Cinta Dan CEO

Cinta Dan CEO
Chapter 39


__ADS_3

...*****...


Jerry tampak melamun, entah kenapa ia memikirkan Cinta. Kebersamaan bersama Cinta membuat ia merasa rindu jika tak sehari bertemu Cinta. Diruang kerjanya Jerry melamun sambil menatap jendela, Jerry tak sadar kalau sedari tadi ada Zidane di belakangnya. Zidane yang melihat Jerry merasa heran, karena baru kali Jerry melamun.


'' Eheemm...Assalamualaikum Bapak Jerry yang Tampan'' Sapa Zidane sambil menggoda Jerry.


'' Ehh .. Bos..wa-waalaikumsalam, Ka-kapan datang bos?'' Jerry terkejut dan sangay gugup karena ketahuan melamun di tempat kerja.


'' Melamun apa sih pagi pagi ? Serius banget melamunnya?'' Tanya Zidane sambil tersenyum.


'' Ah..tidak Bos. Maaf,'' Jerry terlihat malu.


'' Kamu pasti lagi jatuh cinta yah Je, Siapa...siapa...ayolah kasih tau aku?'' Zidane terus menggoda Jerry.


Zidane tau kalau Jerry sangat susah mendekati wanita, oleh sebab itu Zidane sangat senang sekali jika Jerry mulai membuka diri untuk menjalin hubungan dengan wanita. Zidane bahkan akan mengadakan pesta besar jika Jerry menikah.


Jerry hanya diam tak menjawab pertanyaan Zidane, Dia masih bingung dengan perasaannya. Jerry juga belum berani mengatakan kalau ia sebenarnya dekat dengan Cinta dan selalu merindukan Cinta. Bagaimana pun juga Zidane pernah mencintai Cinta dan Cinta masih selalu mengharap akan Zidane.


'' yeehh..malah ngelamun lagi, ya sudah kalau kamu gak mau cerita. Aku akan mencari tau nanti. Sekarang aku mau tau jadwal aku hari ini?'' Ujar Zidane.


'' Ah Iya Bos. Hari ini ada meeting dengan perusahaan Mulia Sejahtera bos jam 10, mereka ingin mengajukan kerja sama. ada juga meeting dengan Perusahaan Sinar Galaxi jam 3 sore.''


'' Sinar Galaxi itu perusahaan milik Kiki kan? dari mana dia dapat mempunyai perusahaan besar seperti itu?'' Zidane merasa heran.


'' Entahlah Bos.Kiki itu sangat pintar dalam berbisnis. Selama setahun ini Perusahaannya masuk kedalam perusahaan yang berkembang pesat. Dan Kiki sekarang sangat berbeda dengan Kiki yang dulu. Dia sangat ramah dan Dia juga terkenal dengan kedermawanannya.'' Jerry menjelaskan tentang Kiki pada Zidane.

__ADS_1


'' Benarkah? Jika begitu aku ingin menemuinya. Oh ya...hari ini aku ingin bertemu Cinta. Aku ingin meminta maaf jika dulu aku pergi tanpa pamitan padanya.'' Ujar Zidane.


'' Bos...sebaiknya nanti saja. Kita harus menemui klien kita dari Singapura. Nanti aku bicara dulu dengan Cinta.'' cegah Jerry.


'' oh ya aku lupa Je kalau hari ini ada meeting penting. Padahal baru kamu kasih tau lima menit lalu. Makasih yah Je, kamu sudah menjaga Cinta dengan baik dan menjadikan Cinta wanita yang kuat. Ya sudah, Ayo Kita berangkat. Nanti siang aku mau mengantar istriku ke dokter.'' Ujar Zidane.


Mereka berdua pun pergi keluar kantor menemui Klien dari singapura disebuah Cafe dekat Kantor.


...*****...


Hari itu Cinta dan Rani pergi jalan jalan kesebuah Mall, Mereka berdua berencana akan membuat pesta kejutan untuk Kiki yang berulang tahun 27 tahun. Rani meminta Cinta untuk membeli apa saja yang diperlukan untuk pesta kejutan itu. Cinta dengan senang hati membantu Rani sahabatnya, apalagi Rani sangat baik kepada Cinta.


'' Cinta, Semua sudah dibelikan? sekarang aku lapar. Kita makan dulu yuk. '' Ajak Rani.


'' Tenang saja, Black Card pemberian mas Kiki cukup kalau untuk traktir kamu mah'' jawab Rani.


'' Iya...ya...ya...dapat dipercaya. Makasih bu CEO.'' Sindir Cinta becanda.


'' Hehe..ayo kita makan di Restoran depan Saja, kayaknya enak tuh'' Rani menunjuk restoran jepang didepannya. Cinta mengangguk setuju.


Mereka berdua duduk di meja dekat jendela, tadinya ingin duduk di balkon restoran namun siang itu sangat penuh sekali. Cinta sesekali melihat ke arah luar jendela, Tanpa sengaja ia melihat Pria yang selama ini selalu mengharap Cinta darinya sedang makan berdua dengan seorang wanita cantik. mereka berdua tampak akrab bahkan sesekali mereka tertawa bersama. Cinta hanya tersenyum getir, tak selamanya yang bernama Cinta hidupnya dipenuhi cinta kasih.


'' Cinta ...kamu kenapa? kamu sakit? wajahmu pucat sekali. Bagaimana kalau setelah makan kita langsung pulang.?'' Tanya Rani yang khawatir melihat Cinta yang mendadak diam.


'' Aku tidak apa Ran, Kamu teruskan saja makanmu. Aku mau ke toilet sebentar.'' Jawab Cinta yang kemudian meninggalkan Rani pergi ke toilet.

__ADS_1


Cinta mencuci mukanya di wastafel dan bercermin menatap wajahnya sendiri, hatinya benar benar kacau saat ini. dan disaat bersamaan, wanita cantik yang bersama pria yang Cinta kenal berada disebelahnya sedang menerima telepon.


'' Iya Mah, mamah tenang saja, Rezki pasti akan masuk jebakan aku. Aku gak akan biarkan dia bersama wanita lain. Mamah tenang saja, setelah ini dia akan bertekuk lutut denganku.''


''.....''


'' Baiklah. aku akan suruh pelayan memasukannya. dan Aku akan mengajak Rezki ke hotel terdekat.''


''.....''


'' Sudah dulu ya mah, aku akan lakukan sekarang.''


Cinta yang mendengar semuanya menjadi kasihan. Ya...pria itu adalah Rezki, pria yang selama ini menyukai Cinta. teman Cinta sewaktu di Kampung.


'' Gawat. A Eki dalam bahaya, wanita tadi akan menjebak Aa Eki dan menaruh sesuatu dalam minuman A eki. Aku harus mencegahnya. Aku akan bawa A eki menjauhi wanita itu.'' Ucap Cinta. Cinta pun segera keluar toilet dan kembali ke meja tempatnya makan.


'' Ran, kamu lihat gak cewek sama cowok yang duduk di bangku sana?'' tanya Cinta menunjuk ke bangku yang tadi Rezki dan wanita itu duduk.


'' Barusan mereka pergi, kamu kenal mereka?'' ujar Rani.


'' Ran, kamu pulang duluan yah. Nanti aku nyusul. Aku ada urusan bentar. Makasih semuanya. Assalamualaikum.'' Cinta segera bergegas pergi. Rani hanya bengong melihat Cinta yang pergi mendadak.


Cinta mengejar Rezki ke parkiran, Rezki sedang dituntun oleh wanita itu karena Rezki sepertinya pingsan. Cinta mengejar mobil itu hingga sampai kesebuah Hotel. Cinta terus mengikuti Rezki, dan Cinta pun meminta petugas juga pegawai hotel untuk membantunya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2