
~Love me like you do love love love me like you do~Love me like you do love love me like you do~.
"Mbak Eka, ponselmu bunyi tuh". Kata teman kerjaku yang bernama Vina yang berasal dari Tasikmalaya itu.
"Nanti aja deh biarin, aku baru nulis belanjaan buat besok, biar nanti nggak kelupaan". Mengingat betapa pelupanya diriku ini. So, Tak lama ponselku pun mati.
"Tuhkan, dibilangin siapa tau penting". Dannn benar saja ponselku bunyi lagi, ku angkat saking kesalnya.
"Hufftttt iya halo??". Kataku lesu
"Halo, ini aku didepan". Nggak asing dengan suara ini gumamku. Dan kulihat kontak diponselku siapa yang nelfon aku ini. Ternyata...
"Di de.. Depan? Aku kan lagi kerja. Aku baru nggak dirumah Mas".
"Lah?? Perasaan tadi belum lama kirim pesan whatsapp ke aku, tau - tau udah didepan aja. But, tunggu - tunggu ni orang didepan mana? Depan rumah apa Cafe?" . Lanjutku dalam hati.
__ADS_1
"Ya tau kamu lagi kerja Tika sayang, aku dah didepan kafemu sekarang, cepet keluar. Malu aku dilihatin orang lewat nih". Kata Arman. Whatsss sayang? Beneran dia panggil aku sayang? Stop Tika Stoppp jangan kepancing Okee. Rilekss Rilekss. Gumamku dalam hati.
"Oalahhh... iya Mas, bentar - bentar tunggu dulu, aku keluar sekarang". Kataku panik dan kaget. "Di... Dimana sampean (kamu) Mas?". Kataku gugup Kulihat dia melambaikan tangannya, ternyata dia berdua dengan temannya.
"Mbak Tika, mau kemana??". Kata Vina yang menghentikan langkah kakiku
"Mau ke depan bentar". Kucepatkan langkahku lagi, karena tamu sudah mulai ada yang masuk ke kafe.
"Angel banget sih nyebrange (Susah banget si nyebrangnya) ". Gerutuku kesal.
"Bisa nggak nyebrangnya Dek?". Kata Arman dari sebrang jalan
"AWASSS DEKK..." Teriak Arman dari sebrang.
"Oalahhhh.... Ati - ati mbak nek nyebrang (hati - hati mbak kalau nyebrang) ".
__ADS_1
"i..i.. Iya Buk, maaf - maaf". Kataku sambil melangkah ke Arman.
"Kamu nggak kenopo - nopo to Dek? ( Kamu nggak kenapa - kenapa kan Dek?)" . Kata Arman penuh kawatir dengan melihat seluruh tubuhku dari ujung kepala hingga ujung kaki.
"Ora kok Mas, tenang wae hehehe.. (Nggak kok Mas, tenang aja)".
"Haha.. Iya iya habisnya aku kawatir sih Dek".
"Yaudah Mas, Mas mau ngapain kesini??. Kaget lho aku tiba - tiba Mas Arman disini". Kataku nggak sabaran, karena customer sudah mulai masuk ke Cafe. Belum Arman menjawab aku pun bicara lagi. "Dan tadi panggil aku Dek - Dek lagi". Lanjutku
"Hehe cuma mau kasih ini,katanya tadi laper kan? Ya moga aja seneng sama ini". Ku terima bungkusan tas plastik itu. "Apa ini Mas?". Tanyaku bingung. "Makasih lho Mas, repot - repot segala nih. Jadi nggak enak akunya kan"
"Hehe.. Iya iya sami - sami cah ayu (sama - sama cantik), sekalian lewat juga soalnya tadi yaudah mampir sekalian. Nanti aja bukaknya, pamit ya masih ada urusan mau ngasih undangan". Katanya lagi yang membuatku tersipu lagi, aku pun mengangguk. Tapi, setelah itu
"Hahaha... Undangan rabi po Jo ( julukan untuk lelaki yaitu Paijo )". Kata temannya yang bersama dia ini. Kita pun tertawa bareng. Kulihat temannya juga memakai perlengkapan pesantren, seperti sarung, baju koko dan peci. Dia ( Hima ) mengulurkan tangannya "Oiya Mbak, kenalin aku Hima temannya Arman". Katanya lagi. "Kulo Tika Mas (Saya Tika Mas) ". Aku pun membalasnya. Kita pun berpisah karena masih sibuk dalam urusan masing - masing. Hidup yang selalu aja ada kejutan. Gumamku dalam hati.
__ADS_1
HAPPY READDING 😊
JANGAN LUPA BERSYUKUR, DAN JANGAN LUPA LIKE KARYA SAYA YA HEHE... 😁🙏