Cinta Bukan Hanya Kata

Cinta Bukan Hanya Kata
Detik - Detik Kepulangan Rey


__ADS_3

Dan seperti biasa kuraih ponsel imutku itu dengan tanganku yang lembut. Mau mengecek chatku sudah terkirim atau belum tentang perizinan maafku kepada kepala chefku karena hari ini aku mau berangkat lebih awal. Agar nanti tidak tergesa - gesa. Tak lupa mengabari teman cempreng ku yang nggak lain Sukma. Aku hendak meminjam motornya agar lebih cepat sampai.


"Halo Kaaa, ada apa nih? Tumben - tumbenan amat sih nelpon pagi - pagi. Baru mimpi sama Lee Min Ho nih". Hmmm ni anak mentang - mentang ngefans sama Oppa - Oppa.


"Hahaha.... Apaan yang ada Lee Min Ho sebelum kamu mimpiin udah pergi duluan. Halu ya halu neng tapi jangan ketinggian"


"Hahaha ya biarin aja napa sih, suka - suka Sukma dong Heheh... Hoammmm... Mau ngapain sih telpon pagi - pagi gini kayak ada yang penting gitu rasanya".


"Heheh aku boleh pinjem motormu nggak? Buat ke terr...".


"Hah apaan kemana? Sama siapa? Mau ketemu siapa.?"


"Makannya kalau orang ngomong di dengerin dulu Sukmaaa...!! ". Kesalku akan sifat Sukma yang tambah cerewet tapi aku sayang ama ni orang Karena sahabatku yang paling top cuman dia. Yang selalu ada juga..

__ADS_1


Akhirnya dia memutuskan agar dia yang nganterin aku aja sekalian dia mau cuci mata katanya. Dasar Sukma Sukma nggak belekan apa tu mata buat cuci mata mulu Hahaha.


Siang berlalu, aku tiba dirumah dan tanpa berganti pakaian aku langsung menghubungi Sukma. Dan brownis coklat sudah kubuat dikerjakan dengan cepat jadi untuk sampai rumah aku langsung menghubungi Sukma dan langsung menuju ke Terminal Giwangan. Ketika tiba di Terminal aku langsung menghubungi Mas Rey


"Mas dimana? Aku udah di Terminal nih". Kataku tergesa - gesa dan tidak sabar.


"Lhoh, dimana kok nggak ngabarin dulu dek?"


"Ohh ya udah aku kesana tunggu disitu. Telfon jangan dimatiin". Suaranya juga seperti terengah - engah karena ku dengar suara kakinya berjalan cepat. Dan...


"Eh Ka, itu kan si Rey apa Roy mu itu?".


Lantas aku lihat siapa yang dimaksud Sukma, ternyata benar itu Rey. Sukma pun membiarkan kami berdua saja dan dia menjauh sejenak agar tidak mengganggu. Sukma berada dibalik tiang gedung terminal dekat ruang tunggu. Sedangkan aku dan Rey berada ditengah dua tiang gedung terminal. Dia (Rey) bilang

__ADS_1


"Ayo melu ndono dek (Ayo ikut kesana dek) "


"Haha Opoo sih Mass.. Yo nggak mungkin lah aku melu sampean wong ya sampean wes ada pacare disana (apa sih mas.. Ya enggak mungkinlah aku ikut kamu kesana orang mas udah ada pacarnya disana)".


"Haha yo rapopo dek, kan iso konconan ro pacarku nang kono (Haha ya enggak papa dek, kan bisa temenan sama pacarku disana)"


"Haha.. Ya nanti aku renang sampe sana Mas biar irit juga Hahaha".


"Prettttt dek Hahaha..". Sudah lama rasanya tidak mendengar tawanya. Dan lagi secara reflek atau emang sengaja dia mencubit pipi cubbyku. Aku kaget dan Sukma yang tidak sengaja melihat kita pun ikut senyum dan melirikku sinis. Sinis ikut bahagia ya tapi hehe.


"Rey ayo, busnya udah datang tuh". Kata salah satu temannya yang juga mengantar dia ke terminal dan menunjukan ke arah bus.


Terimakasih lagi untuk yang setia membaca karya saya. Terus tunggu episode selanjutnya ya hehe. 🤗

__ADS_1


__ADS_2