Cinta Bukan Hanya Kata

Cinta Bukan Hanya Kata
Bangkit dan bangkit


__ADS_3

Makan berdua memang terasa syahdu apalagi dengan pasangannya. Tapi kita ini cuma teman saja, jadi suasana seperti ini sudah lebih dari biasa saja. Eno pun kembali ke ibu - ibu tadi, nggak tahu apa yang mereka bicarakan, tapi nggak lama dia kembali. Dia membawa sekotak box berisi nila bakar kesukaanku. Tapi nggak tahu juga itu buat siapa, ternyata dia bilang


"Ki nggo wong ngomah Ka" (Ni buat orang rumah Ka)". Ohh ternyata buat aku, eh buat keluargaku tentunya Hahaha. Maklum ya kepedeannya kambuh.


"Walahh Mbah, malah repot - repot lho sampean ki. Lha piro regane Mbah?" (Walahh Mbah, malah repot - repot lho kamu tu, Harganya berapa Mbah?) ". Aku pun jadi merasa nggak enak sendiri.


"Hehe... ra usah Ka, ikhlas kok aku" (Hehe... nggak usah Ka, ikhlas kok aku)"


Akhirnya aku keluarin uangku yang tinggal bebarapa lembar, karena sudah memasuki akhir bulan, nggak tahu harganya berapa aku kasih saja uang Rp 20000 ke Eno. Dia pun menolak dan tetap menolak. Akhirnya aku bilang lagi

__ADS_1


" Trima, kalo nggak, besok nggak main lagi lho". Kataku menantang


"Haha iya - iya, hih. Makasih ya". Jawabnya sambil nyentil jidatku yang lebar kek lapangan sepak bola. Ohh beraninya diaaaa batinku.


.


.


.

__ADS_1


Setelah pergi bersama kala itu dengan Eno. Kita tidak ada kontek - kontekan lagi. Hari pun berlalu dengan cepatnya. Hingga tibalah di ulang tahunku kembali yang ke - 18. Aku kembali menghubungi Eno, pengen menceritakan semuanya dengan dia, yaa biasa tentang gebetanku. Tentang apalagi kalau bukan soal itu? Hahaha. Nasib nasib, seorang Tika itu bukan gampangan apalagi pilih - pilih kekasih. Cuman jika dia itu udah ngerasa cocok yaudah nggak mau ambil pusing aja. Eee, sekalinya dapet mesti ada aja rintangannya. Dari yang gebetannya sendiri mulai berubah lah, alasan kalau nggak cocok dengan weton Jawa lah. Walau aku ini orang Jawa tapi untuk permasalahan tentang weton - weton Jawa itu sama sekali tidak ada dipikiranku ini. Karena pikiranku kan mestinya possitive terus dong Hehe. Kalau inget maksudnya Hahaha.


"Kok ngerti kalau aku suka ini?". Tanyaku bingung.


"Hehe iyalah tau kan kamu sering post tuh kalau minuman ini kesukaan kamu". Katanya sambil membayar ke mbaknya yang jual. Karena seperti biasa dia nggak mau kalau cewek yang bayarin. Kalau dipaksa baru mau dia. Huh


Setelah memarkirkan motornya kita menuju pasir yang hangat karena kelamaan terkena sinar matahari. Ya, hari ini aku dan Eno kembali bertemu ke pantai lagi. Namun kali ini kita bukan ke Pantai Depok lagi. Tapi ke Pantai yang sangat familiar dikota Jogja ini. Yaitu Pantai Parangtritis. Kita duduk nggak jauh dari ombak pantai. Kupandangi laut yang indah berwarna biru nan bening itu. Tampak raut wajahku pun enggan menoleh karena banyak kenangan disana, terutama kenangan bersama Rey. Membayangkan itu membuatku lesu. Kali ini aku harus bangkit tanpa harus merasakan sakit agar kenyataan tidak kembali pahit.


Jangan lupa selalu geser episode berikutnya. Maaf masih sering terlambat updet ya😁🙏

__ADS_1


__ADS_2