Cinta Bukan Hanya Kata

Cinta Bukan Hanya Kata
Keluarga Pekalongan


__ADS_3

Adonan rokok pokok sudah jadi, tinggal bungkus dengan daun pisang lalu dikukus. Yaitu snack khas Pekalongan yang rasanya manis berwarna coklat. Sambil menunggu adonan matang dikukus, sodaraku yang dari bogor juga sudah datang, kami menutup cup agar - agar yang agar - agarnya sudah jadi. Saling menanyakan kabar dan apa kegiatan sekarang.


"Sampai pangling aku lama nggak ketemu kamu mbak".


"Hhha iya juga ya, sampean punya adek apa anak tunggal Ka, kelalen o".. Kata Kakak sepupuku yang bernama Mita ini.


"Haha si teteh, lupaan deh sukana". Kata Mbak Vani yang nggak lain adiknya Mbak Mita ini.


Malam ini aku lanjut bantu - bantu ibu - ibu didapur tempat sodara sepupuku yang mau nikah itu. Tidur yang kurang membuatku beberapa kali menguap

__ADS_1


"Wes Ka lireni disit bae, do liren disit kono mita karo vani. Turu nang kamare Irma kono (Udah Ka istirahat dulu aja, pada istirahat dulu sana Mita sama Vani juga. Tidur dikamarnya Irma sana)". Suruh budheku yang tau kalau aku daritadi beberapakali menguap. Jadi malu sendiri akunya.


Memang terbilang rasa kantuk semakin terasa dan tidak bisa tertahan lagi ketika waktu sudah menunjukkan pukul 22.00 WIB. Diajak lah aku sama kakak sepupuku Mbak Irma untuk nginep disini aja. Akhirnya kami berempat tidur sekamar. "Hmmmm baru kali ini aku tidur dikamar yang dihiasi banyak rangkaian bunga yang nggak lain ya kamar pengantin tentunya". Gumamku dalam hati. Aku lihat mereka sudah terjun ke bunga tidur masing - masing. Aku pun segera menyusul mereka. Belum lama terlelap


KLUUNNNTTANNGGGGG....


"Lha kok tangi Ka?". Kata Kakak sepupuku yang laki - laki. Ini Mas Ihrom namanya. Kakak tertua dari enam bersaudara. Dan yang bernama irma yang mau nikah besok ini anak kedua dan mas Izal anak yang ketiga. Untuk yang lainnya kurang hafal dan gak terlalu akrab juga karena jarang - jarang kesini.


"Hehe, Enggeh Mas, ketangi niki wau. Ajeng sare maleh mboten saged (Iya mas, kebangun ini tadi, mau tidur lagi nggak bisa)". Kataku sambil mengucek mataku. Dan membantu menghitung jumlahnya berkat yang akan di bagikan nanti. Sampai hampir subuh pun aku masih lembur. Beberapakali aku menguap, ketika sang fajar sudah mulai menampakkan sinarnya. Aku memberanikan diri untuk pamit untuk bersih - bersih walau alasan lain aku mau tidur sejenak hahaha.

__ADS_1


"Udah bangun Ka?". Seperti ada suara dibalik pintu kamar. Namun ku rapikan dulu rambutku yang acak - acakan ini sebelum membuka pintu . Entah kapan aku terlelap sampai ponselku mati dengan sendirinya.


Aku buka pintu kamar dengan hati - hati karena pintunya udah tua. "Ohh Mas Izallll... ". Teriakku.. Ternyata kakak sepupuku sampai tidak ingat dengan suaranya karena sudah lama banget nggak ketemu.


"Ohh Zal, kapan mbalek rene?( kapan pulang kesini?)". Kata nenekku dari dapur. Ternyata suaraku juga kenceng banget yak sampe nenekku kedengeran dari dapur.


"Mau ngesuk tekan rene ( tadi pagi sampai sini)".


"Oiyo ngopo ra males whatsapp ku mau Ka? Tak kira ra biso mrene sampean (Oiya kenapa nggak bales whatsappku tadi Ka? Aku kira kamu nggak jadi kesini km) hehehe". Lanjut Mas Izal.

__ADS_1


__ADS_2