Cinta Bukan Hanya Kata

Cinta Bukan Hanya Kata
Bangga dengan diri sendiri


__ADS_3

Berhampuran kemerlip bintang pun menyambut malam dengan semangat. Seraya diikuti angin - angin sepoi yang membuat awan tergusur dan digantikan langit yang amat cerah, secerah hatiku ini hehe sembari diikuti gerakan yang tak henti - hentinya dari tanganku menengadah untuk bersyukur kepada yang Maha Kuasa. Perlahan ku buka lembaran demi lembaran nilai. Nggak sia - sia aku giat dan rajin selama ini. Nilai ujian, praktik, nilai tambahan lain pun tidak ada yang buruk. Aku lulus SMK, adeku pun Alhamdulillah juga naik kelas dan pindah jabatan menjadi kelas VII SMP yang aslinya dia juga lulus SD . Tidak henti - hentinya aku memeluk ibuku dan bapakku serta adekku.


"Opo to mbak, risi aku ki tok peluk - peluk ngeneki, gek hih ngambungi barang, obatmu entek ye Mbak? (apa sih Mbak, risih aku tuh kamu peluk - peluk kayak gini, dan hih nyiumin segala lagi, obatmu abis apa mbak?)" . Kata adekuu yang menepis tanganku untuk memeluknya dan menciumnya berkali - kali tapi dengan sigap dan tanpa pikir panjang tanganku langsung menangkis.

__ADS_1


" Yo nggak apa - apa to? Wong ya adeku dewe seng tak peluk ro tak ambungi, berhubung mbakyumu ra due yang, yowes koe aja yang tak peluk sama cium hahaha..... ( Ya nggak apa - apa kan? Orang ya adeku sendiri yang di peluk sama di cium, berhubung mbakmu ini gak punya pacar, yaudah kamu aja yang aku peluk sama cium hahaha)" . Kataku sambil memeluknya lagi dan nggak lupa beri selamat sekali lagi atas kenaikan kelasnya yang sudah menjabat kelas VII sekarang. Setelah itu menuju kamarku yang ku tinggalkan dari tadi.


Tinggal menikmati liburan sesukaku kali ini tanpa harus mengkhawatirkan sekolah terlambat karena bangun kesiangan, mikirin makalah - makalah yang selalu direvisi sampai ke tiga kalinya. "Huffttt legaaa" . Kataku sambil merebahkan tubuhku yang lelah, tapi untuk kali ini lelah tidak terlalu kurasakan, karena itu semua sudah berganti kebahagiaan.

__ADS_1


Hampir lupa, setelah kelulusan tadi saking senangnya aku belum menyalakan ponselku. Akhirnya kuraih ponselku yang sudah bersemedi dikamarku sejak sore tadi. Ada notif dengan kontak yang bertuliskan "Simbah Eno". Karena terbiasa dengan sebutan Simbah sampai - sampai kontaknya pun aku nambai dengan Simbah Eno. Hahaha keterlaluan emang akunya. Tapi mau gimana lagi ya kan mau dinamai sayang juga aku nggak ada perasaan apa - apa sama sekali sama orang satu ini. Karena aku pandang dia adalah cowok yang nakal karena dia sudah perokok berat, suka miras (minuman keras). Dan lagi kulihat dia nganggur tidak ada pekerjaan. Memang benar pepatah mengatakan kalau melihat orang jangan dari luarnya. Ya gimana mau liat dalamnya orang luarnya aja susah ditebak kok. Hadehhhh.


"Hahaha... Yaiyalahhh cantik, kan aku wedok (cewek) Mbah". Jawabku bangga

__ADS_1


" Haha sae ae lu tong. Tapi emang bener kok kalau kamu cantik". Balasnya dengan emot senyum sumringah. Seorang Simbah bisa ngegombal ternyata. Batinku


Maaf nggeh sedoyo mawon, kula telat ndamel crito kula maleh. Biso kulo namung nuwun mugo ora getun🙏 cekap semanten maturnuwun. Hehe kayak lagu ya. Ya intinya saya benar - benar berterimakasih sekali kepada yang setia membaca karya saya. Maafkan juga Jika masih ada banyak kesalahan dalam penulisan dan keterlambatan meneruskan episode berikutnya. Ditunggu episode selanjutnya ya. Nuwun🤗🙏

__ADS_1


__ADS_2