
...*****...
Setelah kurang lebih dua jam, rapat dadakan di Kantor produksi selesai. Semua orang yang mengikuti rapat pun keluar ruangan, Maemunah yang tak ingin berdesakan memilih untuk keluar ruangan terakhir. Ruangan sudah mulai sepi, Maemunah pun melangkahkan kakinya keluar ruangan. Namun saat melangkah didepan pintu, Ia bertabrakan dengan seseorang.
'' Aww...sejak kapan sih ada tembok dipintu?'' Maemunah menguasap usap keningnya yang agak sedikit sakit.
'' Hey, kalau jalan liat liat dong mbak.'' ujar pria yang tertabrak Maemunah.
Pria yang tertabrak Maemunah itu ternyata Aldi. Aldi dan Maemunah belum saling pandang karna sama sama menunduk. Maemunah mengangkat wajahnya melihat Pria jangkung di depannya. Saat itu juga Maemunah dan Aldi terkejut karena tak menyangka akan bertemu kembali.
'' Bang Al,''
'' May..''
Aldi dan Maemunah saling menyapa, Mereka berdua tampak canggung. pasalnya baik Aldi dan Maemunah sama sama saling merindukan diam diam. Aldi sangat menyukai Maemunah yang apa adanya, dan Maemunah menyukai Aldi yang sangat ramah kepadanya.
'' Hmm...Maaf May, Aku tadi ...'' ucap Aldi yang merasa bersalah telah berkata keras pada Maemunah.
'' Maaf Bang, May yang salah gak liat jalan'' sambung Maemunah yang kini tertunduk kembali karena canggung.
__ADS_1
'' Aku gak nyangka akan bertemu kamu lagi May, ternyata Kamu bekerja disini juga. Maaf aku tadi tak memperhatikan ada kamu disini.'' ujar Aldi yang sangat senang bertemu Maemunah.
'' Iya bang, May juga gak nyangka. Kalau gitu May kembali ke Line Produksi dulu.'' pamit May.
'' Tunggu May, Kenapa kamu gak menghubungiku?'' Tanya Aldi yang sudah bertukar Nomor tapi tak bisa menghubungi Maemunah.
'' Maaf Bang, Hp May rusak ke cebur ditoilet Mushola.'' Jawab Maemunah jujur.
'' Apa sekarang dah ada HandPhone lagi?'' Tanya Aldi lagi. Maemunah mengangguk.
'' Mana Handphonemu?'' pinta Aldi. Maemunah pun merogoh sakunya dan mengambil Handphone miliknya. Maemunah menyerahkannya pada Aldi. dengan cepat Aldi memasukan Nomor Teleponnya dan memanggil nomornya sendiri.
'' Iya Bang Al.eh Pak Aldi...saya permisi ke Line Produksi'' ujar Maemunah yang ijin pergi ke Pabrik.
'' Sampai ketemu lagi May. panggil Abang aja May.''
'' Wassalamualaikum Bang.''
'' Waalaikumsalam May.''
__ADS_1
Maemunah kembali ke Line Produksi, Begitu pun Aldi kembali ke Kantor.
...*****...
Zidane sore hari datang ke cafe milik Cinta. Ia dan Cinta janjian bertemu disana. Zidane tampak bahagia akan bertemu Cinta, dengan sabar ia menunggu Cinta.
'' Aku harap Cinta senang mendapat buket bunga dan Cincin dariku.'' gumam Zidane seraya melihat buket bunga mawar di meja yang telah dia siapkan untuk Cinta.
Zidane tampak gelisah menunggu Cinta, dilihatnya arah luar Jendela berharap Cinta datang. sekitar setengah jam kemudian tampak mobil terhenti didepan Cafe, Cinta keluar dari mobil itu. Ternyata Cinta tak sendiri, ia datang diantar oleh Indra. Tampak Indra menggandeng erat tangan Cinta, Zidane yang melihatnya mengepal kesal. Dadanya begitu sesak, dan Zidane pun mengurungkan niatnya bertemu Cinta. Ia keluar cafe lewat pintu lain.
'' Kak, hari ini Cinta mau ada meeting dengan kak Zidane. Kak Indra tunggu diruangan Cinta aja ya.'' ujar Cinta, Indra pun mengangguk lalu pergi ke ruangan tempat Cinta bekerja dan istirahat.
Cinta menuju meja tempat dia dan Zidane janjian bertemu, Namun ia tak menemukan Zidane disana. Cinta hanya menemukan seikat bunga mawar yang tertulis untuknya.
'' Cinta...Semoga kamu menyukai bunga pemberian dariku dan kamu menyukai orang yang memberimu bunga 😘🤠Zidane Akbar. ''
Cinta membaca kartu ucapan itu, seketika ia terdiam. Ia tak pernah menyangka jika Zidane menyukainya. Cinta mencari keberadaan Zidane tapi ia tak menemukannya.
'' Kak Zidane, ternyata dia menyukaiku. Tapi semua terlambat kak. Aku kini sudah menerima Cinta kak Indra. Maafkan aku kak.'' Batin Cinta.
__ADS_1
Buket bunga dari Zidane ia simpan di Vas bunga yang berada di Cafe, lalu Cinta ke ruangannya untuk menemui Indra yang menunggu disana.