Cinta Bukan Hanya Kata

Cinta Bukan Hanya Kata
Curhat Tika


__ADS_3

Matahari mulai terbenam


Aku masih saja terbungkam


Masih terbesit dari masa lalu yang kelam


Hingga kopi dalam genggaman dingin dalam satu jam


Kembali lagi pada malam


Malam sunyi yang bisa membuat air mata bergelinang


Ditemani beberapa terbangan kunang - kunang.


Ingin rasanya dalam sekejap menghilang.


Memang tidak ada bau - bau lagi tentang Arman. Hanya saja aku belum siap dengan cinta, belum siap mencintai dan dicintai oleh seorang laki - laki. Beberapa kali Eno lah yang disebut Bapak dalam setiap aku mengadu ke Bapak. Tepat di pukul 19.00 Notif whatsapp kembali masuk. Malam itu..


"Ka".. Pesan masuk di whatsappku

__ADS_1


"Haloo".. Balasku


"Oleh takon sesuatu? (boleh tanya sesuatu?)". Balasnya cepat


"Mmm... Takon opo Mbah? (Tanya apa)". Tanyaku kembali.


"Haha.. Oleh opo nggak? Nek ono wong takon ki dijawab ora malah genti takon (Boleh apa nggak? Kalau orang bertanya itu dijawab bukan malah tanya balik)"... Kebiasaanku dari dulu emang gitu sukanya kalau orang tanya bukannya dijawab malah balik tanya 😂.


"Haha nyebai (nyebelin)... Oleh Mbahh, mang arep takon opo sih? (Boleh Mbah, emangnya mau tanya apa sih?)".. Disini aku makin penasaran apa yang sebenarnya dia tanyakan.


"Hehhe Oleh tenan ki ojo nesu lho? (Boleh beneran nih jangan marah lho?)".


"Hhaha ora, sido tekon ra je (nggak, jadi tanya nggak sih?)". Balas ku nggak sabar


"Iya, kenapa?". Balas ku ketus.


"Kok bisa???. Boleh minta Nomor Whatsappnya nggak?". Pinta Eno.


"Nggak apa - apa Mbah, hehe... Buat apa minta No whatsappnya?"

__ADS_1


"Yaudah kalau kamu mau cerita, ceritain aja Ka Nggak apa - apa.".


"Hehe,, iya Mas, maaf ya aku baru nggak mau bahas ini dulu. Aku nggak mau nangis lagi. Kapan - kapan aku ceritain".


"Nangis itu biasa Ka,, hhe iya Ka ". Balasnya lagi.


"Huhuu.. Kapan sakit hati ini akan berakhir??. Aku udah mencoba ikhlas, tapi kenapa makin terasa sakit??" . Setelah malam itu pun aku sudah berkeinginan bercerita dengan Eno perihal hancurnya hubungan aku dengan Arman.


"Ini Mbah". Pesan ku kirimkan ke Eno tentang aku mau cerita dari hubunganku dengan Arman yang berakhir.


"Assalamualaikum Nduk, maaf aku baru balas, untuk Yang tadi sebelumnya aku maaf banget Nduk, tapi aku nggak bisa berkutik lagi Nduk, aku juga nggak tau harus ngmong darimana ke kamu. Maaf Nduk sekali lagi maaf banget Nduk. Kemaren aku sudah di beritahu sama guruku, Guru ngajiku itu yang pernah datang ke roti bakar Nduk. Aku udah nggak bisa nerusin hubungan kita Nduk, aku.. Aku sayang sama kamu. Sayang banget Nduk. Aku takut sama guru ngajiku. Dan aku takut, aku nggak bisa mempertahankan rumah tangga kita kelak jikalau kita menikah. Aku takut dengan weton itu Nduk, dan tertera disitu kalau kita bakal pegat (cerai)".


"Mmm... Kamu nanti dirumah kan? Mungkin aku habis isya kesana. Maaf banget ya kali ini aku nggak bisa ngelak lagi, semoga kedepannya kita bisa menjadi lebih baik lagi. Walau meskipun kita udah nggak kayak kemaren2 lagi".


BA****AN. Kulihat story Eno di WhatsApp sekitar beberapa menit setelah aku bercerita semuanya tentang hubunganku dengan Arman yang Kandas. Betapa kesal dan marahnya dia mengetahui hubunganku dengan Arman yang sudah berakhir ini. Disamping itu nomor Arman yang masih tersedia di barisan kontakku juga membuat story "Hahahaha".


Apa Arman sudah melihat chat aku dengan Arman??. Tapi baguslah kalau dia lihat".. Gumamku dalam hati.


Dalam penulisan Kata yang penuh amarah dari Eno menandakan bahwa Eno lah yang paling peduli denganku. Walau bagaimanapun beberapa kali aku sudah menolak dan membuatnya sakit hati.

__ADS_1


Aku disini juga nggak mau menjadi orang yang pede untuk dicintai,, disisi lain juga sebelum bercerita tentyang hubunganku dengan Arman, seorang Eno membuat Story di whatsapp, Eno membuat kata - kata yang indah untuk perempuan yang distorynya itu. Wanita berparas cantik dan terlihat anggun, entah siapa itu namun kenapa aku sedikit terasa tidak berdaya melihat Eno membuat story di whatsapp tentang seorang perempuan berparas cantik itu. Yang intinya tentang dia rindu dengan seorang perempuan itu. Yang aku sebut dengan julukan "Mbak Gingsul", because giginya emang bergingsul wkwkwk. "Lalu apa yang dimaksud Eno tentang aku yang menganggapnya sudah punya wanita cantik itu? ". Gumamku dalam hati lagi.


Halooo makin seru apa makin membosankan nih, author ada kejutan ya nanti diepisode yang sudah mulai mengembang ini. Nantikan terus ya episodenya hhee. Maaf kan lagi dengan kata - kata yang masih ambyar ini. Love kalian. 😘


__ADS_2