Cinta Bukan Hanya Kata

Cinta Bukan Hanya Kata
Curhatan Rey #1


__ADS_3

Suasana hening pun terasa ketika diperjalanan. Hampir aku lupa menanyakan sesuatu yang penting bagi diriku kepada Rey. Tapi belum sempat aku tanyakan itu, dia sudah memulai bicara duluan untuk memecahkan suasana. Dan spontan aku kaget dibuatnya.


"Dingin dek, lupa nggak bawa jaket" Katanya memecahkan suasa hening.


"Lha kan kemaren sudah aku suruh bawa mas, masa lupa si Mas?".


"Hehehe ya habisnya yang aku inget cuma kamu sih dek". Aku hanya diam tidak menanggapi, tapi dalam hati ingin sekali rasanya aku teriak sekencang - kencangnya. Dan spontan dan tanpa sadar dong aku cubit pinggangnya. Dia merintih lirih kesakitan.


Dan lagi aku tidak bisa berkata - kata lagi. Rey membuatku melongo, lantas aku kaget dibuatnya yang tadinya tanganku tidak lepas dari pahaku untuk menopang tubuhku dan berjaga - jaga ketika rem mendadak. Tiba - tiba Rey melingkarkan tanganku di pinggangnya. Aku mencoba menarik tanganku namun....

__ADS_1


"Jangan dilepas, biarlah seperti ini dulu". Katanya yang menengok ke belakang dan menampakkan senyum indahnya. Aku hanya diam dan tersenyum saja tidak menanggapi apa - apa.


Tibalah aku dan Rey ditempat tujuan. Rintikan hujan juga tidak tarasa karena terhalang daun dan ranting yang menjulang tinggi, yang menambah suasana menjadi tambah syahdu. Sebenarnya ingin ku katakan dan ingin rasanya bertanya dan memintanya jujur padaku. Walau memang baru pertama kali jalan dan belum lama kenal yang tadinya hanya saling memandang dari jauh dan sekarang menjadi lebih dekat tapi rasa gengsi mengalahkan segalanya.


Untuk hati? Entahlah aku merasa ada hal baru yang memasuki relung hatiku akan hadirnya Rey sedari tadi. Akhirnya ku beranikan bertanya kepada Rey sambil mencari tempat duduk karena kaki sudah mulai pegal rasanya.


Hembusan angin menyuruhku agar aku cepat mengatakan yang ingin aku katakan.


"iya dek, ada apa kok menatapku seperti itu?". Tanyanya bingung

__ADS_1


"Pacare Mas Rey ora nesu po nek awakdewe dolan bareng? ( Pacarnya Mas Rey nggak marah kalau kita maen bareng?)"


" Hahaha Pacar opo dek?? aku gak due pacar (Pacar apa dek? Aku nggak punya pacar)"


"Masa sih Mas Rey gak due pacar? Yo aku mung tekon wae soale aku ra arep ono masalah nek pamane pacare Mas Rey nesu - nesu njut salah paham ro aku (Masa sih Mas Rey gak punya pacar? Ya aku cuman tanya aja soalnya aku nggak mau ada masalah seumpama pacarnya Mas Rey marah - marah terus salah paham sama aku) ". Kataku yang pengennya nangis, tapi walau begitu aku harus terima kalau jika memang Rey sudah mempunyai kekasih.


" Pernah punya dek, tapi gak sesuai yang diharapkan". Katanya dengan satu pandangan lurus dan mata yang berkaca - kaca. Seolah masalah dengan pacarnya memang benar - benar tidak sesuai yang diharapkan.


"Mak... Maksudnya Mas Rey? Nggak sesuai gimananya ? Tanyaku semakin penasaran. Dan disisi lain, Apa ini kesempatan buatku untuk lebih mengenal Rey? Gumamku. Kulihat Rey menghembuskan nafas yang panjang dan melihat ke atas

__ADS_1


"Dulu aku satu SMA dengan pacarku itu, eh lebih tepatnya mantan sih Hahaha..." Katanya lagi. "Tapi setelah menjalani hubungan sekitar hampir 1 tahunan, temanku merampas yang aku punya ketika aku berada di Jogja sekitar 3 bulanan, Memang susah dikata dek kalau harus move on. Aduhhhh.... Aku malah banyak cerita nih sama kamu." Lanjutnya.


Selamat malam, maaf telat updatenya teman - teman.🙏


__ADS_2