
Kulihat Pak Satpam masih terus mencari helmku. Teliti sekali memeriksa satu per satu dari motor yang berbeda. Dari ujung barat ke ujung timur lalu ke selatan dan ke utara.
"Tika, tuh helmnya udah ketemu"
" Mbak, yang ini bukan helmnya? Yang ada gambar stiker kuda kan? "
" Mbak"
"Mbak?? Ini helmnya udah ketemu''.
" Haaa ap... Apaaa Pak? mana helm saya Pak?"
" Ya ampun kok ngelamun sih Mbak, Ka". Tanya Pak Satpam dan Sukma bersamaan.
''Ma.. Maafff. Eh iya benar Pak ini helm saya. Tapi tadi dimana helmnya Pak??''
" Dimotor yang warna abu-abu itu mbak yang dibawah" Jelasnya sambil melangkah menuju pos satpam dan tidak lupa juga aku bersalaman dan mengucapkan terimakasih. Tapi Pak Satpam tadi bilang "Dimotor warna abu - abu?". Ah sudahlah barangkali yang punya motor dipikirnya motorku motor temannya. Tetep positive thinking walau baru dalam keadaan yang serumit ini.
''Gimana udah legakan sekarang? Uhhhh anak cengeng helmnya hilang aja nangis sampe sesenggukan gitu.... Ckckckck''
''Ngledek terusss, yaudah sebagai gantinya aku traktir kamu makan deh diwarung bakso kesukaan kita yang deket sawah itu ya''.
__ADS_1
"Wahhhh.... Ayo ayo aja kalau soal makan mah, Nggak tanggung tanggung langsung gercep pokoknya Hahahaha".
.
.
.
Duk duk duk
"Aduhhh suara apaan sih tu berisik banget,gak tau orang baru nikmati bunga tidur indah apa?"
Ku tengok lapangan belakang rumahku yang sangat berisik itu lewat jendela kamarku. Samar - samar ku dengar suara seseorang memanggilku. Ternyata lapangan penuh anak - anak desa yang sedang olahraga yang gak lain dan sudah tidak ditanya lagi olahraga di desaku ini olahraga voliball.
"Simbah siapa?? Tanyaku bingung.
"Itu lho, yang gondrong anak desa sebelah".
"Oalahhhh hahahha, yaa orang aku nggak ilang kok dicariin". Sontak semua tertawa setelah aku bilang begitu, terlebih tertawa karena ngetawain anak yang dijuluki Simbah itu.
.
__ADS_1
.
.
Hari pun berlalu
Liburan pun datang yang sangat lama ditunggu - tunggu dan dinantikan. Rebahan, makan, tidur, males - malesan deh pokoknya Bosannyaaaa dirumah, kalau dirumah pengen sekolah. Pas sekolah pengennya dirumah. Huffttt dasar anak sekolah jaman sekarang idupnya pengen yang enak terus.
Drtttt drttt
Siapa sih jam segini udah ada yang ganggu . Kuraih ponsel imutku itu dengan hati - hati dan ternyata..
"Assalamualaikum, maaf ganggu, ini aku Simbah yang main voli dilapangan deket rumahmu".
Ku ingat - ingat lagi siapa sih orang yang nge inbox aku. Tapi dia bilang Simbah yang maen voli?. Ya ampunnnn Simbah yang gondrong itu?.. Masih bingung dan terus aku cek lagi yang gak lain ngestalk sih hehehe. Ohhh Nama aslinya Eno aji Sutrisno, kulihat lagi foto - foto status dan unggahan - unggahannya. Ternyata bener, nggak tega karena dia nunggu lama balasan dariku yang tertulis sudah tiga hari yang lalu. Kenapa baru masuk coba?
"iya Wa'alaikumsalam, nggak ganggu kok"
"Boleh minta nomor whatsaapmu gak? Maaf lancang"
"Ohh ya tunggu sebentar, aku nggak hafal soalnya''. Whattt? Kenapa gampang banget aku kasih nomor whatsappku ke dia? Biasanya aku nggak sembarangan ini ngasih ke orang yang belum kenal walau itupun cewek . Yaaa udah terlanjur bilang gitu mau gimana lagi. Gumamku
__ADS_1
Mohon dukungannya teman - teman. Maaf kalau masih banyak kekeliruan dalam penulisan kata🙏