Cinta Bukan Hanya Kata

Cinta Bukan Hanya Kata
Video??


__ADS_3

Wajar saja bila Tika masih belum mempunyai semangat hidup seperti sebelumnya, derita hati yang Tika alami sekarang memanglah hal yang biasa. Entah dimana jiwa semangat Tika itu pergi. Hadirnya derita ini membuat Tika menjadikan Tika seorang yang lemah. Bukan Tika yang super kuat dan bisa melawan rasa sakit di hatinya itu. Namun dalam hal pekerjaan Tika sangat profesional, tidak menunjukkan rasa lesu, itu lah kuatnya seorang Tika. Walau kadang ijin ke kamar mandi sebentar bukan untuk buang air kecil atau besar, namun Tika melupakan rasa sakit di hatinya. Sesekali kepalan tangan Tika mendobrak dinding dalam kamar mandi yang kokoh. Beda dengan jamannya Tika berpisah dengan Rey dulu. Kini setelah perpisahannya dengan Arman rasa ceria yang selalu hadir setiap hari lenyap begitu saja. Sukma tentunya juga merasakan sakit hati melihat Tika sahabatnya sejak SMP itu selalu terluka karena cinta. Apalagi Eno, Eno yang selalu menguatkan Tika dengan caranya sendiri walau Tika tidak terlalu menghiraukannya, bagaimanapun juga keluarga telah mendukung jikalau Tika dekat dengan Eno.


"Pak, Tika besok diantar ya kerjanya". Pinta Tika dengan lemasnya.


"Lhoh tumben ni anak pengennya dianter?". Gumam Bapak Tika dalam hati "Tumben Ka? Kenapa?". Tanya Bapak Tika


"Nggak kenapa - kenapa Pak, pengen aja dianter hhe".. Alasan Tika


"Ok Siap Nonnn Hahaha...". Kata Bapak Tika yang membuat Tika menjadi tertawa walau hanya sesaat. Entah siapa yang akan bisa membuat Tika bisa mempunyai semangat disetiap harinya seperti dulu. Ataukah Eno? Atau yang lain?.


Kebosanan selalu melanda Tika,, selain membaca komik dan Novel Tika selalu menyempatkan untuk melihat story - storynya yang ada di kontak whatsappnya, seketika itu dia yang asik melihat postingan di whatsapp tidak sengaja menekan nama Eno yang kebetulan Eno memposting sesuatu.


"Lhoh Eno? Dia masih minum?". Gumam Tika dalam hati setelah melihat postingan Eno dengan foto berbaris minuman angg**. "Komen nggak ya. Mmm.... Nggak usah deh ntar dikiranya gimana lagi?". Akhirnya Tika tidak jadi meng - komen postingan dari Eno.


Ya memang Tika merasa Tika bukan siapa - siapanya Eno, bahkan untuk chat saja kalau bukan dimulai dari Eno duluan Tika nggak chat dulu dengan Eno. Walauuu Tika sendiri bingung juga mau chat apa sama Eno. Soo, not important about it ya wkwk. (maaf author sok pake bahasa inggris nih, maaf kalo ada salah juga ya πŸ˜‚)


"Yang ada nggak selalu akan ada, dan yang pergi bukan berarti dia akan kembali, seperti tetesan embun yang menempel didinding dedaunan hijau dipagi hari, akan hilang dalam hitungan detik, walau esok akan kembali lagi tapi bukan berarti didedaunan yang sama ".


Kata - kata ini menjadi cerminan bagi Tika saat ini. Dengan spontan pula Tika menambah ke album diarynya yang kebiasaan cewek - cewek jaman sekarang bakal di posting di berbagai jenis sosmed setelah memotret sebuah curhatan dikertas putih bergaris hitam . Namunnn itu hanya disimpan oleh Tika di album diarynya saja, bukan untuk diposting. Entah ada angin apa Tika memposting yang nggak akan pernah bisa diposting oleh seorang Tika, jangankan memposting melihat saja bahkan mendengarkan saja Tika sudah geli . Bukan hanya di whatsapp saja Tika memposting melainkan diberbagai jenis sosmed.


"Apa - apaan nih Tika?! Ngapain posting kayak gini?". Gumam seorang lelaki bersuara emas eh bersuara keras itu.

__ADS_1


"Hapus tuh storymu..! ". Ketikan huruf dalam satu kalimat terkirim ke nomor Tika.


Dering notif terdengar ditelinga mungil Tika, tanpa basa basi dengan cepat pun Tika langsung menghampiri sumber suara dering notif tadi.


"Ehh iya mbah, kok bisa ya aku posting ginian😭". Balas Tika disertai emoticon air mata mengalir deras dengan mata merem dan senyum terbalik. Uppss lanjuttt...


"Hapus aja langsung..! ". Pintanya


"Hhe iya mbah udah". Balasan singkat padat jelas diterima oleh Eno.


"Yaelahh singkat lagi singkat lagi Tika ngebales. Harus cari topik nih. Tapi apaaa??? Ka Tikaaa, ngertiin aku dikit dong. Aku rindu" . Gumam Eno dari sebrang genggaman ponsel Tika. Dalam detik menit jam yang sama Tika pun juga bergumam "Kenapa Eno membalas lama sekali? Apa dia marah aku posting seperti ini? Tapi kenapa juga aku mikirin dia marah atau enggak. Huh".


"Kenapa posting begituan?!". Tanyanya. Akhirnya Eno punya bahan topik lain.


"Enggak tau juga hehe". Balas Tika bingung, walau tadi sempat menunggu balasan dari Eno tapi setelah ada balasan dari Eno, Tika bingung untuk membalas kembali pesan Eno.


"Ada apa bro? Kok kayak lagi galau gitu? Tumben amat dah? Wkkwkw".. Ledek salah satu temen Eno


"Nggak apa - apa, kenapa pada kepo sih lah... ". Ketus Eno.


"Hmmm... Tau nih aku Mbah, pasti gara - gara Tika lagi kan? Ngaku napa..!". Goda temen Eno

__ADS_1


"Apa sih nggo, nggak usah sok tau lahhh...!!". Jawab Eno yang nggak mau mengakui fakta yang sebenarnya sedang terjadi malam ini. Entah apa yang akan terjadi nanti, Eno hanya pasrah. Eno yang hanya bisa menjaga Tika dari jauh nggak bisa apa - apa. Hanya mendoakan agar Tika selalu dalam keadaan yang selalu baik. Eno tidak suka melihat Tika bersedih. Impian Eno hanyalah membuat Tika selalu bahagia dengan caranya sendiri.


"Mas mau tanya sesuatu boleh?". Tika pun memberanikan diri bertanya ke Eno.


"Akhirnya Kaaa, kamu whatsapp aku duluan juga..". Gumam Eno sambil senyum - senyum sendiri. "Iya Ka, tanya apa?". Dalam hati Eno yang paling dalam rasa senang sangat menghampirinya saat ini karena sebelum Eno balas lagi pesan dari Tika sebelumnya. Eno sudah mendapatkan sebuah hadiah yang di anti - nanti, yaitu pesan dari seorang Tika yang menurut Eno itu wanita paling syantik.


"Mmm... itu anu maaf sebelumnya mbah, bukan maksud apa - apa. Cuman mau tanya aja kalau kamu itu masih minum ya?"... Tika pun memberanikan diri dengan niat dan tekadnya


"Kenapa Tika malah tanya ini, kenapa kalau aku minum? Apa Tika mulai peduli denganku kali ini? ... Hahah halu aja bawaannya palingan juga cuman tanya doang kan.. Huffttt". Gumam Eno lagi.


"Hehehe... Yaa masih Ka, tapi nggak sesering dulu". Balas Eno berusaha tetap cool walau nggak langsung berhadapan dengan Tika.


"Katanya mau berhenti minum - minum?". Tanya Tika kembali ragu - ragu. Sebenarnya Tika takut nanti Eno marah apa gimana.


"Hehhe... Ya perlahan dong Ka, ini juga nggak tiap hari aku minum. Kenapa kok tanya tentang ini Ka?". Tanya Eno penasaran


lagiiii lagi dan lagi author sangat minta ijin. Eh sangat minta maaf karna terlalu sangat telat banget. Tetep setia dengan karya saya ya 😍


Selamat hari kemerdekaan yang ke - 75 untuk Indonesiaku. Jaya terus, sehat wal'afiat. Aamiin., 😊


Eitsss, jangan lupa klik jempolnya yak hihi.

__ADS_1


__ADS_2