
Gemuruh rasa lapar pun mengundang, akhirnya kita putuskan untuk mencari sarapan dipinggir jalan yang masih jauh beberapa kilometer menuju pantai. Sampailah kita diwarung soto daging sapi yang entah belum ramai atau memang kita yang sudah kesiangan sampai di warung ini. Warung soto sapi ini terletak disebalah barat jalan yang tidak jauh dari jembatan dekat TPR. Dari Wisata Kebun Buah Mangunan tadi untuk menuju ke Pantai Parangtritis butuh waktu yang lama sekitar setengah jam sampai satu jam dan berhubung ini hari minggu pasti lebih macet dari yang dikira. Kalau hari biasa tidak sampai setengah jam karena yang pasti jalan lancar jaya. Tapiiiii... Harus tetap hati - hati ya guyss. Seperti tadi di Kebun Buah Mangunan banyak sekali pengunjung hingga parkiran pun susah didapat karena saking banyaknya pengunjung, akhirnya motor pun terparkir di paling bawah, itu pun sudah berdesak - desakan dengan motor yang lain.
Hari itu adalah hari ulang tahunnya yaitu ulang tahun Rey yang ke 19 tahun. Lebih setahun dariku memang. Makannya jika yang lebih tua memanggilku "M b a k" Aku merasa risi dan merasa tua apalagi itu Lebih tua setahun dari aku. Berhubung hari itu ulang tahunnya Rey aku menuruti yang dia mau meskipun mungkin dia tidak tahu kenapa alasanku menuruti apa yang dia mau di hari itu. Sampai - sampai aku membelikan kado untuknya. Ku serahkan kado itu setelah sarapan soto daging sapi yang sangat enak menurutku. Dan tidak lupa aku mengucapkannya.
"Selamat ulang tahun Mas Rey, semoga panjang umur dan sehat selalu serta dilancarkan rezekinya". Kataku sambil menyerahkan kado untuknya yang mana didalamnya pun sudah tertulis doa - doa dari tangan yang anggun dan hangat Hehehe.
__ADS_1
"Hehe... Wahhhh iya dek makasih ya, jadi repot - repot gini ngasih kado segala deh". Jawabnya sumringah (penuh kesenangan) dan langsung menaruhnya di jok motor miliknya. Karena tidak mungkin jika membuka kadonya dipinggir jalan apalagi didepan warung soto yang mana ibu penjualnya masih beres - beres mangkok soto yang tinggal tersisa kuah sedikit di mangkok soto itu.
Kebetulan juga bulan kelahiran kami sama yaitu bulan Mei, cuma beda ditanggal dan tahunnya saja. Kebanyakan orang menyimpulkan bahwa jika bulan kelahirannya sama maka mereka dikatakan
"b e r j o d o h".
__ADS_1
Setelah menanjak, menuruni bukit dan menuju pasir hitam di Pantai Parangtritis rasanya alam begitu ingin lekat denganku dihari itu. Suasana menjadi hangat ketika Rey menawarkanku punggung untuk meletakkan tubuhku di punggungnya. Ya, dia menggendongku yang pada awalnya aku menolak tapi lama - lama dia memaksa sampai pada akhirnya dia kualahan karna aku yang bisa dibilang badanku berisi sejak masuk SMK. Yaaa tapi masih dalam kategori langsing lahh, karena aku ini orangnya tinggi jadi tidak terlihat kalau badannya berisi.
"Mas Rey sih udah dibilang nggak usah nggendong aku eee tetep aja diterusin nggendong capek kan Mas jadinya. Hahahaha". Kataku meledeknya yang mulai berkeringat itu, tanpa dia menjawab karena nafasnya masih belum beraturan.
Duduklah kita di pinggir pantai dekat sungai pantai yang airnya mengalir menuju laut. Dikarenakan aku sedikit lelah, tanpa sadar aku menyenderkan kepalaku di bahu Rey.
__ADS_1
Selamat malam, selalu setia membaca karya saya ya. Maaf jika masih banyak kekurangan. Terimakasih likenya dan yang sudah membaca🤗🙏