Cinta Bukan Hanya Kata

Cinta Bukan Hanya Kata
Hari yang penuh sial(2)


__ADS_3

"Mungkin aku hanya halu saja atau fans yang masih malu untuk mendekatiku Hahaha". Batinku tanpa melihat depan kakiku yang satunya menginjak selokan dan akhirnya aku jatuh tersungkur. Untungnya selokan baru kering karena cuaca hari ini baru panas panasnya.


.


.


.


"Waktunya pulangggggg" seru satu kelasku seperti pada jaman masih sd..


Dengan semangat penuh aku dan teman-temanku langsung membereskan buku pelajaran yang masih berserakan di atas meja. Tidak lupa setiap kali sebelum beranjak dari kursi dan meja masing-masing kita berdoa dahulu.


Berhubung hanya ada satu pelajaran saja hari ini. Yang ku ingin saat ini cepat sampai rumah. Dan kalau saat ujian seperti ini kelas dan jam ujian bergilir dengan kelas lain, jadi kelas harus benar-benar bersih agar tidak ada perselisihan antara kas yang lain jika kelas masih dalam keadaan kotor. Ku cek kembali laci mejaku barangkali ada barang yang tertinggal atau contekan yang ku selipkan disana. UPPSsssss....


Kuraih tasku dan kuambil kunci motor dalam saku tasku. Kukalungkan ke leherku sekalian agar tidak jatuh dan ketinggalan lagi. Mengingat aku orangnya yang masih muda tapi pelupa ini. Setelah memakai sepatu masing-masing aku dan teman-temanku menuruni tangga dengan hati-hati walau sebenarnya tidak seterjal yang dibayangkan. Sesampainya diparkiran aku kaget bukan main.

__ADS_1


"Lho.... Helmku dimana? Tadi kan helmku ada dimotor diatas sepion." Sambil terus mencari dan daripada lama-lama buang waktu diparkiran aku memutuskan untuk tanya ke Pak Satpam.


'' Mau kemana Ka? Ada yang ketinggalan dikelas? Tanya temenku yang melihatku bingung berjalan tergesa-gesa.


"Mau ke pos satpam Ma''.


" Lhoh ngapain? Lah kok kamu juga nangis? kenapa? Ada apa sih? Ceritain dong sama aku kamu kenapa?" Tanya Sukma sahabatku yang cerewet ini.


" Ya gimana akunya mau cerita orang kamunya aja nanyanya nerocos gitu". Kesalku kepada Sukma sahabatku yang keponya mulai kambuh.


" Siang mbak? Ada yang bisa dibantu? Kok kayaknya habis nangis gitu? ". Tanya Pak Satpam yang mengetahui aku menangis.


"I... Ini Pak mau lapor kalau helm saya hilang, padahal tadi masih ada sebelum saya masuk kelas dan masih dimotor saya helmnya". Jawabku yang masih sesenggukan.


"Ohh kalau gitu saya tulis ciri-cirinya ya mbak helmnya mbak seperti apa? Biar nanti saya langsung cari''

__ADS_1


Selesai mencatat ciri-ciri helmku tadi. Pak Satpam berjalan menuju ke parkiran motor yang memang parkiran motor dan sepeda dipisahkan.


Bukan karena mahal atau merk yang aku tangisi. Cuman nggak habis pikir aja helm murah kayak punyaku ada yang nyuri. Kenapa nggak nyuri yang lain aja yang helmnya mahal dan bermerk. Kenapa harus helmku. Gumamku dalam hati.


'' Udah dong jangan nangis, aku paling nggak tega liat orang nangis, apalagi sahabatku sendiri ". Kata Sukma yang merangkul dan menenangkanku.


Kulihat Pak Satpam masih terus mencari helmku. Teliti sekali dia memeriksa satu per satu dari motor yang berbeda.


.


.


.


Jangan lupa like dan komennya ya 😊

__ADS_1


__ADS_2