
...*****...
3 Bulan Kemudian
Disebuah kamar yang begitu mewah, Ummi Nuraini terlihat sedang terbaring lemas dengan selang infus yang tergantung di sisi ranjangnya. Sudah hampir seminggu ummi Nur dirawat dirumah sakit diruang VVIP.
'' Abi...apa sudah ada kabar dari Zidane? sudah hampir 3 bulan Zidane tidak kembali,'' Ummi Nur bertanya kabar pada Pak Zaelani.
'' Belum Ummi...Abi sudah sangat kehilangan jejak Dia. Namun Ummi tak perlu khawatir, Abi dan Jerry sudah berusaha mencari.'' Jawab Pak Zaelani.
'' Terus cari dia bi...ummi mohon, Ummi ingin minta maaf karena sudah memintanya menikahi Dewi. Kini ummi tau kalau Dewi dan Ibunya hanya ingin harta kita Bi'' Ujar Ummi Nur.
'' Iya Ummi. Abi pasti akan temukan Zidane'' Pak Zaelani menenangkan Ummi Nur.
Pak Zaelani kemudian pamit untuk ke kantor, Ummi Nur sendiri kini hanya ditemani Bi Wila pembantu setianya.
FLASHBACK ON
Ummi Nur dan saudara sepupunya Deby sedang mengobrol disebuah Cafe. Mereka berdua melepas kangen karena sudah lama tidak bertemu. Saat sedang Asyik berbincang, tiba tiba Ummi Nur mendengar percakapan dari dua orang yang tak asing darinya. Ummi Nur mendengar Dewi dan Ibunya yang sedanf merencanakan sesuatu.
'' Sial, kenapa sih Zidane harus kabur segala, kalau begini caranya...gagal kita menguasai harta milik Zaelani. '' Ujar mamahnya Dewi.
__ADS_1
'' Iya.mah...tapi tenang saja mah begitu Zidane kembali, Aku akan jebak dia agar ma menikahiku'' ujar Dewi licik.
'' Kamu pintar sekali sayang''
'' Dewi gitu loh...Heheh'' ucap Dewi tertawa.
Ummi Nur sangat terkejut saat mengetahui semuanya. Dia tidak menyangka jika Dewi dan ibunya begitu licik, padahal dia sudah begitu percaya pada mereka.
FlashBack Off
...*****...
Cinta berangkat ke Aula Kantor Kepala Desa, disana sudah terlihat ramai oleh Ibu ibu dan remaja putri yang hendak belajar merajut yang diajarkan Cinta.
'' Eh Sinta Udah datang, Ayo masuk. semuanya sudah pada nunggu.'' Sapa Nining yang mengetahui kedatangan Cinta. Nining mengajak Cinta masuk.
Cinta duduk di Depan dan memulai memberikan pelajaran. Warga pun diberikan satu paket alat rajut lengkap yang sudah disiapkan oleh Cinta secara gratis.
'' Assalamualaikum Ibu ibu semua. Sebelumnya saya ucapkan terima kasih karena sudah mau hadir pelatihan keterampilan kerajinan tangan hari ini. Hari ini Sinta akan mengajarkan keterampilan merajut. Sebelum kita mulai praktek, Sinta mau menjelaskan alat alat yang akan kita gunakan untuk merajut Ibu ibu sekalian bisa lihat isi kotak yang saya berikan. Sekarang saya mau tanya dengan salah satu ibu ibu disini ya. Ehmm..itu yang baju biru siapa namanya?'' Cinta mulai mengajar dan berinteraksi dengan para peserta pelatihan.
__ADS_1
'' Saya bu Hani Teh sinta.'' jawab ibu berbaju biru.
'' Coba bu Hani sebutkan alat yang ada di kotak itu yang bu Hani ketahui,'' Tanya Cinta.
'' Ada jarum, benang, meteran, gunting. Yang lainnya gak tau teh.'' Jawab Bu Hani jujur.
'' Baiklah, mungkin disini ada yang tau?'' tanya Cinta kepada yang lain. Semua menggeleng karena tidak tau.
'' Oke. Semuanya perhatikan yah. yang panjang itu hakpen, alat merajut. lalu ada tudung jari agar jari kita tidak sakit saat merajut, dan ada juga penanda agar kita bisa menandai diujung mana terakhir merajut agar rajutan kita tidak terurai. penanda ini yang seperti peniti. Nah kalau ini ada benang. ada benang wol, benang nylon dan benang polycherry. Bagaimana ibu ibu sudah jelas? '' Cinta dengan telaten menjelaskan.
'' Jelas Teh Sinta.'' jawab Ibu ibu serempak.
Pelajaran selanjutnya Cinta menjelaskan macam macam tusuk rajutan dan Cinta dengan Sabar menjawab segala pertanyaan ibu ibu yang belum faham.
'' Senangnya bisa berbagi ilmu dengan yang lain, mudah mudahan jadi barokah buat semuanya.'' Batin Cinta tersenyum bahagia.
...*****...
Di sebuah klinik dokter kandungan, tampak Kiki menemani Rani periksa. Kini Rani tengah Hamil 3 bulan, dan Kiki dengan setia menyayangi Rani.
'' Sayang, Anak kita laki laki apa perempuan y? Aku senang sekali akan menjadi Ayah'' ujar Kiki sambil mengelus elus perut Rani.
__ADS_1
'' Apa saja Mas, yang penting sehat lahir batin. Aku juga senang Mas akan jadi Ibu'' ujar Rani tersenyum.
Kiki menemani Rani masuk untuk diperiksa, Kiki sampai menangis saat melihat USG bayi yang ada di perut Rani. Ia tak menyangka akan secepatnya jadi Ayah. Rani senang, semenjak menikah Kiki berubah.