
...*****...
Zidane tampak murung, bayangan kedekatan Jerry dan Cinta selalu hadir mengusiknya. Zidane bahkan tidak menyadari kehadiran Kiki dihadapannya.
Kiki mengernyit heran dengan Kakaknya yang sedang melamun sore itu.
'' Ada apa dengan kak Zidane? dia tampak murung. Apa ada sesuatu yang sedang ia rasakan?'' Fikir Kiki.
Kiki mendekati Zidane yang sedang melamun sambil melihat ke arah jendela. Kiki mengucapkan salam perlahan agar tak terlalu mengagetkan Zidane.
'' Assalamualaikum Kak...'' Sapa Kiki.
'' Wa...waalaikumsalam warohmatullohi wabarokaatuh. Eh Kiki...duduk. Hmm...Maaf Kakak asyik melihat luar jendela, sampe gak tau ada kamu datang.'' Balas Zidane dengan sedikit gugup.
'' Iya Kak tak apa apa, Oh ya...Jerry mana? apa dia belum selesai meeting dengan Cinta dan Istriku Rani ?'' ucap Kiki.
'' Sepertinya belum, Gimana keadaan Mamah Sarah? sudah baikan kah? '' Zidane menanyakan Ibu kandungnya yang mendadak sakit jantung lagi karena mendengar Pak Zaelani mengatakan kalau anak pertamanya masih hidup.
'' Alhamdulillah Mamah Sehat, Tante Nur dan papa gimana?'' Kiki kini balik bertanya.
'' Abi membawa Ummi ke pusat rehabilitasi kejiwaan diluar negeri. Mudah mudahan semuanya baik baik saja.'' jawab Zidane.
__ADS_1
'' Aamiin,'' ucap Kiki.
Tak berapa lama Jerry datang, Ia segera memberikan laporan hasil meeting bersama Cinta dan Rani. Ada yang lain dari sikap Zidane, Ia tampak dingin terhadap Jerry. Kiki sendiri sampe heran dengan mereka yang biasanya kompak.
'' Bagaimana Bos, apa masih ada yang kurang?'' Tanya Jerry.
'' Cukup,'' Jawab Zidane singkat setelah selesai membaca seluruh laporan Jerry.
'' Kak Jerry, Apa sudah ada bukti untuk kita menjebloskan orang yang mencelakai almarhumah Syahira? '' Tanya Kiki.
'' Belum Mas, Salman masih menyelidiki dan mengumpulkan bukti. Apalagi kejahatan Vina sangat banyak. '' Jawab Jerry.
Merasa suasana sedang tidak baik, Kiki pun pamit pulang. Kini tinggal Zidane bersama Jerry didalam ruangan kantor Zidane. Jerry tampak diam tak berani berkata, Hatinya sedang kecewa karena ucapan Cinta.
'' Je...bagaimana hubunganmu dengan Cinta selama aku tak disini?'' Zidane mulai bertanya pada Jerry.
Jerry seketika tercekat kaget dengan pertanyaan yang dilontarkan Zidane.
'' Ehmm...baik -baik saja bos. Aku selalu jaga dia. A-aku cuma menganggap dia adik dan dia pun hanya...mengganggap aku kakak bos.'' Jerry menjawab sedikit gugup dan Zidane tau kalau Jerry sedang berbohong.
'' Benar begitu??''
__ADS_1
'' Be-benar bos. Gak lebih .'' Jerry mengucapkannya sedikit sendu. '' Bos...bolehkah saya pulang lebih awal, saya merasa kurang enak badan.'' Pinta Jerry yang memang sedang kurang enak hatinya. Jerry tak mau berlama lama dekat Zidane yang bertanya tanya tentang dia. dengan Cinta.
'' Baiklah, kamu boleh pulang sekarang. Beristirahatlah. Aku juga mau pulang setelah pekerjaan selesai.'' Ujar Zidane.
Jerry pun pamit untuk pulang awal, Zidane merasa tak enak hati kepada Jerry. Tak seharusnya bertanya demikian pada Jerry karena dia bukan siapa siapanya Cinta.
...*****...
Dewi tampak murung malam itu, ia teringat kenangan masa kecilnya saat bersama orang tua angkatnya pak wahyu dan bu Vina. ia tak pernah menyangka jika bu Vina akan menjualnya ke mucikari saat dia dewasa. Tanpa terasa air matanya menetes mengingat begitu banyaknya dosa yang telah ia lakukan.
Indra yang baru saja pulang dari hotel, menghampiri Dewi lalu duduk disamping Dewi.
'' Assalamualaikum De, kamu kenapa? kok nangis?'' sapa Indra.
'' Waalaikumsalam Mas, Hmm...Aku tidak apa apa Mas, cuma kelilipan tadi'' jawab Dewi bohong sambil menyeka kedua matanya dengan jarinya.
'' Jangan bohong De, Aku tau kamu pasti menangis karena sesuatu.'' ujar Indra.
'' Aku cuma sedih aja kak, terlalu banyak dosa yang ku lakukan, Apakah Tuhan akan mengampuni aku??'' Dewi kini jujur mengungkapkan kegundahannya.
'' Alloh itu maha pengampun De, sebesar apapun dosa yang kita perbuat, Jika kita bertobat dan tak mengulanginya. Alloh akan memberikan maaf dan akan mengasihi kita. Jangan pernah ragu akan kuasanya Alloh ya De.'' Ucap Indra dengan bijak. Dewi malah tambah menangis, Indra ingin memeluk Dewi. Tapi Indra tau dia bukan siapa siapa Dewi. Indra hanya bisa diam menenangkan dengan Ucapan.
__ADS_1