
...*****...
Zidane mengadakan sidak ke Pabrik Perusahaan BigStar pagi itu. Ia ingin tau kinerja para staff kantor dan karyawan produksi disana. Semua tampak tegang saat tiba tiba Bos Besar muncul ditengah tengah mereka, Apalagi Zidane terlihat dingin dan galak.
'' Gawat, Bos besar datang Inspeksi mendadak. Ayo semuanya cepat beberes, sekarang masih di area Office.'' Ujar Ayuni yang panik.
Semua tampak kaget dan riuh saling bertanya siapa bos besar itu. Namun mereka secepatnya berbenah agar Line produksi mereka terlihat rapi. Cinta hari itu tampak pucat, Cinta kehujanan saat hendak berangkat kerja.
Semua bekerja dengan sangat rapi dan teratur pagi itu, Cinta dengan wajah lelahnya tetap berjalan kesana kemari membantu para Operator.
'' Cinta...tolong kamu ambil box kosong ke gudang, dan jangan lupa yah...'' Ujar Ayuni memerintah Cinta.
'' Jangan lupa Apa Mbak Ayu? '' tanya Cinta.
'' Jangan lupa titip salam buat mas Kiki..hee'' Jawab Ayuni dengan malu malu padahal emang dirinya tak tau malu.
'' Oh..iya Mbak Ayu, InsyaAlloh nanti Cinta sampein'' Ujar Cinta.
Cinta pun pergi ke gudang penyimpanan Box yang jaraknya lumayan jauh. Seperti biasa Cinta selalu berpapasan dengan Mang Dadang yang bertugas melayani pengambilan material digudang.
'' Eleuuh...Neng Cinta dah pakai seragam sekarang. Cantik pisan Neng.'' Puji mang Dadang.
'' Ah....mang Dadang bisa saja. Iya mang, baru dikasih tadi pagi. katanya mau ada Bos Besar datang ke Pabrik jadi gak boleh ada yang pakai baju biasa.'' Ujar Cinta menjelaskan.
'' Aduhh..ada bos Besar...kudu beberes atuh...hayu Neng mau ngambil apa? Nanti mang Dadang siapin. '' tanya mang Dadang. Cinta pun memberikan kertas pesanan. Mang Dadang lalu mencatat dan menyiapkan.
'' Mang Dadang...Cinta ke Mas Kiki dulu yah minta tanda terima. Makasih yah Mang dadang'' Ucap Cinta dengan ramah dan tersenyum.
Cinta pun berlalu dan berjalan menuju ruangan tempat Kiki bekerja. Namun Saat akan mendekati ruangan Kiki dari atas sana sebuah box besar berisi spare part terjatuh dan hampir menimpa Cinta.
Cinta...awas...!!! teriak mang dadang.
__ADS_1
Cinta tersentak kaget. Namun seorang Pria menarik Cinta dan memeluknya dan membawanya ke balik tumpukan Box. Kiki yang mendengar suara benda jatuh dan teriakan mang dadang segera keluar ruangan.
'' Ada apa ini mang Dadang .. Astaga.. kenapa ini bisa jatuh...gawat kalau ada yang tau.'' Kiki tampak ketakutan. apalagi dia mendengar Zidane kakak tirinya akan datang.
'' Maaf Mas Kiki...saya sendiri gak tau kenapa bisa jatuh...saya sedang di tempat material menyiapkan pesanan Neng Cinta'' jawab Mang Dadang.
'' Cinta ? Cinta kesini ? dimana dia?'' Tanya Kiki heran karena tak melihat Cinta.
'' Tadi disini dan hampir tertimpa box. Tapi kemana yah kok hilang.'' mang Dadang juga heran karena Cinta tiba tiba hilang.
Kiki mengarahkan pandangannya kesegala arah namun tak melihat Cinta.
Kiki mencemaskan keadaan Cinta yang menurut mang Dadang hampir tertimpa Box besar.
...*****...
Dibelakang tumpukan box box besar berisi sparepart. Cinta yang kaget dan masih gemetar tengah dipeluk seorang lelaki yang tak lain adalah Zidane. Zidane yng tengah melintasi gudang langsung berlari ketika melihat ada sebuah box yang terjatuh akan menimpa seorang perempuan. Zidane langsung menarik perempuan itu dan saat Zidane tau kalau itu Cinta yang dia kenal. Zidane membawa Cinta yang ketakutan ke belakang box box besar.
'' Kak Zidane...benarkah ini kak Zidane' Cinta mengerjap ngerjapkan matanya karena tak percaya Zidane ada disitu bersamanya.
'' Iya Cinta, ini aku Zidane.'' Zidane tersenyum dan kembali memeluk Cinta.
'' Kak Zidane yang menyelamatkan aku? sedang apa kakak disini?'' Tanya Cinta.
'' Kamu Juga ngapain disini?'' Zidane malah balik bertanya.
'' Aku kerja disini kak, gak lihat baju seragam aku. ehmm...kak lepasin...nanti ada yang liat'' Cinta mulai risih karena Zidane memeluknya.
sementara dibalik tempat mereka berdua, Kiki dan Jerry Asisten Zidane mencari cari.
'' Cinta...kamu dimana Cinta'' teriak Kiki
__ADS_1
'' Tuan..Tuan Zidane..dimana?'' Teriak Jerry.'' Mas...apa tuan Zidane ada masuk kesini?'' Tanya Jerry pada Kiki yng kebetulan berpapasan.
'' Gak tau Mas...belum kesini'' jawab Kiki
'' Zidane jadi kesini, kemana dia? Hmm...kita liat saja Zidane, perusahaan ini sebentar lagi jadi milikku.'' batin Kiki
Cinta dan Zidane masih berpelukan. Cinta lalu melepas pelukannya dan izin kembali bekerja, Namun Zidane tak mengizinkan. Zidane ingin menegur kelalaian yang telah terjadi di gudang dan hampir melukai seseorang.
'' Kak ...Aku takut dipecat kalau aku gak kembali ke line.'' ujar Cinta.
'' Sudah jangan takut, selama dengan aku, tak akan ada yang berani memecatmu Cinta'' Ujar Zidane menenangkan Cinta.
'' Emang Kakak siapa? yang punya Pabrik ini'' ledek Cinta tak percaya.
'' Kalau Iya kenapa?'' Ucap Zidane yang memajukan wajahnya ke arah Cinta. wajah Cinta memerah gugup. Zidane tersenyum dengan tingkah Cinta.
'' Euhmm...'' Cinta menutup matanya tak sanggup melihat Zidane yang sangat dekat. Zidane pun berhenti menggoda Cinta.
'' Ayo kita keluar'' Ajak Zidane menarik tangan Cinta, Cinta membuka matanya lalu menghela nafas karena gugup sekali.
Cinta dan Zidane keluar dari persembunyian mereka berdua dibalik tumpukan Box. Jerry dan Kiki kaget mengapa mereka berdua bisa bersama.
'' Zidane ? Dia bersama Cintaku? kenapa mereka keluar bersama dari balik tumpukan box. apa yang mereka lakukan? harusnya mereka dengan teriakan Aku dan Asistennya? '' Batin Kiki penuh tanya dan heran sekali.
'' Tuan Zidane...Tuan dari mana? saya mencari tuan dari tadi. Apa tuan baik baik saja ?'' tanya Jerry.
'' Aku tak apa apa Jer..kamu bawa Cinta ke Klinik perusahaan. Dan jaga dia jangan sampe dia kabur dari istirahatnya. Aku akan ada kan rapat karena sudah ada kelalaian SOP di area kerja'' ujar Zidane dengan tegas. Cinta yang melihat Zidane tegas sedikit takut. Cinta hanya diam dan mengikuti Jerry ke Klinik untuk beristirahat.
Kiki menatap tajam Zidane, begitu pun Zidane yang sebenarnya mengetahui kalau ia mempunyai saudara tiri karena pernah mengikuti Abi Zae saat Abi Zae pergi menemui Ibu Sarah dan Kiki. Zidane ingin memeluk Kiki saudara tirinya, tapi melihat tatapan Kiki yang sinis. Zidane merasa Kiki telah salah faham padanya.
Bersambung
__ADS_1