Cinta Bukan Hanya Kata

Cinta Bukan Hanya Kata
Keseruan (2)


__ADS_3

Aku pun menggeleng bertanda aku gak mau karena takut malah gosong lagi wkwkwk. Percobaan kedua ini aku malah nggak bisa fokus. "Gini, kamu olesin semua sebelum di panggang tadi, ya udah bener.. Cuman kamu belum ngolesin mentega di tengahnya. Kayak gini" . Katanya perlahan sambil mengoleskan mentega di tengah lapisan roti itu, aku cuma bisa berdehem karena baru kali ini aku dan Arman bisa bertatapan muka dengan jarak dekat. Tak henti aku menatapnya .


"Tengahnya juga harus dibakar, terus bakar tengahnya dan baliknya gini". Dia pun memulai aksinya, tapi kenapa aku yang disuruh maju aku kira hanya untuk memperhatikan caranya dulu. Melihat aku diam dan menggerakkan spatula saja.


Tanpa sadar tanganku sedikit kena wajan pemanggang roti bakarnya.


"Ahhhh". Jeritku reflek sehingga membuat Arman kaget.


"Kenapa????! ".


"Kena pemanggang Mas, panas banget". Deg.. Tanpa bicara lagi tanganku langsung dipegang sama Arman dan Arman pun mulai meniup - niup dengan nafas nan hangatnya.

__ADS_1


" Mmm... Maaf Nduk nggak sengaja. Mmm.. Sampean iseh arep belajar ora? Nek ora yo ora popo lain kali wae. Wedi nek sampean keno pemanggang meneh. (Kamu masih mau belajar nggak? Kalau nggak ya nggak apa - apa lain kali aja. Takut kamu kena sama pemanggang lagi)". Katanya gugup


"Mau donggg, Ayokk..." Tetap dengan posisi yang sama aku didekat pemanggang, tanpa ada rasa takut lagi. Aku kembali memegang spatulanya. Tapi aku diam kembali, mengerti aku diam lagi Arman pun mulai bicara.


"Lah, ngopo meneng?? (Lah kenapa diam??) ". Mengerti maksudku sontak Kedua tanganku yang sedang memegang spatula di pegang erat sama Arman dan Arman ambil alih berada dibelakangku sambil menunduk karena aku lebih pendek dari dia sehingga kita pun hanya berjarak beberapa centi saja.


" Kenapa Arman selalu aja membuat jantungku mau copot". Gumamku dalam hati.


"Bagus, itu udah bisa kan"... "Gimana gampang kan?". Aku menganggukkan kepala "Gampang - gampang gundulmu". Sahutku dalam batinku


"Mmmm... Maa..Maaf nduk nggak sengaja. Reflek aja beneran deh maaf ya, duhh daritadi nihh ".. Kata Arman sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Duh kenapa dilepas sih, padahal seneng aku dipegang kayak. Dasar Dichat aja panggil sayang, ketemu mah boro - boro yang ada ndak nduk ndak nduk aja. Kesalku dalam hati

__ADS_1


"I.. Iya Mas maaf juga ya. Maklum baru pertama nih hehe". Kataku mencairkan suasana. Walau hatiku sudah begitu cair melted banget rasanya, semelted coklat roti bakar ini. Ya mungkin begitu kali ya jiwa anak pondok atau pesantren masih suka malu - malu. But, i don't care lah Hahaha.


Roti bakar pun sudah terbalik dan tinggal nunggu mateng tengahnya deh. Setelah itu aku serahkan ke Arman agar waktu juga tidak terlalu lama. Akhirnya yang ditunggu - tunggu pun hadir. "Roti bakar cah ndesoooo...!!!". Seruku diiringi aplouse dari kedua telapak tanganku yang gemulai ini. Hihihi


"Yaudah yuk kita makan, ini udah matang".. Sambil melahap Arman pun bertanya.


"Oiya nduk sampean mpun maem dereng to? ( Oiya nduk (neng) kamu udah makan belum sih?)".


"Belum Mas sebenernya hhe". Kataku lagi sambil mengunyah. "Emangnya kenapa Mas?".. Kataku melirik Arman yang berada disampingku. Hujan sedikit deras menambah syahdu malam ini. Ketika hujan mulai reda walau masih sedikit gerimis. Arman pun mengajakku ke angkringan dekat tempat ia berdagang dan berhubung ada Hima. Dia yang suruh menjaga grobaknya sebentar.


"Ngeneseee cahhh... Mung dewe, Kon jogo gerobak, barkui ditinggal pacaran (Ngenesnyaaa.. Cuma sendiri, suruh jaga gerobak, abis itu ditinggal pacaran) " . Kata Hima menyindir aku dan Arman sambil meniupkan asap rokoknya . Aku dan Arman pun hanya tertawa menanggapi celotehannya.

__ADS_1


Happy Readding😊


__ADS_2