
"Nanti kumpul jam 3 sore ada meeting Wedding untuk tanggal 06 Juni 201* bulan depan, kenapa meeting lebih awal banget? Karena besok wedding kali ini sekitar 500pax, jadi perlu persiapan ekstra" . Kata Bosku dikerjaan baruku.
"Hufttt giliran dapet shif pagi malah ada meeting". Omel seniorku setelah Bosku keluar dari kitchen.
"Hahaha... Sabar yo pak ketua, emang kadang hidup itu ada enaknya dan nggak enaknya.." kata temanku lain yang bekerja sebagai waiters.
"Kamu aja ya Ka yang meeting, biar aku nanti pulang aja". Kata senior laki - laki ku ini, yang bernama Mas Yuda .
"Ehhhh kok enak, aku mana ngerti. Kan baru ini aku ketemu sama wedding". Belaku dengan candaan
"Betul mbak, sukurrrr kamu Mas. Hahahaha.. ".Semuanya pun tertawa melihat seniorku memelas. Begitulah candaan di kerjaan baruku sampai akhirnya kita meeting semua, tidak ada perwakilan dari kitchen maupun waiters. Tak ada satupun yang boleh megang Handphone. Ini baru meeting sungguhan gumamku.
"Oiya untuk Mbak Tika nanti bisa tanya - tanya ke yang lain ya, karena Mbak Tika baru disini dan juga baru ada wedding disini nanti dikit - dikit bisa tanya - tanya dulu". Aku pun mengangguk patuh dan senyum. Selesai meeting Mas Yuda pun dengan sigap langsung mengambil tas dan pulang.
"Sikikan yo, semangat ceman - ceman (Duluan ya, semangat teman - teman)". Kata Mas Yuda sambil berjalan ke tempat parkir.
"Ckckckc... Eling umur Pak (inget umur Pak)". Kata temanmu satunya lagi. Yang ternyata dia kakak kelasku SMK. Bahkan semua waiters disini adalah kakak kelasku SMK, namun beda kelulusan dan jurusan. Ada yang busana, kecantikan, dan perhotelan.
"Nduk pulang jam berapa?". Chat Arman sore itu juga. Ku buka handphone setelah meeting selesai.
"Ntar jam 9 Mas". Jawabku singkat
"Mmm... Aku jemput ya?". Emang iya aku sekarang baru di antar sama Bapakku. Karena belum hafal dengan jalannya di kerjaan baruku ini.
"cie cieeeee siapa tuhhh..".. Ada yang rusuh nih batinku
"hhha.. Apa sih mbak". Jawabku malu - malu.
"Nggak usah Mas, aku dijemput bapak aja". Balasku
__ADS_1
"Nggak papa nduk, mumpung aku free hehe.." Balas Arman cepat
"Mm yaudah deh ntar tak kabarin bapak". Aku pun langsung menghubungi Bapakku.
Pulang kerja
"Mas dimana?? Katanya udah sampe?. Aku chat lagi Arman yang katanya udah jemput dan sampai. Tp nyatanya dia belum dateng
" Ehhh Ka, duluan ya". Kata temanku, lebih tepatnya teman baruku
"Dimana sih ni Arman??huh."
"Ehh i.. Iya mbak hati - hati" Sahutku setelah bergumam
"Aku dikananmu, nggak ada satu menit sampe". Balasnya cepat.
Aku masih mencari, dan nggak ada satu menit sampe? Mang dia dimana?. Akhirnya aku menelfon dia,
"Apa - apaan sih. Darimana aja? Tau gitu aku suruh jemput bapak aja tadi Mas". Setelah dicium aku pun menaboknya kesal walau terselip senyum sedikit.
"Dihatimu". Lihat aku udah nggak minat dengan gombalnya akhirnya dia peka"Iya iya... Yaudah ayok naik". Ternyata dia tadi mendorong motornya dengan keadaan motor tidak menyala. Pantes aku nggak liat
"Lhoh lhohhh. Kok lewat sini si Mas? Bukannya lewat sini malah muter jauh?". Tanyaku bingung
"Mau ajak kamu jalan - jalan sebentar hehe, ya muter - muter nggak apa - apa kan?? Kita kan udah lama nggak jalan- jalan". Lahh, perasan baru kemaren kita jalan.
"Yaudah gak apa - apa, jangan jauh - jauh ya tapi". Akhirnya setelah debat mau jalan kemana dan aku selalu bilang terserah. Akhirnya Arman mengajakku ke Alun - Alun Kidul Yogyakarta. Disana banyak banget macem - macem jajanan yang membuat perutku mendadak merasa lapar lagi, padahal tadi sebelum pulang kerja udah goreng bakwan buat cemilan Hahaha dasar perut.
"Hmm besok minggu depan ulangtahunku yang ke - 20. Kira - kira bakal ada kejutan apa ya. Mungkin seperti biasa tidak ada yang spesial. Kecuali cara sederhana Eno waktu itu dan sampai saat ini pun masih ku simpan lukisan yang Eno berikan waktu itu bahkan slalu ku tempelkan didinding, walau cuma coretan dari pensil tebal. Entah kenapa aku senang sampai aku masukin ke figura dan aku tempelkan didinding. Hampir setiap hari aku melihatnya. Duh duh duhh.... Jangan mengharap kejutan deh Ka". Batinku sambil memukul kepalaku yang didalamnya ada otak yang bikin gemas saat memikir.
__ADS_1
"Kamu kenapa nduk? Pusing? Kok mukul - mukul kepalamu gitu?".
"Hehe nggak kenapa - napa kok Mas". Kataku nyengir dibalas cubitan hangat yang mendarat dipipiku dari jemari Arman "Dasar, gemesin banget sih".
Drtttt drttt
Getaran handphoneku mulai terasa di saku jacketku, walau sedikit tebal entah kenapa kalau berurusan dengan handphone langsung peka wkwkwk. Banyak pesan group di handphoneku. Tumben banget ada yang whatsapp di group? Ku buka groupku dan ternyata group kerjaanku yang lama. Dari awal aku baca isi pesan ternyata ada yang ngajakin untuk bukber.
"Ayok Gaes bakar - bakar di kerjaan lama, sambil ngabuburit plus bukber dan sekalian reunian hehe".
"Ayooo". Kulihat banyak yang setuju. Aku pun ikut komentar juga. "Kuy "
"Dimakan gih maen handphonenya nanti lagi, keburu dingin lho". Kata Arman ditengah - tengah asyiknya aku sedang membalas pesan kawan lama.
"Hehe iya Mas, Lhoh punya Mas udah habis?". Kulihat piring kecil berisikan roti panggang rasa coklat pun sudah tak nampak dipiring Arman.
"Hehe.. iya laper juga lama - lama dicuekin". Katanya dengan mata berpaling tak melihatku disertai mulut yang manyun.
"Hehe Maaf Mas. Aaaaa...". Kataku dengan melayangkan pelan garpu kecil yang berisikan potongan roti panggang. Dan ku arahkan ke mulut Arman. Namun ketika Arman hendak melahap, dengan cepat aku mengarahkan garpu tadi ke mulut ku.
"Hahaha... Apaa sih nggak lucu deh." Katanya
"Mana ada bilang nggak lucu tapi nyengir wkwkkw..".
"Emangnya tadi kamu kenapa kok serius banget lihat handphonenya? Baru chattingan sama siapa?".
"Hmm jangan mulai deh, baru nggak mau debat nih." Kataku bernafas kasar "Ini ada pesan dari group teman kerjaan lama. Katanya mau ada bukber besok tanggal 13 mei". Lanjut ku menjelaskan ke Arman yang curigaan itu.
"Ohh emangnya bukbernya dimana nduk?". Tanya Arman
__ADS_1
"Katanya sih mau di sana dicafe yang dulu Mas, tapi masih pada bingung soalnya taun kemaren juga udah dicafe. Sebagian pengen dicafe sih biar enak juga nggak repot nentuin tempat sama menu. Tapi sebagian lagi pengen diluar dilesehan atau dimana. Apa dipemancingan mungkin". Jelasku lagi, Arman pun mulai mengerti, dengan dia yang sekarang ini aku menganggap hubungan kami saat ini semoga akan baik - baik saja kedepannya. "Untukmu Arman, jangan tinggalkan aku, karena aku sudah merasa nyaman"
Jangan lupa like nya ya 😊🙏terimakasih