
...*****...
Cinta Segera kembali ke rumah sakit untuk menunggu Rezki. Tanpa Cinta sadari ada seseorang yang mengikuti dan memperhatikannya. Siapa lagi kalau bukan Indra yang suka dengan Cinta sejak pertemuan pertama.
'' Seperti ada yang mengikutiku? siapa yah? Ah...mungkin hanya perasaanku saja.'' Gumam Cinta, kepalanya celingukan mencari seseorang yang mencurigakan.
Cinta terus berjalan menyusuri lorong rumah sakit hingga sampai diruangan tempat Rezki di rawat. Perlahan Cinta membuka pintu kamar rawat inap Rezki. Tampak Rezki sedang duduk diatas ranjangnya menghadap jendela, Rezki melamunkan sesuatu.
'' Assalamualaikum Aa, '' Sapa Cinta yang seketika membuat Rezki mengalihkan pandangannya ke sumber suara.
'' Waalaikumsalam...Cinta??'' Rezki terkejut dengan kedatangan Cinta, Ia tak pernah menyangka akan bertemu Cinta lagi.
'' Aa Eki...bagaimana sudah agak mendingan? Aa sudah makan?'' tanya Cinta.
'' Alhamdulillah Cinta, Aku sudah agak baik tapi aku gak selera makan. Cinta ...bisa dijelaskan kenapa Aku bisa ada disini?'' Tanya Rezki.
__ADS_1
'' Sudahlah A jangan banyak fikiran dulu, sebaiknya sekarang Aa makan. Ini...Cinta bawakan Bubur Ayam kesukaan Aa, pake telur puyuh loh.'' Jawab Cinta yang tak ingin Rezki tambah sakit karena kejadian yang menimpanya.
Cinta membawakan Rezki bubur ayam plus telor puyuh dan Rezki terharu karena Cinta masih ingat makanan kesukaannya. Cinta menyuapi Rezki dengan telaten, Rezki yang bertemu Cinta lagi merasa sangat bahagia. Pandangan Rezki tak pernah lepas dari Cinta, Sesekali Cinta pun memandang Rezki.
'' Cinta...Aku merasa ini seperti mimpi. Aku tak menyangka akan bertemu lagi setelah hampir tiga tahun aku tak pernah mendengar kabar darimu. Cinta...boleh aku tanya sesuatu?'' Ujar Rezki.
'' Ini bukan mimpi A, ini beneran Cinta. Memangnya apa yang ingin aa tanyakan?'' Cinta meyakinkan Rezki kalau semua yang dirasakan dan dilihat adalah nyata.
'' Kemana saja kamu selama ini Cinta? Aku setiap pulang ke kampung selalu menanyakan tentangmu namun tak ada satupun yang tau. Aku sangat sedih Ta, Aku tak tau harus mencari kemana. Tapi saat ini aku bahagia...Alloh mempertemukan kita lagi. Aku berharap kamu tak akan pergi lagi dari Cinta.'' Ujar Rizki dengan sedikit berkaca kaca.
Cinta dan Rezki terus mengobrol menceritakan apa saja yang mereka lalui saat berpisah tanpa komunikasi. Cinta juga memceritakan mengapa Rezki bisa sampai di Rumah sakit dan bertemu dengannya, Rezki begitu geram karena Wulan sudah mencoba menjebaknya.
Indra yang mendengar percakapan Cinta dan Rezki dari balik pintu yang terbuka sedikit pun terkejut, Ia kini tau kalau Rezki orang yang menyukai Cinta dan Cinta menyayangi Rezki karena Rezki sahabat kecilnya. Indra sudah menyukai Cinta, Ia akan berusaha mendapatkan hati Cinta.
...*****...
__ADS_1
Selesai pertemuan kerjasama, Zidane dan Kiki pulang kerumah masing masing. Zidane sangat bahagia, kini dia mempunyai adik laki laki. Zidane juga berjanji akan memberikan Kiki beberapa perusahaan yang memang seharusnya Kiki mendapatkannya. Sementara Kiki juga senang sekali karena Zidane mengakui dirinya sebagai Adik.
Zidane tiba dirumahnya, Namun kejadian tak terduga menimpa Syahira istrinya. Syahira mengalami pendarahan hebat karena terjatuh dari tangga saat menyambut Zidane datang. Syahira segera dilarikan ke rumah sakit, Zidane pun menghubungi Kiki agar datang kerumah Sakit menemaninya. Kiki dan Rani pun segera menuju rumah sakit.
Syahira masuk ruang IGD dan segera mendapatkan pertolongan. setelah beberapa jam dokter yang mengoperasi Syahira keluar.
'' Keluarga Ibu Syahira?'' Tanya Dokter.
'' Saya Zidane suaminya, Bagaimana keadaan istri dan calon bayinya dok?'' Tanya Zidane.
'' Maaf Pak Zidane, kami sudah berusaha menyelamatkan keduanya. Namun Tuhan berkata lain. Ibu Syahira dan Bayi tidak dapat bertahan. Kami harap pak Zidane tabah dalam menghadapi ini. Permisi pak Zidane.'' ujar Dokter itu.
Zidane begitu panik juga terpukul, Bayi yang ada dalam kandungan Syahira tidak dapat diselamatkan. Syahira bahkan mengalani koma dan Akhirnya Syahira menghembuskan nafas terakhirnya.
Zidane menangis sedih, Kiki yang saat itu menemaninya hanya bisa menenangkan Zidane.
__ADS_1