Cinta Bukan Hanya Kata

Cinta Bukan Hanya Kata
Kejadian yang penuh emosi


__ADS_3

Aku dan temanku pun mencari sela2 waktu untuk meredakan kebanjiran dapur. Dengan menyogok memakai bambu yang panjang agar saluran tetap lancar. Kami berdua pun masuk kedapur menyelesaikan orderan tadi. Setelah itu kita membereskan dapur yang seperti kapal pecah itu agar terlihat seperti dapur.


Shift sore pun datang, dan


Tringgggg.... Tringgggg.... Tringgggg....


Suara telepon Cafe berdering, setelah diangkat tiba2 salah satu server(pelayan) Cafe pun masuk ke dapur dan menyuruh seluruh dapur untuk masuk ke ruangan ibu "Ka, anak dapur semua disuruh masuk keruangan ibu(owner)". Tanpa berpikir panjang dan tau akan maksud panggilan itu. Tanpa menjawab temanku aku langsung menuju ruangan ibu bersama teman dapur lainnya.

__ADS_1


BRRRAKKKKKK....


Suara keras hentakan tangan diatas meja. "Yok, bilangin ke anak buahmu kalau ngehidangin makanan yang bner". Apaan sih, orang cuman masalah saus cecer dikit aja digede - gedein segala. Lama mengomel akhirnya aku bersuara juga "Maaf sebelumnya buk, maaf juga untuk kejadian tadi". Haduhhhh yang salah siapa yang minta maaf siapa. Kalo aku nggak maju duluan nggak bakal selesai dah ni brieffing. Gumamku dalam hati. 20 menit pun berlalu saatnya aku mengambil tas dan helmku serta memakai sepatuku. Aku dan temanku satu shift pun berlalu meninggalkan kafe, banyak dari teman aku cuekin karena masih mempertanyakan hal sepele itu. Aku itu orangnya beneran nggak bisa marah sama orang. Tapi sekalinya emosi behhh meluap kek air rebus. Emosi sama marah tu beda tipis yaaa.


Kalau ditanya masih kesal tentang hari itu, ya jelas saja aku masih kesal , banyak yang bilang kalau '' jangan marah - marah, nanti cepat tua". Yaelahhh hari gini masalah tua jangan dipikir napa, emangnya nggak mau kalo umurmu nambah. Daripada itu mending banyak istighfar aja dah kek aku misal.


Mmmmm aku masih ada utang satu cerita lagi ya, Yang kedua waktu itu aku shift malam bertempat, Satu anak server ( pelayan ), dua anak dapur termasuk aku, dan satu lagi anak barista. Waktu itu Cafe baru sepi - sepinya. Kesempatan buat kita untuk closing cepat. Karena closing nggak cuman membereskan peralatan saja tapi mencangkup semuanya. Dari yang mencuci kompor, ngelap meja, dan nulis belanja buat besok dan nulis buku stock.

__ADS_1


"Duhhh, rame kesel sepi kesel. Jian menungso menungso" (Rame capek, sepi capek. Dasar manusia manusia). Kata Mas Ibnu temanku yang bagian barista.


"Hayo akehi bersyukur wae to mbah mbah (ya banyakin bersyukur aja kali mbah - mbah (kata mbahsebutan untuk Mas Ibnu dengan julukan yang sama dengan Eno))". Kataku kayak aku ini nggak capek aja.


"Yo bali yoo, telung menit meneh we, keno nggo manasi motor (Yuk pulang yuk, 3 menit lagi cuman, bisa buat manasin motor)". Kata Mas Adit yang sedapur denganku. Tumben ni orang pinter celetukku. Sontak semua pun tertawa. Tapi seperti ada yang kurang dan benar saja.


Selamat membaca 😊

__ADS_1


__ADS_2