
Dinginnya malam tak kurasakan karena aku ada dalam dekapan Rey. Dekapan hangat, erat dan nyaman tak ingin kulepaskan akhirnya dilepaskan oleh Rey. Yang sebelumnya wajah Rey terkena helmku yang sudah kupakai sebelum kita berpisah.
"Hati - hati mas besok pulangnya" kataku sesenggukan dan air mata yang masih mengalir.
"Iya dek, wes ya jangan nangis lagi. Kalo ada waktu Mas kesini lagi, jaga diri baik - baik. Semoga lulus ya". Katanya tersenyum dan memelukku kembali dan menenangkanku. Setelah salaman akhirnya ku langkahkan kaki lemasku menuju motorku karena memang tadi yang kita pakai adalah motorku karena motornya yang dulu sudah dijual sebelum ke Bengkulu tempat asalnya. Beda dari yang ku duga, Rey berlari kecil dan tanpa malu dia berteriak "Jangan nangis lagi". Katanya sambil senyum, ku tengok kepalaku menuju sumber suara ku anggukan kepalaku dan meninggalkan Rey di tempat kita tadi berpisah karna lampu merah sudah ganti berwarna hijau. Tiada henti - hentinya aku menangis diperjalanan pulang, rasanya ingin kembali ke tempat Rey dan tidak ingin pulang. Cuek saja aku berada diperjalanan dengan banyaknya pengendara yang sesekali menengokku yang menangis ini.
__ADS_1
Kegelapan jalan mulai beraksi, seolah simbol dari redupnya sebuah hati yang tadinya terang lama kelamaan akan mati, kenyataannya memang ini bukan mimpi.
Kuraih selimut tanpa memandang orang rumah, ku kunci kamar dan..
"Ngopo Ka? Kok langsung nylonong wae gek nangis barang ki koe ki ngopo? (Kenapa Ka? Kok langsung nylonong aja terus pakai nangis segala kamu itu kenapa?)". Suara ibuku yang mengetahui aku pulang tanpa memandang sekitar dirumah ada siapa aja. Aku langsung menuju kamar dan mengunci pintu. Aku nangis sejadi - jadinya. Ingin teriak sekencang - kencangnya namun besok aku ada panggilan kerja. Aku nggak boleh seperti ini,ini bukan akhir dari perjuangan, perjalanan masih panjang. Jangan sia - siakan hidupmu untuk orang yang nggak pernah mengerti perasaanmu Ka. Kata hati yang selalu ada disaat keadaanku seperti ini. Kalau kata anak jaman sekarang " SENAJAN DALAN RA ALUS SENG PENTING WANI TERUS". Yang artinya walaupun kehidupan dan jalanmu tidak halus dan semulus yang diharapkan, yang penting kita harus terus berani untuk maju dan bangkit lagi.
__ADS_1
Keesokan harinya
Mentari kembali memancarkan sinar terangnya melalui sela - sela jendela kamarku. Aku terbangun dan menghampiri kaca dan menyisir rambutku yang berantakan seusai tidur.
"Ya ampunnn, tidur jam berapa aku tadi malam. Dan berapa lama aku menangis. Aduh kantong mataku tebal banget. Hmm pasti banyak pertanyaan yang datang pas aku masuk kerja nanti, harus kuat dan bisa tetap tersenyum meski hanya senyum palsu". Gumamku lirih
__ADS_1
Dan seperti biasa kuraih ponsel imutku itu dengan tanganku yang lembut. Mau mengecek chatku sudah terkirim atau belum tentang perizinan maafku kepada kepala chefku karena hari ini aku mau berangkat lebih awal.
Terimakasih yang sudah membaca yang sudah komen dan like. Maaf masih sering telat update hehe🙏