Cinta Dan CEO

Cinta Dan CEO
Chapter 41


__ADS_3

...*****...


Rezki yng tak sadarkan diri karena pengaruh obat, dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa kesehatannya. Cinta pergi kerumah sakit setelah dari kantor polisi memberi keterangan sebagai saksi, begitu pun Indra sang pemilik hotel yang ikut dalam penyergapan. Indra menyusul Cinta kerumah sakit, Indra ingin mengenal Cinta lebih dekat.


Cinta duduk di luar ruangan dimana Rezki di rawat. Tak lama Indra datang dan duduk disamping Cinta.


'' Apa dia sudah sadar?'' Tanya Indra.


'' Belum, sepertinya wanita itu memberikan dosis tinggi. Kenapa Anda kesini?''. Tanya Cinta.


'' Menurutku Rumah Sakit tempat umum, dan siapa pun masuk ke rumah sakit. Apa itu salah Nona? Kenalkan Namaku Indra Pratama.'' Indra mengulurkan Tangannya pada Cinta.


'' Cinta Mentari, Maaf saya telah melibatkan Tuan dalam hal ini.'' Ujar Cinta.


'' Cinta...Nama yang Bagus. Aku berterimakasih padamu karena kamu telah mencegah kejahatan di Hotel aku. Oh ya...boleh Aku meminta nomor teleponmu. Cinta?'' Ujar Indra meminta.


'' Ini, Tuan tulis saja.'' Cinta menyerahkan gawainya dan Indra pun segera mengetik Nomor telephonenya lalu menyambungkannya. Indra menyimpan Nomor Cinta segera.


'' Apa kamu akan menginap disini?'' Tanya Indra.


'' Sepertinya begitu, Tapi saya akan pulang sebentar berganti pakaian.'' jawab Cinta.


'' Mau Ku Antar?'' tawar Indra.


'' Tidak Tuan, saya akan dijemput sahabat saya, mungkin dia dalam perjalanan.'' tolak Cinta berbohong.

__ADS_1


'' Bilang saja pada sahabatmu kalau kamu ada yang antarkan.'' ujar Indra.


'' Maaf Tuan, saya permisi. dah datang mobilnya.'' Cinta buru pergi dari dekat Indra. Cinta fikir Indra pasti sudah beristri dan hanya ingin menggodanya saja.


Cinta naik kedalam Taksi, Cinta akan kerumahnya sebentar lalu kembali lagi ke Rumah sakit. Bagaimana pun Rezki adalah sahabatnya di Kampung.


...*****...


Rezki mulai sadar dari pingsannya, Ia membuka mata dan melihat sekelilingnya yg tampak asing. Ia juga merasakan jarum infus terpasang di pergelangan lengannya.


'' Kenapa aku bisa dirumah sakit? Padahal terakhir kali aku di Cafe bersama Wulan. Dimana Wulan?'' Gumam Rezki sambil berusaha mengingat apa yang terjadi sebelumnya.


Tak lama datang Dokter juga perawat yang akan mengecek kondisi keadaan Rezki. Dengan Ramah dokter perempuan berkerudung putih itu menyapa Rezki.


''masih sedikit pusing dan kenapa saya ada disini Dok?'' tanya Rezki balik.


'' Anda pingsan di Hotel, teman Anda yang membawa Anda kerumah sakit, Katanya Anda hampir saja kena jebakan oleh teman wanita Anda'' jawab si Perawat.


'' Teman saya Dok? Siapa?'' Rezki bingung, pasalnya ia tidak mempunyai teman dikota itu.


'' Iya, Teman Anda yang namanya Cin...Cinta kalau gak salah.'' Ucap Perawat itu, sementara Dokter Amanda memeriksa denyut nadi Rezki dan tekanan darah rezki.


'' Cinta? dimana dia sekarang?'' ujar Rezki.


'' Teman Anda pulang, katanya dia kesini lagi nanti.'' ujar si perawat.

__ADS_1


'' Semuanya Normal, Tuan Rezki minum obat dan istirahat yah. selamat malam.'' Dokter Amanda menasihati Rezki.


'' Kami permisi Tuan. Assalamualaikum'' pamit dokter Amanda dengan ramah.


Rezki masih bingung dengan situasi yang terjadi, ia juga heran kenapa dirinya dibawa kerumah sakit oleh Cinta.


...*****...


Disebuah Restoran mewah, Kiki jg Asistennya Aldi sedang menunggu Zidane dan Jerry untuk rapat membahas kerjasama. Perusahaan Zidane akan meminta bantuan pada Perusahaan Kiki. Sebab Perusahaan Kiki lah yang sedang berkembang saat itu.


'' Kemana Sih tuh orang, dia yang butuh kok dia yang telat datang.'' Kiki ngedumel karena sudah menunggu setengah jam kehadiran Zidane.


'' Mungkin macet kali Bos.'' sahut Aldi.


'' Mungkin'' Jawab Kiki dengan Singkat.


Tak lama kemudian datang Zidane bersama dengan Jerry. Tatapan Kiki dan Zidane mendadak dingin dan tak tau apa yang diotaknya masing masing. Jerry dan Aldi hanya bisa berdoa semoga kedua bosnya bisa Akrab dan rukun.


'' Assalamualaikum Pak Kiki dan Pak Aldu, maaf kami datang terlambat, tadi ada problem sedikit, Ban mobil kami kempes.'' Ujar Jerry mengawali pembicaraan.


'' Waalaikumsalam, tidak apa apa pak Jerry. Silahkan duduk. Mau pesan Apa nanti sayan panggilka pelayan'' Ujar Aldi menjawab perkataan Jerry.


'' Terima Kasih''


Jerry dan Zidane lalu duduk, Kiki dan Zidane duduk berhadapan. Ada rasa canggung diantara keduanya, Kedua Asisten mereka lah yang sebagai perwakilan dalam bicara. Sadar kedua bosnya sebenarnya ingin saling berbicara. Jerry dan Aldi berpura pura pergi ke toilet agar kedua bosnya bisa mengobrol sebagai saudara.

__ADS_1


__ADS_2