
...*****...
Suasana dikantor Perusahaan milik Zidane hari itu sangat sibuk, Zidane sendiri kini mulai berusaha menata hati yang sudah kehilangan istri dan juga cinta. Zidane sibuk menatap layar laptopnya, mengerjakan file file laporan bulanan.
'' Assalamualaikum Kak,'' Sapa Kiki yang tiba tiba datang.
'' Waalaikumsalam. Eh de, maaf yah ..kakak terlalu fokus ke layar jadi gak tau kamu datang. Gimana perusahaan BigStar Aman?'' Tanya Zidane.
'' Alhamdulillah baik baik saja kak. hanya ada kabar yang sedikit gak baik. Ada seseorang yang ingin mengacau perusahaan kita kak. Dia sudah tertangkap sih, hanya dia mengaku jika dia disuruh seseorang bernama Ardian. Apa kakak kenal dengan Ardian?'' Ujar Kiki.
'' Ardian? Tenyata dia sudah kembali.'' Gumam Zidane.
'' Kak...apa kakak mengenalnya?'' Kiki hertanya lagi karena Zidane terlihat diam.
'' Iya, dia sepupu Ummi Nur. Mungkin dia menyangka kamu sudah mengambil perusahaan. Sudah lah. nanti aku akan temui Om Ardian. Oh ya...besok jemput aku yah. Aku ingin kita bersama kepernikahan Cinta.'' Ujar Zidane.
'' Iya kak, Nanti ku jemput. Papa sama Mama nanti biar diantar Aldi saja.'' Ujar Kiki.
'' Makasih ya De. Oh ya ..dah waktunya makan siang, bagaimana kalau kita makan siang di Cafe yang dekat pasar itu. Kata Kerry makanan disana enak loh.'' Ajak Zidane.
'' Boleh deh, ayo.'' Jawab Jerry.
Mereka berdua pun pergi ke Cafe yang Zidane rekomendasikan. Kiki dan Zidane makan siang sambil berbincang banyak hal. Namun saat Zidane menatap ke arah Jendela, Ia melihat seseorang yang beberapa hari lalu bertemu dengannya sedang mendorong sepeda sambil menggendong anak kecil. Ya ...Zidane melihat Rahma di jalan depan Cafe.
__ADS_1
'' Sebentar de, aku mau kesana sebentar.'' Zidane bangkit dari duduknya lalu pergi menghampiri Rahma. Kiki yang melihat Zidane merasa aneh, mengapa Kakaknya tiba tiba pergi dan lterlihat menghampiri wanita bercadar yang menggendong Anak.
...*****...
Rahma pergi ke pasar membeli bahan bahan untuk membuat kripik. Rahma membawa Malik kecil ke pasar karena ibu Emi sedang sakit. Rahma mendorong sepedanya sambil menggendong Malik, Namun ia tiba tiba terkejut saat ada seseorang menyapanya. Rahma tersenyum dibalik cadarnya, Entah kenapa Rahma merasa senang bertemu lagi.
'' Rahma !! '' Teriak Zidane.
Rahma menghentikan langkahnya dan berbalik melihat ke arah suara yang memanggilnya.
'' Mas Zidane ?'' Rahma terkejut.
'' Hi Rahma, bagaimana kabarnya?'' tanya Zidane
'' Alhamdulillah Baik Mas.'' jawab Rahma sedikit gugup
'' Hmm...ini mas, saya baru selesai belanja di pasar. sekarang mau pulang.'' Jawab Rahma yang memperlihatkan belanjaannya.
Tanpa disangka tiba tiba hujan sedikit demi sedikit turun, Zidane mengajak Rahma untuk masuk kedalam cafe. Rahma pun akhirnya menerim ajakan Zidane karena ia khawatir Malik sakit jika terkena Hujan. Rahma duduk di kursi, Kiki sedikit heran melihat kedekatan Zidane dan Rahma.
'' Silahkan duduk, dedenya biar rebahkan saja dikursi. sebentar saya ambil kursi lagi agar lebih lebar.'' ujar Zidane pada Rahma. Malik kecil tertidur sewaktu dipasar, Zidane mengambil kursi lagi untuk merebahkan Malik kecil.
'' Makasih Mas, Sepertinya dikelelahan.'''ucap Rahma sambil merebahkan Malik dengan perlahan.
__ADS_1
'' Ehmm...Ini siapa kak?'' Tanya Kiki.
'' Dia Rahma, Penjual kripik yang waktu itu aku ceritakan.'' jawab Zidane.
'' Hi Rahma, salam kenal. Aku Kiki adik kaka Zidane.'' Kiki mengatup tangannya memberi salam tanpa berjabat.
'' Saya Rahma Humaira''
''Apa ini anak mbak Rahma?'' tanya Kiki.
'' Iya...Ini anak saya. Saya merawatnya sedari kecil.'' jawab Rahma.
'' Suami mbak kerja dimana? kok mbak sendirian saja.'' kiki bertanya lagi.
'' Saya belum menikah mas.'' jawab Rahma.
Kiki terus saja bertanya tanya tentang Rahma. Rahma yang baik menjawab semua dengan apa adanya. Zidane makin bersimpati pada Rahma, apalagi Rahma sangat baik dan mau bekerja keras untuk ibu dan anaknya. Hujan perlahan reda, Zidane dan kiki mengantarkan Rahma kerumahnya. sepeda rahma mereka taruh dibagasi mobil beserta barang belanjaannya. Saat sampai di rumah Rahma, Kiki dan Zidane sangat sedih melihat kondisi rumah Rahma yang sangat kumuh juga kecil.
'' Kak, kasian sekali yah Rahma. Aku jadi ingin bantu dia deh kak. Bagaimana kalau Rahma kita suruh tempati rumah Aku saja. kan sayang gak ada yang tempati.'' Ucap Kiki.
'' Ide bagus, makasih yah. Kamu memang adik terbaikku.'' ucap Zidane setuju. Zidane juga terlihat senang.
'' Sepertinya ada yang mulai move on nih.'' Goda Kiki yang senang melihat perubahan Zidane yang kini ceria lagi.
__ADS_1
'' Apaan sih de...udah ah anterin ku balik kantor. aku mau siap siap pulang.'' Zidane terlihat memerah malu.
'' Semoga Kak Zidane selalu bahagia ya Alloh,'' Batin Zidane mendoakan Zidane kakaknya.