
Setelah Eno membalas itu aku langsung membalasnya penuh kegirangan, maklum aja ya seorang Tika tuh sehari nggak kepedean nggak bisa.
"Bisa lahhhh". Jawabku spontan dan singkat, walau aslinya mah seneng digombalin gitu hahaha. Sama siapa aja deh pokoknya mau cewek apa cowok. Cuman sok - sokan cuek hehe. Ampun ampun dah lu Ka Tika.
"Arep nglanjutke nengendi Ka, opo arep langsung kerjo? (Mau lanjutin kemana Ka, apa mau langsung kerja?)". Balasnya cepat
"Hehe belum tahu sih, tapi aku pengen kerja aja, udah nggak ada niatan buat kuliah juga sebenernya". Balasku sambil menepuk jidat yang tidak bersalah karena sama sekali tidak memikirkan tentang hal ini saking bahagianya.
__ADS_1
Tapi dari lubuk hati yang paling dalam sih aku mengatakan untuk kerja saja, mengingat perjalanan adekku yang masih panjang seperti kereta, lebih baik aku mengalah saja. Tapi aku juga belum tanya ke orang tuaku sebaiknya gimana. Tapi disisi lain aku juga ingin merasakan punya uang sendiri dari keringatku. Eh mang ada keringat yang bisa menghasilkan uang ya?? Wkwkwk. Hmm Tapi... Tapi... Tapi.... Bagaimana ini? Ah dipikir besok saja lah.
Setelah kelulusan selang seminggu, aku diajak temanku yang waktu itu aku pikir cuma penasaran sama aku yang sampai ngajak ngelamar kerja lah ngelamar casual lah tapi belum juga dilamar - lamar. Upsss hehe.
Lama - kelamaan aku kenal sama dia dan jadi akrab walau dulunya kita tidak saling kenal karena beda kelas walau satu jurusan. Karena disekolahku kelas Tata Boga itu dibagi menjadi empat kelas. Sebenernya lima kelas tapi yang satunya khusus kelas patiseri atau bisa juga disebut kelas bakery karena kelas tersebut cuma untuk khusus membuat kue saja. Namun kalau Tata boga bisa mencangkup semuanya, dari hidangan pembuka sampai hidangan penutup. Hidangan penutup itulah nantinya dikelas Boga bisa dibagi menjadi dua, yaitu hidangan penutup tradisional dan hidangan penutup kontinental termasuk kue salah satunya.
"Ka, kamu duluan deh nanti kalau pas dipanggil, aku masih grogi nih hehe". Kata temenku yang nggak lain namanya Linda biasa aku panggil Lindut karena udah akrab.
__ADS_1
"Hahah... Dasar kamu ini kebiasaan, yang diajak siapa yang suruh duluan siapa.. Ckckck".
Banyak pelamar kerja ditolak disana. Aku sudah memutuskan untuk kerja saja karena menurut bapak lebih baik kerja saja, mengingat masih banyak kebutuhan dan aku sendiri pun juga enggan melanjutkan kuliah lagi, dengan bayang - bayangan kertas yang selalu masih menghantuiku sampai saat ini.
Pilihan terakhir aku milih kerja dan aku keterima kerja disana tanpa test food, untuk seragamnya pun mudah, untuk hari Senin Sampai Kamis memakai baju warna merah, yang penting sopan sedangkan Jum'at dan Sabtu memakai baju warna Hitam. Namun senang dan sedih kembali menghampiriku. Disini yang keterima kerja cuma aku saja, temanku si Linda yang ngajak aku malah nggak keterima. Entah, aku pun juga tidak tahu alasannya. Namun setelah interview itu dia juga langsung mencari pekerjaan lain. Alhamdulillah dapat kabar kalau dia sudah keterima bekerja di salah satu toko kue di daerah Bantul. Setelah beberapa bulan bekerja dan mengenal banyak menu - menu disana, akhirnya aku memutuskan untuk menghubungi Eno lagi.
Hehe update lagi. Happy readding🤗😊
__ADS_1