Cinta Bukan Hanya Kata

Cinta Bukan Hanya Kata
Keanehan Arman


__ADS_3

"Bangun, kerja". Kataku lewat telepon whatsapp yang tersambung ke nomor Arman.


"Hmmm". Kata dia singkat dan langsung dimatikan. Kata hmm itu menurut aku mengisyaratkan seperti orang yang berlagak cuek. Setelah itu aku diamkan tanpa membuka pesan dari Arman.


Sampai sore pun aku tidak membuka pesan dari Arman itu. Begitupun sebaliknya Arman kenapa nggak kirim pesan lagi ke aku. Akhirnya aku pun lihat dia Online ketika aku udah mempunyai niat membuka pesan dari Arman itu.


"Selamat sore mas". Ku kirim pesan dengan ketidaksanggupanku walau aku sudah mencantumkan emoticon di pesanku yang aku kirim ke Arman tadi. Setelah satu jam Arman pun membalas.


"Sore juga cinta". Kata dia melalui pesan Whatsapp disertai emoticon peluk. Kenapa dia? Tumben - tumbennya. Tanpa pikir panjang lagi aku membalas pesan dari Arman tersebut. Aku baru mulai mengetik Arman juga mengetik pesan.


"Hhe lagi apa nih?". Pesan dari aku si Tika yang nggak henti - hentinya tersakiti Hahaha.


"Nanti aku ke rumahmu ya nduk. Aku kangen sama kamu nduk". Pesan yang dikirim Arman tadi setelah mengetik lama yang pada akhirnya hanya mengetik kayak gitu ckckckck.


Seperti biasanya aku hanya mengenakan yang sederhana saja ketika keluar jalan - jalan sama Arman. Kadang nggak pernah yang namanya gincu ku pakai. Sampai mukaku kucel pun aku tetep pede jalan keluar sama Arman. Namun hal lain yang aneh lagi dari Arman terlihat jelas dimataku. Kali ini dia datang namun lupa kalau belum menyapa Bapak Ibuku. Entah itu sengaja atau tidak akupun juga tak tau. Dan lagi sekarang dia pakai celana pendek dan kaos lengan pendek. Dari Kulon Progo memakai itu saja. Kagetku bukan main. Bukan kaget karena tampilannya yang lebih kekinian. Namun aku kaget kenapa bisa seorang Arman memakai celana pendek dan kaos lengan pendek saja?


"Ayok sekarang.". Dia nggak salam


"Ya, bentar lagi kamu duduk dulu sana". Kataku dibalik kamarku. Aku merapikan jilbab ku dannn terpikir lagi olehku kenapa dia nggak mengucapkan salam seperti biasanya?.


"Mas".panggilku. Dan menuju tempat biasanya dia duduk.


"Ono sopo kak? (kata Bapakku yang sedang diluar halaman)". Bapak nggak tau? Pikirku.


"Mas Arman be. Lhoh Mas". Aku terbelalak dia duduk tidak sopan. Nggak sopannya lagi dia tiduran di kursi( orang jawa Jawa biasa menyebutnya lincak). Dengan kaki yang satu ditekuk dan satunya lagi di luruskan (slonjor).


"Mas, Kok Bapak nggak tau kalau sampean dateng kesini?". Tanyaku bingung


"Kamu tadi suruh aku duduk kan? Yaudah aku duduk.". Jawabnya seenak jidat. Apa semua sikap manisnya hanya pura - pura selama ini?. Dan malam ini? Apa yang udah terjadi?.


"Pak, ngapunten nggeh wau langsung lenggah riyen mboten salaman kaleh bapak riyen (maaf ya Pak, tadi langsung duduk enggak salaman dulu sama bapak)". Apa ini? Gumamku dalam hati

__ADS_1


"Pak langsungan nggeh, Ajeng dolan dilit (Pak mau langsung pergi aja ya, mau maen sebentar)". Kataku


"Yaudah hati - hati ya". Bapakku pun mengiyakan.


"Assalamualaikum". Aku dan Arman mengucapkan salam. Kulihat dari jauh Bapakku yang sedang duduk pun sedikit melihat kami yang sudah hampir menjadi bayang - bayang saja. . "Semoga baik - baik saja kali ini" . Gumamku.


"Udah siap?". Tanyanya.


"udah ayok Gooooo..." kataku semangat.


Tempat tujuan pun sudah hadir didepan mata. Kita menikmati indahnya kota jogja dari lantai atas Cafe baru dekat Tugu Jogja itu. Angin sepoi membuatku ingin menghirup udara segar sebanyak banyaknya. Namun pelayan tak kunjung datang sehingga kami pindah saja ketempat lain.


"Cuman numpang foto dong Hahha". Kataku


"Hahaha iya nduk, mau ke tempat biasa aku nongkrong nggak yank?". Gaktau kenapa setiap yang panggil aku sayang aku jadi baper sendiri Hahha. Emang dasar kelamaan Jones ya gini wkwkwk.


"Boleh, jauh nggak Mas?".


"Enggak bentar lagi juga nyampe tinggal muter aja kok"... Kita pun belok ke arah yang akan dituju. Ternyata Arman mengajakku ke sebuah Cafe lagi. Namun beda Cafe.


"Nduk maafkan aku. Aku slalu buat kamu sedih nangis dan belum bisa buat kamu bahagia". Kata Arman sembari menyeruput kopi yang hampir dingin.


"Hmmm aku nggak apa - apa mas, aku sudah cukup bahagia kok. Tenang aja". Kataku mencoba tersenyum.


"Oiya Mmm.. Kamu nggak pesan lagi? Kamu belum makan kan?". Tanya Arman


"Nggak Mas, lagi nggak nafsu makan. Pengennya ngemil terus Hahhaha..".


"Mass...".. Panggil Arman ke salah satu pelayan Cafe.


"Kita udah mau pulang Mas? Ini sayang lho makannya.. ".. Belum sempat Arman menjawab. Pelayan pun datang dengan langkah cepatnya agar pelanggan tidak lama menunggu.

__ADS_1


"Pesen makan apa terserah kamu"... Kata Arman sambil menyerahkan buku menu ke aku. Aku pun hanya diam. Tapi kalau aku ngebantah Arman bakalan marah sama aku. Akhirnya aku milih Nasi Goreng Rawon yang sebelumnya pun aku belum pernah mencobanya. Yang aku tau hanya Rawonnya saja. Begitu sudah memesan dan sampai pesanan datang Arman diam nggak bersuara. Hingga suara telepon Arman pun menyadarkan keheningan malam kami berdua walaupun suasana Cafe begitu sangat ramai. Apalagi malam ini adalah malam minggu.


Aku menyantap sajian yang beberapa menit yang lalu sudah di suguhkan oleh pelayan Cafe. Ya, yang aku pesan tadi Nasi Goreng Rawon. Ternyata enak juga. Maklum lah ya soal makanan aku anggep aja enak semua. Kecualiiii pare jengkol wkkw.


"Mas, mau nyoba? Aku suapin ya"


"Bolehh, sosweet banget sih kamu".


Aaaaa... Arman pun membuka mulutnya. Belum juga makanan masuk ke mulutnya teleponnya berdering lagi.


"Mm ya udah Mas Arman angkat dulu aja teleponnya."... Akhirnya sendok berisi nasi goreng rawon itu pun aku makan sendiri. Namun,


"Sini dong. Mulutku disini nih. Katanya mau nyuapin aku".. Kata Arman mengabaikan teleponnya yang masih berdering.


"Tapi teleponnya Mas itu..". Kataku menunjukkan ke arah telepon Arman yang berdering sejak tadi yang tadinya pun sudah diangkatnya. Ketika pembicaraan Arman dengan siapa itu yang telepon selesai. Telepon tadi pun berdering lagi.


"Lama ahh.. Mmmm... Enak juga disuapin calon ya 😂".. Kata Arman yang membuatku tersipu malu.


"Halo.. Haloo Assalamualaikum gimana Bro?". Kata Arman yang masih senyum - senyum ke aku ketika aku suapin tadi. Sambil mengangkat teleponnya yang beberapa kali sudah berdering.


"...."


"Iki lagi karo kancaku (ini baru sama temenku)"..


Deg. Seperti tamparan bagiku . Apa? teman? Barusan dia bilang calon sama aku?


"....". Pembicaraan temannya yang aku sendiri pun tidak dengar.


"Hhhha ora - ora,, iki karo cewekku(nggak-nggak,, ini sama cewekku)". Lah, ah auk nggak ngerti deh. Tika jangan kepo Tika.


"Siapa yang telepon Mas?". Bisikku. Akhirnya aku kepo juga hahaha.

__ADS_1


"Hima Sayang". Katanya sambil mengelus kepalaku.. Cewek siapa yang nggak melted diperlakukan seperti ini. Hihi. Btw Hima? Segitu deketnya ya Arman sama Hima.?


Maaf telat up 😢


__ADS_2