Cinta Bukan Hanya Kata

Cinta Bukan Hanya Kata
Suasana dikerjaan


__ADS_3

Ku lihat Vina dan teman lain melambaikan tangan dari balik kaca Cafe. Menandakan kalau orderan sudah ada. Banyak orderan malam ini, sampai lupa kalau tadi aku naruh kertas list blanjaannya dimana. Huhhh harus ngulang lagi, apa aja tadi yang dibelanjain. Kesalku sambil menggaruk - garuk kelapa yang tidak gatal.


Waktu sudah mulai lenggang setelah membuat orderan customer tadi "Makasih Mas sate dan coklatnya". Ku kirim pesan ke Arman. Dia kesini tadi ngasih sate sama coklat. Kok bisa ngerti aku suka sate sama coklat ya. Tanyaku sambil senyum - senyum sendiri.


Aku jadi lebih ingin berharap untuk kali ini, aku harap bahagia selalu hadir dan selamanya akan seperti ini. Terlebih sekarang aku yang sedang jatuh hati sama Arman. Walauuu.... entah perasaannya sama atau tidak terhadapku. Aku hanya ingin membuka hatiku untuk orang yang tepat, dan aku rasa Arman lah yang tepat berada dihatiku. Dan tidak ingin lagi aku terluka pada jamannya masih ada Rey. Sangat menyakitkan. Hanya waktu yang bisa menjawab semua ini, jalan takdir ku seperti apa nantinya, ku yakin pasti semua akan indah pada akhirnya. "Kaa mau banana milkshake nggak?". " Lah, nggak dijawab, dan ni anak kenapa lagi pake senyum - senyum sendiri ". "Hmmm ada ide nih"

__ADS_1


"Aduh... Duhhh... Aduhhhh..!!! Apa apaan sih ini, kamu pikir aku lagi tidur apa pake di kibasin air kayak gitu, mana bekas cucian gelas lagi. Jorok banget sih, hahhh..!!" . Kataku kesal sama anak satu ini, sapa lagi kalau bukan Syarif si anak barista yang jailnya nglebihin aktor Sule itu.


"Yaaa, iya emang kamu tidur. Kamu tidur dalam lamunan, pake senyum - senyum sendiri lagi. Kesambet ni jangan - jangan kamu Ka?! ". Kata Syarif ngledek. "Ohhhh... Mentang - mentang dapet oleh - oleh dari pacarmu tadi kann, ngaku deh". Katanya dengan mengidipkan matanya nggak tidak kelilipan itu.


"Ihhh ya biarin napa sih, idup - idup gueee, dan itu bukan pacarku ya, ngledek apa ngledek". Kataku pake bahasa ala - ala betawian. Karena pada dasarnya aku dan Arman ini masih tanpa status. Melainkan hanya teman saja. Syedicchhhhh hati dedek

__ADS_1


"Hufftttt kepo bangete dadi uwong( kepo banget sih jadi orang) ... Yowes mange ada apa to (Yaudah emangnya ada apa sih) Syarifuddin si playboyyy mata keranjanggg?!!". Kataku dengan kepala dimajuin dan mata agak melotot saking kesalnya.


"Hahaha... Iki lho gelem banana milkshake ra? Le gawe kakean. Biasane koe lak seneng banana milkshake to? ( ini lho mau banana milkshake nggak? Aku buatnya kelebihan. Biasanya kamu suka banana milkshake kan?) ". Katanya sambil menunjukkan banana milshake yang masih ada didalam blender,


"Oalahhh mbok ket mau Mas udinnn, jangan lupa tambahin es krim vanilla. Yang banyak".

__ADS_1


"Jeneng panggilanku Syarif yaaa. Bukan udin, mentang - mentang gratis mintanya nglunjak ". Katanya dengan bibir manyun mengejek sambil ngasih banana milkshake kesukaanku. Disamping itu aku lihat Vina dan lainnya hanya geleng - geleng kepala yang sudah biasa menonton perdebatan antara aku dan si Syarif ini apalagi dalam satu shift. Sambil menyruputt banana milkshake buatan Udin Syarif eh Syarifuddin, kulihat ponselku ada notif pesan di whatsapp. Tapii kali ini ada yang beda.


Terimakasih, selamat membaca🤗


__ADS_2