hmmm... Gitu ya Be? Ya kalau Hima sih aku sama sekali enggak ada perasaan apa - Pa sama dia. Lagian belajar ngaji membaca huruf arab itu juga aku cuman penasaran, penasaran dalam arti nggak untuk bener - bener dipake buat sehari - hari atau apalah itu Be. Tapi yakin aku nggak ada perasaan apa - apa sama Hima. Untuk Eno.. Aku juga belum ada rasa apa - apa sama dia". Jelas Tika ke Bapaknya Tika.
"Iya... Iya Ka, jalani aja dulu yang penting fokus tapi santai ,". Kata Bapak Tika yang menyemangati anak sulungnya ini.
"Siap Babekuuu.. Doane nggeh Be Hehe..". Pinta Tika.
"Iyooo(iyaa)... Ki wes tekan ( ni udah sampe)". Secepat ini nggak kerasa udah sampe kerjaan aja hahaha.
"Iyaaa..."
"Eee si mbuk dah dateng. Pie mbuk? (Gimana mbuk) ". Mbuk disini panggilan untuk Tika . Entah senior Tika dapat kata itu darimana. Tapi nggak tau juga arti mbuk yang sesungguhnya (maafkan author tidak bisa menjelaskan dari kata Mbuk itu 😂)
"Apa to Pakkk... Rame yo Pakk, mantep nggo gajian yo Pak (mantap buat gajian ya Pak?)". Spontan Tika
"Apaaa??? Gajiannn?? Jangan ngarep dapet gajian ya kamu".
__ADS_1
"Ehh ibuk, kapan datengnya wkwkwk... Tetep ngareplah buk kalau gajian mah Hahaha" . Tika sok sopan didepan bosnya, yang nggak lain istri bos dari pemilik villa tempat kerja Tika. Tika tidak sadar kalau bosnya sudah dibelakang Tika sedari tadi.
"Maaf Maaf buk ampuni aku huhuhu....". Kata Tika dengan candaannya..
Tidak ada istirahat ditempat Tika bekerja, semuanya sudah bisa Tika pelajari dari membersihkan villa, menghafal menu - menu dari minuman, makanan, sampe dessert, dan melayani pelanggan kalau wautres sedang keropotan. Mengurus dapur dan mencuci piring dari clear up - an. Namun Tika tetaplah bagian dari kitchen. Untuk pekerjaan lain hanya suka rela dan kepekaan saja.
Di pekerjaan teman Tika juga sudah curiga dengan sikap Tika yang kadang mr jadi seorang yang pendiam. Kadang teman Tika juga bilang kalau Tika terlihat kurusan. Pernah dulu setelah seminggu Tika diputuskan Arman, Tika membuat story dengan tulisan "Udah seminggu ini aku nggak makan nasi"
"Kenapa?". Pesan masuk ke nomor whatsapp Tika, Tika menerima pesan itu malah menangis, menangis dalam hati yang pada akhirnya air mata deras tak bisa terbendung lagi . Yaa, pesan itu dari seorang yang sudah setengah Tika lupakan. Orang itu adalah Arman. Tika pun membalas singkat saja singkat sesingkat - singkatnya "Gpp".
"Tika?? Apa kamu secepat itu ngelupain aku? Tika aku masih sayang sama kamu Ka. Maafin aku, maafin aku. Aku yang buat kamu jadi seperti ini. Maafkan aku Ka.. Hiksss...". Kata Arman lirih dengan menahan air mata yang mau keluar sehingga matanya terlihat merah.
"Kenapa? Tika lagi? Udah lah lupain aja. Tika udah bahagia sama yang laen pasti. Capek - capek mikirin Tika. Mikirin hidupmu aja kurang noh...". Kata teman Arman yang nggak lain bernama Hima.
"Hahah... Kamu nggak ngerasain apa yang aku rasain Him. Yo doane kan emang biar Tika dapet yang lebih baik dari aku. Aku nggak ngerti berat banget mutusin Tika Him, baru kali ini aku dapet cewek setulus Tika sebaek Tika dan sesetia Tika. Hiksss.... Mau dibilang aku cemen atau aku laki - laki lemah biarin aja. Tapi jujur walau aku yang mutusin dia, tapi rasanya sakit banget. Aku pikir nggak sesulit ini ngelupain cewek kayak Tika. Nggak taunya Hiksss... Sangat sangat sangat membuatku stress.. Him kamu mau bantuin aku??. " Seorang laki - laki selalu terlihat cool atau menampakkan dirinya cool, tetapi nyatanya laki - laki lebih lemah daripada wanita (kalau menurut author kayak gitu ya 😂✌️). Setelah itu Tika menghapus kontak Arman. Tika nggak mau ada gangguan lagi dari Arman - Arman itu.
Nggak terasa hari sudah malam waktunya Tika beberes closing dapur setelah itu ngabarin Bapaknya Tika kalau Tika sudah selesai bekerja hari ini. Beda dengan pekerjaan yang dulu. Disini lebih leluasa dan lebih nyaman. Nyaman karena pekerjaan lebih dekat dengan aroma pemandangan alam. Selalu sejuk dipandang dan tidak membosankan.
Tika masih memikirkan malam kemarin aku pikir Eno akan marah, tapi Eno malah menjawabnya dengan candaan. "Hahaha. Mbak Gingsul endi??"
__ADS_1
Halo gaess gaesss. Masih setia kan? Mau lewat juga nggak apa - apa kok hihi. Terimakasih bagi yang sudah menonton. Eh membaca karya saya yang masih super ambyar ini. Love kalian ❤️