Cinta Bukan Hanya Kata

Cinta Bukan Hanya Kata
Mengingat kata - kata Bapak


__ADS_3

"Hmm iya". Balasnya lama dan kali ini jutek.


"Lhoh kok jutek banget Mas,?? Perasaan tadi Mas seneng - seneng aja?. Aku ada yang salah emangnya Mas?" . Kataku nerocos


"Nggak, nggak ada sih sebenernya. Cuman lain kali jangan akrab - akrab lagi sama Hima". Hima?? Ohhh yang tadi itu. Kataku dalam hati.

__ADS_1


"Suka gitu orangnya udah tau udah punya cewek masih aja kegatelan sama cewek lain". Balasnya lagi...Belum sempat aku membalas karena terlalu lama berfikir Apakah ini artinya dia cemburu? Kalau cemburu itu tanda cinta marah tandanya sayang, eh malah nyanyi. Yaaa, mungkin cuman suruh aku lebih hati - hati aja, nggak mungkin dong dia cemburu. Cemburu pun pasti cuma becanda. Andai aja aku bisa membaca pikiran orang lain, termasuk Arman ini, apa dia cuma sekedar menyuruh aku hati - hati atau dia emang cemburu??


Pada dasarnya aku ingat dari kata - kata Bapakku waktu itu, "Nek seneng yo wes ben seneng, bapak kenal koe Ka, nek koe wes dicedai wong lanang mesti koe langsung kepincut. Yo bapak ra mempermasalahkan kui. Cuman lebih ati - ati wae, koe wes gede, koe iso nentuke pilihanmu. Mbok ro sopo wae bapak ra nglarang, mergo wong tuo iku bisane cuma kei restu, endi seng apek lan ora apek nggo anake dewe ( Kalau suka yaudah biarin aja suka, Bapak kenal kamu Ka, kalau kamu udah di deketin sama cowok pasti kamu langsung tertarik. Ya, Bapak nggak mempersalahkan itu. Cuman lebih hati - hati aja, kamu udah besar, kamu bisa menentukan pilihanmu sendiri. Walau sama siapapun itu Bapak enggak nglarang, karena orangtua bisanya cuma kasih restu. Mana yang baik dan mana yang tidak baik buat anaknya sendiri) ".


Selang beberapa hari Arman mengirim pesan di whatsapp, tapi lama aku balas karena sedang mudik di tempat nenekku karena sepupuku ada yang nikahan juga jadi nginep sekalian di tempat nenek, akhirnya kita (Aku dan Arman) melalui via vidcall. Yaaa memang terbilang kita sudah akrab sih, akrab banget malah. Tapi kali ini sepertinya ada yang beda dari sosok Arman ini. Bukan beda karena sedang marah seperti kemarin.

__ADS_1


Dddrtttt..... DDrrttttt... Dddrrttttt


Lanjut terusssss, lupa like ya 🙏😊


Terimakasih yang sudah membaca dan mengelike karya saya. Mohon dimaafkan dan dimaklumi masih tahap belajar membuat karya. Hihi jangan dibully ya😂

__ADS_1


__ADS_2