Cinta Bukan Hanya Kata

Cinta Bukan Hanya Kata
Bergelut dengan pikiran sendiri


__ADS_3

Deg deg deg


Suara detak jantungku tiba - tiba mendadak kenceng nggak ketulungan . "Ta'aruf". Ta'aruf yang aku tau layaknya pacaran tapi tidak bebas ketika sudah berdua dan harus ada pendamping lain agar tidak terjadi fitnah. Gimana nih, memang soal perasaan udah nggak diragukan lagi aku nyaman sama dia, tapi aku takut aku salah langkah lagi. Aduhh bingung.


"Haloo"


"Ehh.. I.. Iya halo Mas".


"Gimana kamu mau nggak? Yaaa aku nanti mau buka usaha kecil - kecilan juga buat bisa cepat nglamar kamu.. Hhee". Deg, tadi ta'aruf sekarang lamar.

__ADS_1


"Mmm... Aku boleh aku minta waktu buat jawab Mas? Hehe"


Seperti sedang berfikir akhirnya dia mengiyakan permintaanku dengan syarat aku nggak boleh lama - lama beri jawabannya. Kalau lama ya mau nggak mau dia bakal cari yang lain. Waduhhhh.


"Ka, tangi. Metu yok, lagian acarane seh sesok je, ra kepenak nek mangan nang kene terus. Barkui agi rewang meneh, wingi yo wes rewang to?(Ka, bangun. Keluar yuk, Lagian acaranya masih besok. Gak enak kalau makan di sini terus. Nanti baru bantu - bantu ibu - ibu masak lagi, kemarin juga udah bantu - bantu kan soalnya?) ". Akhirnya aku mengiyakan ajakan Bapakku ini, suntuk juga lama - lama.


"Ndono wae po Ka? nang Pantai Wonokerto. Mumpung neng kene pisan - pisan rono (Apa kesana aja Ka? Di Pantai Wonokerto. Mumpung disini sekali - sekali kesana)".. Belum aku menjawab Bapakku bilang lagi "Bapak arep selfi Ka, (Bapak mau selfi Ka)". Ya amsyonggg emang bener kalah gaul aku ini sama ortuku Wkwkwkwk.


30 menit kami sampai setelah melewati berkilometer pohon tembakau, melihat cemara yang tidak terlalu tinggi dan berjajar rapi mampu melepas dahagaku. Ku hirup udara segar sebanyak - banyaknya. Walau waktu sudah siang namun pantai begitu membuatku terpukau. Yaa memang rencana juga ingin melepas pikiran tentang katanya Arman yang mengajak Ta'aruf ini. Pikiran yang masih bergelut tentang bagaimana jawaban yang akan ku berikan ke Arman nanti.

__ADS_1


Indah, langit juga cerah, namun sedikit terasa gerah dan sedikit lelah karena sang mentari sedang menunjukkan kekuatan sinarnya yang sangat menyengat jiwa dan raga. Tidak lupa untuk menikmati pasir dan ombak yang semangat menyambut para wisatawan. Beda dengan pantai selatan, air di pantura / pantai utara terasa hangat dan ombaknya sangat slow sekali sedangkan di pantai selatan air terasa dingin serta ombaknya pun beda sekali, dipantai selatan ombak sangat cepat dan sedikit tinggi. Tidak tau kenapa bisa beda seperti itu. Namun pantai itu ya pantai sama - sama dengan angin sepoinya. Cekrek, udah berapa slide sendiri aku berfoto dan selfi dengan Bapakku. Hingga waktu berjalan dengan cepatnya sampai - sampai hari sudah hampir sore.


"Assalamualaikum"... "Uwaaaahhhh pegalnyaa, nguantuk banget rasanya". Ku rebahkan tubuhku yang aduhai ini di kasur dekat ruang tamu.


"Wa'alaikumsalam. Pie Ka, nang ngandi bae?? Nganti teka sore ngene? (Gimana Ka?, kemana aja?? Sampai sore gini?)". Kata nenekku yang membawa nampan beserta gelas yang berisikan teh hangat.


Baru aja mau njawab tapi dijawab dulu sama Bapakku "Nang pante ki mau Nek, panas poll".


"Waiyoo, inyong be ra betah howo panas ko iki (laiya, saya juga tidak betah dengan hawa panas kayak gini)". Ku tinggalkan mereka berdua, aku bergegas mandi dan ingin langsung terlelap saja. Setalah selesai bersih - bersih. Aku pun tidur dan sempat membalas chat Arman sejenak, ia pun mengerti.

__ADS_1


__ADS_2