Cinta Bukan Hanya Kata

Cinta Bukan Hanya Kata
Keseruan


__ADS_3

Hanya waktu yang bisa menjawab, bahkan tak tau juga kapan akan dijawabnya. Sabar dan terus bersabar.


Sontak aku pun menabok bahunya yang sedang makan, dia pun tersedak. "Uhuk.. Uhukkk.. Kok malah nabok sih nduk. Uhuk....Uhukkk... " Katanya langsung mengambil es jeruknya yang udah aku kasihkan ke Arman. Ku sodorkan sedotan ke mulut Arman. Dan mengelap mulutnya dengan tissue karna makanan yang ia santap hampir keluar lagi. Seketika amarahnya reda dan akupun sempat malu karna reflek mengelap mulutnya Arman yang disamping itu juga diliatin yang lain yang makan disini. Ada yang geleng - geleng, ada yang menutup mulutnya sendiri sambil senyum - senyum. Ada juga yang iri menatap sinis. Aku pun cuek aja dan sengaja menyodorkan sedotan lagi ke mulut Arman.


"Hehe maaf Mas, abisnya reflek sih. Hahaha.. Lagian lagi wae arep jawab sampean ngomong terus. Kapan aku iso le jawab po menanggapi huh. (Lagian baru juga ngejawab kamunya ngomong terus, kapan aku bisa jawab apa menanggapinya. Huh.)". Kataku ketawa yang berujung kesal. Dan menghabiskan mie ayam goreng serta menghabiskan es jeruk kedua ku. Karena saking panasnya cuaca hari itu aku pesan 2 gelas es jeruk sekaligus. Harap maklum sudah kebiasaan seorang Tika kalau pesan minum nggak hanya 1 gelas kadang sampai 3 gelas itupun nyeruput punya temannya. Ya ampun Tika itu perut apa galon sih. Hahaha


Akhirnya dia menyetujui yang aku saranin. Yaa nggak tau nantinya gimana yang penting aku selalu mendoakan usahanya supaya lancar dan laris. Dihari pertama dia masih mengeluh dan putus asa karena satupun belum ada yang beli. Aku pun terus menyemangatinya. Di hari berikutnya dia mulai optimis karena dagangannya mulai laris dan sering kehabisan di pukul 21.00 WIB. Meski dia mulai sibuk namun aku tetep menyempatkan diri untuk membantu membuka, menemani dan menutup serta membereskan dagangannya sampai larut malam. Terkadang pula disaat sudah tidak nampak lagi adanya pembeli. Dan dikala pembeli tidak begitu ramai. Aku sempatkan untuk belajar membuat roti bakar. Keseruan pun hadir karena baru sekali mencoba sebagiannya udah gosong duluan karena apinya kegedean. Malam ini kuputuskan untuk belajar membuat roti bakar dan ingin tau gimana cara membuatnya.

__ADS_1


"Hahaha... Gosong, Mas gosong ini gimana. Mas terus baliknya gimana. Dan ngolesin menteganya yang sisi mana aja". Tanyaku tanpa henti di lanjutin tatapan maut dari Arman.


"Lahh kok bisa gosong. Kene - kene tak genteni (Sini - sini aku gantiin)". Aku pun duduk. Baru setengah perjalanan untuk duduk sehingga baru tangan yang sampai ke tempat duduk untuk menyangga, jadilah bentuk tubuhku seolah menyerupai burung elang .


" Lha sampean arep nendi katane arep belajar (Kamu mau kemana kok malah kesitu katanya mau belajar)". Katanya membuat aku bingung.


Dia pun mengecilkan apinya dan menuju ketempat dudukku dan tanpa berkata dia menarik tanganku dan menyuruhku melanjutkan percobaan pertamaku sambil menunjukkan spatulanya yang digerakkan, diiringi pula dengan kedipan kedua alis yang diangkat.

__ADS_1


Aku pun menggeleng bertanda aku gak mau karena takut malah gosong lagi wkwkwk.


Selamat beraktifitas,


Seperti biasa, saya berterimakasih bagi yang setia dengan karya saya. Walau hanya sekedar menengok saja saya sudah senang.


Happy Readding😊

__ADS_1


__ADS_2