Cinta Bukan Hanya Kata

Cinta Bukan Hanya Kata
Ujian


__ADS_3

"Memang berjuang tidak semudah mengepalkan tangan" Gerutuku.


Sesampainya didepan kelas aku langsung melepaskan sepatuku, karena tidak boleh memakai sepatu ketika diruang komputer.


KKRRIIITTTTTTT.


Kubuka pintu tua itu dan benar saja dikelas semua sedang mengerjakan ujian. Untung saja tidak salah kelas lagi, kalau aku sampai salah kelas mau ditaruh mana mukaku ini.


"Assalamualaikum, Pak maaf saya telat" Tatapan khasnya membuatku tertunduk malu sambil menyalami tangannya yang udah tua keriput itu.

__ADS_1


"Kamu ini gimana sih mbak kok bisa telat, untung aja baru dimulai ujiannya , cepat duduk ditempatmu. Besok jangan diulangi lagi " Jawabnya ketus ditambah teman-temanku menatapku penuh senyum ejekan.


Ku taruh tasku dibawah papan tulis bersama tas teman-temanku yang lain. Memang sudah khasnya sekolahku ketika ujian berlangsung tas harus ditaruh di depan. Ku ambil alat tulis dan kartu ujianku dari dalam tasku. Dan seperti biasa , setiap ujian pelajaran ini teman-temanku mulai bertingkah sok akrab demi mendapat jawaban dariku. Termasuk salah satu temanku yang duduk dibelakangku. Ya maklum aja sih ya, aku jago di pelajaran matematika walau gak jago-jago amat sih. Tapi setidaknya aku tidak sia-sia sekolah di Sekolah Negeri. Dan tujuanku agar tidak menambahi beban dipikiran orangtuaku jika nilaiku jelek.


Walau didalam ruangan terasa sejuk akan hadirnya angin AC tapi kepala terasa sangat panas mengerjakan ujian matematika, untung saja aku bisa mengingat-ingat cara mengerjakannya.


Menyadari kalau aku otaknya paspasan tentang pelajaran yang satu ini harus penuh tenaga dan ingatan yang tajam . Dengan rumus yang berbeda-beda keliru sedikit saja harus mengulang dari awal . Yaaa, walau hanya beberapa nomor yang bisa aku kerjakan. Setidaknya waktu begadangku tidak sia-sia untuk menghafal.


''Ka, Tika cantik , Tika baik, bagi jawaban dong yang nomor 20 sampai 30". Celoteh salah satu temenku yang duduk dibelakangku. Dan yang paling bikin kesal dia meminta jawaban sebanyak itu dan seenak jidat walau jidat itu tidak enak sebenarnya.

__ADS_1


Dengan kebiasaannya mendorong kursiku hingga aku hampir terjungkal dan ketahuan guru. Demi melindungi diriku aku pura-pura menjatuhkan penaku yang pada akhirnya aku melindungi dia juga atau kadang menendang-nengdang kaki kursi agar aku menoleh.


Huffftttttt


"Baru aku kerjain nomor 22 aja Fan, nanti deh atau sama yang lain dulu aku masih ketinggalan banyak nih".


"Pelit amat sih ka, cuma sehuruf doang". Kata Irfan dengan nada melas. Akhirnya aku kasih jawabanku itung-itung sedekahlah ya. Langsunglah aku mendirikan empat jariku yang tandanya jawabannya adalah (D).


Seperti itulah kebiasaan kami dengan bahasa isyarat ketika sedang ujian. Yang mana jika satu jari adalah jawaban A , dua jari menandakan jawaban B dan tiga jari jawaban C yang terakhir empat jari adalah jawaban D. Kadang sampai 5 jari jika jawabannya sampai E.

__ADS_1


Selesai dan lega sudah aku mengerjakan soal-soal yang rumit di ujian matematika ini.Mengingat waktu semakin sedikit aku terus mengecek dan membolak-balikkan layar agar tidak ada jawaban yang terlewat.


Jangan lupa like dan komennya ya teman-teman. Masih butuh banyak saran . Maaf kalau masih banyak kekeliruan😊


__ADS_2