Cinta Dan CEO

Cinta Dan CEO
Chapter 9


__ADS_3

...*****...


Cinta mulai bekerja diperusahaan sebagai karyawan magang. Cinta ditempatkan dibagian produksi, Cinta menjadi helper operator yang membutuhkan bahan atau alat. Meski sedikit lelah Cinta mengerjakannya dengan sabar dan Ikhlas. Cinta tak pernah mengeluh, semua demi cita citanya ingin melanjutkan sekolah.


'' Cinta, tolong ambil material ini dan juga box digudang yah. disana kamu temui mas Kiki. minta tanda tangan mas kiki dan tanda pengambilan barang y.'' perintah Ayuni, Leader di Line produksi Cinta bekerja.


Cinta mengangguk mengerti, Ia pun bergegas ke arah gudang untuk mengambil material dan box baru. Cinta dengan cepat telah sampai digudang, Namun ia tak tau siapa orang yang bernama Kiki itu. Cinta bertanya kesalah satu orang yang kebetulan dari gudang.


'' Maaf mas. Mas tau orang yang bernama mas Kiki? saya mau mengambil box dan material bahan.'' tanya Cinta.


'' Oh mas Kiki ada diruangan diujung sana. lagi nimbang sama cek material. masuk aja de '' ujar Mas mas yang Cinta tanyai.


'' Makasih ya mas, maaf mengganggu kerjanya.'' Ucap Cinta Sopan.


'' Gak apa apa de, pasti Adek masih baru, soalnya belum pake seragam. hehe''


'' Iya mas, baru seminggu. permisi mas, saya harus ambil material.''


'' oh iya silahkan de''


Cinta pun menuju tempat yang ditunjuk Mas mas tadi. diketuknya pintu kantor Kiki. Kiki sedang fokus menimbang juga mengecek part dan material. Ia tak tau orang yang menemuinya.


'' Permisi mas, saya mau ambil material dan box. ini surat permintaannya tolong dibaca dan ditanda tangani.'' Cinta berkata pada kiki yang masih fokus cek material.


'' Taruh disitu Suratnya. tunggulah sebentar.'' ucap Kiki sambil menunjuk meja kerjanya.

__ADS_1


Cinta pun menarus surat dan menunggu Kiki di ruangan itu. Cinta melihat kearah luar ruangan, posisi mereka kini saling membelakangi.


'' Maaf telah menunggu lama'' Ujar Kiki.


Cinta menoleh kearah suara.


'' Kamu...??'' Kiki terkejut melihat Cinta.


'' mas yang dikantin ??'' Cinta juga sma terkejut.


'' Dah lama masuk kerjanya de...hmm..siapa namanya ??'' tanya Kiki.


'' Cinta...mas Kiki'' jawab Cinta sedikit gugup.


Kiki yang memang menyukai Cinta dari awal ketemu malah mengajak Cinta mengobrol. Hingga Kiki mendapat telepin dari Ayuni menanyakan pesannya yang ia suruh Cinta bawa.


πŸ“ž Ayuni


Siang Ki, Helper dari Line aku dah nyampe belum. dari tadi kok material sama box nya belum dikirim.( Ayuni sedikit berbicara ketus)


πŸ“ž Kiki


Sorry Yun tadi aku banyak pesanan juga, jadi ngantri. sabar yah Ayuni Cantik. Ini aku mau kirim sekarang. ( Kiki terpaksa berbohong dan sedikit merayu Ayuni yang memang menyukainya )


πŸ“ž Ayuni

__ADS_1


Jangan lama lama ya Mas ( Kini Ayuni bicara pelan dan manja karena Kiki sudah memuji Cantik padanya)


πŸ“ž Kiki


Iya Yun, aku sendiri yang akan anter. tunggu yah ( Kiki bicara sedikit genit)


Kiki segera menutup teleponnya, Kiki bergidik geli sendiri karena sudah merayu Ayuni si perawan tua. Cinta hanya mengernyitkan dahinya bingung, Cinta berfikir kalau Kiki ada sesuatu hubungan dengan Ayuni.


Kiki menyuruh bawahannya menyiapkan pesanan. Setelah siap, Kiki mengantar Cinta membawa barang ke Line produksi. Sepanjang perjalanan, Kiki terus memperhatikan Cinta hingga tanpa Sadar Kiki menabrak tembok. Untung Kiki pakai Helm Safety, Kalau enggak...mungkin dah benjol kali tuh dahi.


'' Aduhh...'' teriak Kiki.


'' Kenapa mas Kiki?'' Cinta menghentikan langkahnya dan melihat Kiki.


'' Hee...gak apa apa'' Ucap Kiki tersenyum menahan kaget.


'' Ohh..Hayu mas jalan lagi'' ajak Cinta.


Cinta dan Kiki sampai di Line Produksi, Ayuni terlihat sumringah melihat Kiki datang. Cinta yang pun menjauhi memberi ruang untuk Kiki dan Ayuni bersama. Cinta memberikan material pada Operator Line.


'' Mas Kiki, makasih dah anterin pesanan kesini. sengaja yah biar ketemu aku'' ujar Ayuni dengan Percaya diri. Kiki hanya mengangguk membenarkan.


'' Idih...siapa juga yang ingin ketemu dia, pede banget. Orang aku ingin liat dan jalan bareng Cinta. Rese nih Gadis jomblo'' batin Kiki bermonolog, mencebik sekilas.


Kiki segera pamit kembali ke kantornya d gudang. Kiki tak ingin berlama lama dekat dengan Ayuni, Sebab Ayuni sangat agresif.

__ADS_1


__ADS_2