Cinta Bukan Hanya Kata

Cinta Bukan Hanya Kata
Jauh


__ADS_3

"Rey ayo, busnya udah datang tuh". Kata salah satu temannya yang juga mengantar dia ke terminal dan menunjukan ke arah bus.Aku pun ikut Rey dan menggandeng Sukma, lalu menuju ruang tunggu untuk mengambil barang - barang Rey. Aku membawakan barang - barang Rey yang aku bisa dan pastinya yang tidak berat, termasuk piala kejuaraan disalah satu perlombaan olahraga bola voli. Sambil menunggu penumpang yang lain masuk ke dalam bus. Aku dan Sukma mencari minum


"Kok kamu beli dua minumnya Ka?". Tanyanya bingung


"Hehe yang satu buat Rey". Sukma hanya menggelengkan kepalanya yang tidak pegal.


Ku hampiri Rey yang masih sibuk memasukkan barang - barangnya di bagasi bus.

__ADS_1


"Lhohh.... Belum pulang to dek???". Tanyanya bingung.


"Hehe.. Belum Mas. Emang iya kalik ya aku gak pernah dianggap ada sama Mas Rey tu. Sampe - sampe aku belum pulang aja Mas nggak tahu hahaha". Mungkin bagi dia ini bercanda tapi bagiku ini adalah fakta.


"Hehehe ya ampun dek nggak bermaksud gitu kok Maaf ya aku beneran nggak tahu karena sibuk nata barangku yang banyak ini. Ku pikir kamu yang nggak pamitan sama aku karena aku nggak liat kamu daritadi. Maaf ya dek". Katanya sambil mengelus kepalaku dengan lembut aku pun memeluk dia, air mata yang nggak bisa tertahan akhirnya tumpah. Aku tersedu - sedu dipelukan Rey.


"Dek jangan nangis lagi. Mas kan udah bilang tadi malem jangan nangis lagi". Katanya sambil menenangkanku.

__ADS_1


"Dan apa dek?? Kok nangis lagi".


"Dan semoga mas langgeng sama pacarnya hiks hiks. Udah mas nggak papa kok hehe... Mmm... Oiya ini ada brownis buat bekal Mas sama ini kubelikan mineral. Hanya ini yang bisa ku kasih kali ini Mas. Mmm... Pokoknya hati - hati". Kataku mencoba tersenyum dan menepuk bahunya Rey dan kembali duduk bersama Sukma. Aku nangis dan Rey yang melihatku kembali dari balik kaca bus melambaikan tangan. Aku berkata lirih dengan bahasa isyarat "Hati - hati". Dia menganggukkan kepalanya, tak lama bus pun melaju.


Aku berlari menuju parkiran motor dan Sukma yang mengerti maksudku tanpa aku kasih tahu langsung membonceng dan aku pun mengendarainya lebih cepat daripada waktu berangkat tadi. Ternyata dia memang sudah pergi. Aku tadinya bermaksud untuk mengejar dia. Belum puas rasanya dengan waktu yang singkat dikepulangan Rey kali ini. "Semoga kamu selalu baik - baik saja Mas**". Batinku.


Mungkin bagi dia aku bodoh, gila, terlalu jujur atau gimana. Tapi yang ku tahu pada diriku sendiri aku memang lah seperti ini orangnya ketika aku sudah sayang sama satu orang ya cukup orang itu tidak ada yang lainnya lagi. Hanya berdoa agar waktu cepat berlalu dan aku bisa menemukan orang yang layak untuk masuk ke hatiku tanpa harus melalui rasa sakit ini.

__ADS_1


Tidak dirasakan lagi perih hati waktu perpisahan aku dan Rey waktu itu.. Walau kadang jika diingat memang terasa sakitnya. Apa memang cinta itu benar - benar ada. Jika ada kenapa yang ku alami saat ini hanyalah khayalan semata, bukan cinta yang semestinya dan tidak sejalan seperti ini atau memang mungkin belum waktunya aku merasakan cinta yang sesungguhnya?


Selamat membaca. Terimakasih selalu kepada yang setia membaca karya saya. Jangan bosan untuk membaca, mengelike dan komen. Hehe๐Ÿ™๐Ÿ˜Š


__ADS_2