Cinta Bukan Hanya Kata

Cinta Bukan Hanya Kata
Arman Yang Beda


__ADS_3

"Ngeneseee cahhh... Mung dewe, Kon jogo gerobak, barkui ditinggal pacaran (Ngenesnyaaa.. Cuma sendiri, suruh jaga gerobak, abis itu ditinggal pacaran) " . Kata Hima menyindir aku dan Arman sambil meniupkan asap rokoknya . Aku dan Arman pun hanya tertawa menanggapi celotehannya.


Seperti biasa aku memesan es jeruk dan Arman tumbennya pesen Susu Jahe panas.


"Yakin pesan es nduk?". Katanya ragu


"Hehe iya Mas, walau ujan suka sering gerah akunya hehe?". Aku pun juga makan nasi yang nggak asing lagi bagi kalangan anak muda terutama anak ndeso (desa) yaitu Nasi Kucing. Saking lapar dan lahapnya aku pun tersedak

__ADS_1


"Uhuuuk.. Uhukkk..!!!".


"Duh pelan - pelan nduk". Katanya sambil menyodorkan gelas berisi es jeruk yang ku pesan tadi. Tanpa menjawab aku langsung mengambil minumku..


Rasanya gak mau pulanggg. Tapi apa daya aku nggak mungkin nggak pulang. Yang ada malah nanti aku nggak boleh keluar malam lagi sama Bapak Ibukku.. Aku pun pamit dengan Arman dan temannya. Sesampainya dirumah aku nggak bisa ngelupain kejadian malam ini. Aku nggak bisa tidur namun akhirnya terlelap juga sampai - sampai bangun sudah kesiangan.


Liburku sengaja aku bangun siang, dan lagi tujuanku nanti menemani Arman lagi. Walau beberapa kali aku ditegur sama Bapakku

__ADS_1


" Hehe,, muk arep ningei dilit kok be(cuma mau tengok bentar kok be) ". Ngerti aku mulai ngebantah. Bapakku hanya bisa diam namun aku tetep kekeh untuk ke tempat Arman.


Hari berlalu membuatku semakin terbiasa untuk menemani Arman di tempatnya berdagang. Sampai hari dimana dia mengatakan yang sejujurnya kepadaku tentang perasaan yang sesungguhnya kepadaku itu. Bahwa habis lebaran tahun ini dia akan melamarku dengan membawa kedua orangtuanya menghadap orangtuaku. Semoga bisa terwujud batinku penuh harap. Walau pada dasarnya orang tidak boleh berharap berlebihan. Apalagi berharapnya kepada Yang Maha Pencipta.


Hampir setiap hari aku kesana sehingga beberapa tetanggaku sudah yang banyak mengetahui hubungan aku dan Arman. Diapun juga telah memberitahu ke tetanggaku yang tempatnya ia sewa untuk dagang kalau aku ini calonnya dia. Ya Ampunnn senang sihh. Tapi gimana nanti kalau Bapakku dengar, aku hanya takut Bapakku nanti yang agak malu dengar ini, karena Bapakku juga dekat dengan tetangga u yang satu ini. Sekarang Arman pindah karena ada perselisihan antara pedagang ditempat ya dulu. Itu juga dari usulnya Bapakku agar standnya disitu aja di tetanggaku ini. Tempat yang strategis dan gampang dilihat banyak orang.


Hari ini aku ketempatnya Arman bukan untuk sekedar membantunya melainkan untuk menanyakan kenapa dia berubah dengan perasaanku yang sudah menerima dia dengan apa adanya??. Dari chattingan yang kadang tidak dibalas, dibalaspun singkat dan kadang pun ditelfon nggak aktif?? Apa memang kodratnya seorang lelaki itu gampang bosan? Perasaan kemarin - kemarin juga baik - baik aja. Kenapa dia nggak seperti biasanya?. So?? Aku berbuat apa sampai dia seperti yang sekarang ini??

__ADS_1


Happy Readding semua 🤗


Jangan bosan membaca karya saya ya. Dan Jangan lupa like nya lagi tentunya hehe, terimakasih banyak 🙏😊


__ADS_2