
Gurauan tak henti - hentinya ditengah suara gelombang dan hembusan angin yang sangat menyejukkan jiwa, raga, dan hati. Kilauan sang mentari yang hampir mulai lenyap di ufuk barat membuatku semakin betah disini. Terdengar tak jauh seseorang memanggilku dari belangkangku.
"Ka, sori yo mau jikuk hpku sijine nang jok motor, lali e arep gowo sisan ki , nggo foto - foto nek koe gelem ( Ka, sori ya tadi ambil hpku satunya di jok motor, lupa mau bawa sekalian tu, kalau buat foto - foto kalau kamu mau) ". Suara yang tak asing lagi bagiku, suara laki - laki yang gagah tidak lembek atau yang cempreng itu.
Aku pun menengok dan berkata "Haha iya rapopo Mbah, golek lengguhan yok aku capek e Mbah" (Haha iya nggak apa - apa Mbah, cari tempat duduk yok aku capek nih Mbah) ". Dia mengangguk dan memilih satu gubuk tua dekat pinggir pantai. Seperti biasa dia langsung mengambil rokok disakunya dan menyalakannya. Angin pun berubah arah sehingga asap rokok menghampiri wajahku yang imut ini. Namun aku hanya diam, dengan kepekaannya Eno mengubah tempat duduk kami. Yang tadinya aku disebelah kanannya, aku sekarang ada di sebelah kirinya. Merasa dilindungi batinku hihihi.
Banyak yang melihat kami disini, mungkin mereka mengira kita ini kencan. Memang seperti kencan batinku.
"Mau makan? Udah makan belum?". Tanyanya penuh perhatian. Apa iya sejujur ini mukaku kelihatan lapar, gumamku dalam hati.
__ADS_1
"Udah si, kemaren pagi, kemaren malam sama tadi pagi Hahaha..." Jawabku penuh canda agar tidak kelihatan canggung, karena baru kali ini kita main bareng.
"Haha.. Yowes yok cari maem sek neng lesehan kono rapopo to? (Haha.. Yaudah yuk cari makan dulu di lesehan sana nggak apa - apa to?)". Katanya sambil menunjuk ke arah lesehan. Jawabku mengangguk pelan dan melangkah memilih tempat yang enak dan tetap bisa melihat pantai yang sangat indah dilengkapi dengan sunset yang menambah syahdu suasana.
"Belum sholat ashar to Ka?". Tanyanya membuat lamunanku buyar.
"Kamu suka alam ya?". Kok bisa ngerti batinku.
"Ohh pantesan. Habisnya daritadi aku kamu cuekin, kamunya lihat pantai terus" jawabnya sedikit lesu.
__ADS_1
"Hehe maaf Mas, oiya tadi udah Sholat Ashar belum gitu ya? Mas dulu deh. Aku baru nggak sholat hehe". Dia mengangguk walau sebelumnya dia sudah menanyakan ada mukena apa tidak disana. Ternyata ada, dan dia tanya udah sholat ashar belum seperti tadi. Kebetulan memang saat ini aku baru nggak sholat alias baru dateng bulan hehe..
Sambil menunggu pesanan datang, kita menikmati indahnya pantai yang makin mempesona. Saking serunya menikmati indahnya pantai kami pun dikagetkan dengan suara ibu - ibu.
"Permisi, niki pesenane ( ini pesanannya) Mbak, Mas". Seorang ibu - ibu datang mengantar makanan serta minuman yang kami pesan tadi. Nggak jauh dari jeruk, minum disini pun aku pesan jeruk hangat dan beda dengan Eno dia pesan teh hangat.
Makan berdua memang terasa syahdu apalagi dengan pasangannya. Tapi kita ini cuma teman saja, jadi suasana seperti ini sudah lebih dari biasa saja. Eno pun kembali ke ibu - ibu tadi, nggak tahu apa yang mereka bicarakan, tapi nggak lama dia kembali. Dia membawa sekotak nila bakar kesukaanku. Tapi nggak tahu juga itu buat siapa, ternyata dia bilang
Selasa,
__ADS_1
Jangan pernah putus asa, juga yang paling penting jangan putus asa membaca karya saya ya hehe. Semangat reading 🙏😁