Cinta Bukan Hanya Kata

Cinta Bukan Hanya Kata
Perjalanan Pulang


__ADS_3

Rasa haru pun melanda, air mata ingin jatuh tapi aku tahankan. Aku peluk tubuh mungil Nenekku ini.Hanya bisa memberikan beberapa lembar uang ke Nenek.


"Ki Ka, nggo sangu (Ini Ka buat saku)". Kata budheku yang tinggal serumah dengan Nenek sambil menyerahkan uang Rp 100.000


"Mpun mboten sah budhe, dingge Adam mawon. Mpun mboten sah. Matur nuwun sanget (Udah nggak usah budhe, buat Adam aja. Udah nggak usah, terimakasih banget)". Adam yang gak lain anaknya budhe dan pakdheku cucunya Nenekku. Bukan aku sombong karena sudah menolak pemberian dari sodara sendiri. Hanya saja aku tidak enak. Kita pun berpamitan


" Benjang maleh nggeh budhe, pakdhe, Nenek. Kabar - kabar mawon mangke nek onten acra utawi onten nopo - nopo(Besok lagi ya budhe, Nenek. Kabar - kabar aja nanti kalau ada acara atau kalau ada apa - apa) ".Kata Bapakku sambil berjalan menuju motor


"Yowis, podo - podo yo. Salam nggo Ari ro anakmu seng ke loro (Yaudah, sama - sama ya. Salam buat Ari dan anakmu yang kedua)".


"Nggeh lek, Assalamualaikum".


"Wa'alaikumsalam". Jawab mereka serentak

__ADS_1


Kita pun berlalu meninggalkan kota santri dan menuju kota yang paling ngangenin. Terutama sama ibukku tercinta😍


Perjalanan masih beberapa kilometer lagi untuk menuju kembali ke kota Yogyakarta, masih terlihat ramai dan banyaknya pengendara yang ngawur hingga saat ini juga seperti ada yang mengajak kami balapan. Bapakku pun tertarik dengan pancingannya. Seru tapi menegangkan. Akhirnya mereka menyerah karena kehabisan bensin.


"Hahaha... Kita kok dilawan yo Ka". Kata Bapakku dengan gayanya.


"Hahah Laiya Be, wuuuu..." seru kami dengan kemenangan kami.


Lapar yang ditahan sudah terobati, hingga aku beberapakali rasanya tubuh terasa ingin terjatuh, layaknya orang sempoyongan . Namun bapak dengan cepat menepuk - nepuk kakiku agar sadar.


"Sabar - sabar dilit ngkas yo Ka. Tahan sek yo (Sabar - sabar dikit lagi ya Ka. Tahan dulu ya)".


Aku hanya mengangguk pelan

__ADS_1


Kami berhenti di sebuah warung lesehan yang nggak asing lagi warung pecel lele. Warung ini berada di dekat JCM (Jogja City Mall). Sedia Susu murni juga disini.


"Sidane pie koe ro Arman Ka (Jadinya gimana Kamu dan Arman Ka?)". Tanya Bapakku tiba - tiba.


"Mmm yo apek be, yo seh konconan sih. Mung arep saling berkomitmen wae be akune. Nek misal konone ngejak pacaran ( Ya baik be, ya masih temenan sih, cuman mau saling berkomitmen aja be akunya. Kalau misal dia ngajak pacaran). Jawabku


" Yo nek Bapak si ora ngopo - ngopo Ka, yo mung tetep ati - ati wae. Bapak yo isone mung kei restu. Nek iso ro Arman yo kekancan sek wong wonge yo wong adoh (Ya kalau Bapak si enggak apa - apa Ka, ya tetep hati - hati aja. Bapak juga bisanya cuma kasih restu. Kalau bisa sama Arman ya temenan aja dulu karena dia orangnya dari jauh). Kata Bapakku lagi yang membuatku berfikir keras lagi. Mengingat aku juga tidak ingin tersakiti lagi. Namun Bapak berkata lagi


"Nek Sek Simbah kae pie Ka? Yo seh sok kontekan ora ro wonge? Opo wes blas ora? (Kalau si Simbah (Eno) itu gimana Ka? Masih kontekan nggak sama dia? Apa udah nggak lagi?)". Kali ini pertanyaan Bapak mengagetkanku lagi,


" Ada apa dengan pertanyaan Bapakku ini? Kenapa tiba - tiba menanyakan Eno?". Gumamku dalam hati.


Semangat readding. 😊

__ADS_1


__ADS_2