Cinta Bukan Hanya Kata

Cinta Bukan Hanya Kata
Perasaan Yang Semakin Dalam


__ADS_3

Seminggu berlalu tepat dihari ulang tahunku, dimana waktu terakhir aku dan Rey bertemu. Ku tunggu dan terus ku tunggu Rey yang pertama mengucapkan selamat ulang tahun untukku. Bukan malu lagi sampai aku kasih kado ke dia dan disuratku itu tertulis "Selamat ulang tahun Mas, maaf jika kadonya seperti ini, ini handuk untuk Mas untuk mengelap keringat Mas Rey kalau habis olahraga biar ngelapnya nggak pakai baju terus hihi, dan semoga kaos ya muat ya mas. Sukses terus Pokoknya lancar rezekinya hehe.. Salam Tika cantik :) ". Percuma mengingat tentang kado dan ucapan manis untuk Rey waktu itu alhasil keterangan terakhir hanyalah kesia - siaanku menunggu. Akhirnya aku berada dititik tidak menentu seperti sedang melewati jalan yang berliku dan terjebak buntu dari yang hendak menelepon Rey setelah tidak ada kabar darinya selama seminggu.


"Assalamualaikum, selamat ulang tahun Ka, semoga dilancarkan terus rezekinya dan lulus wisuda ya Aamiin. Salam Simbah". Ku pikir pesan itu dikirim untukku dari Rey ternyata itu dari Simbah yang nggak lain Eno Aji Sutrisno.


Dan ku balas pesan itu dengan senang hati"Hehehe iya mas makasih banyak ya". Ku kirim pesan ku ke Eno seperti pesanku kepada teman lain yang mengucapkan setelah Eno.

__ADS_1


"Oiya Ka, jadi kapan bisa maen barengnya nih?". Balasnya dengan pertanyaan yang sama diwaktu itu.


"Hehe.. Maaf ya Mas belum sempet maen bareng karena masih sibuk ngurusin Uji Kompetensi". Alasan lainku lagi


"Hehe iya udah, kabarin lho tapi soale menunggu kui ora enak wkwkwk...". Dia bilang kalo menunggu itu tidak enak. Batinku emang iya sih Hahaha.

__ADS_1


Ya, malam ini sebelum Rey meninggalkan kota ini. Aku ingin menikmati malamku dengannya. Entah berapa lama kami mengelilingi kota dengan motor tua yang masih kokoh menopang kita berdua. Hingga akhirnya, tibalah kami diwarung Bakmi Jawa dekat Pasar Giwangan Yogyakarta. Porsi yang begitu banyak membuatku tidak bisa melahap semuanya. Setelah membayar dia melemparkan tisu bekas dia mengelap keringatnya yang masih membekas setelah makan bakmi Jawa yang panas dan pedas tadi.


"Iihhh joroknyaaa...". Ku pukul lengan Rey yang percuma aku lakukan pukulanku karena dia cepat menangkis pukulanku yang membuat mataku dan Rey memandang bersamaan dan tersenyum hingga tak kuasa menahan pipi cubby yang mulai memerah dan panas rasanya.


"Mas Mbak permisi saya mau lewat". Kata pelanggan lain yang juga sudah selesai memesan karena dia pesan untuk dibungkus. Malunyaaa batinku.

__ADS_1


Maaf teman - teman belum bisa nepati janji untuk update setiap hari karena kerjaan juga padat banget. Tetap tunggu episode selanjutnya ya. Terimakasih 🙏


__ADS_2