
...*****...
Jerry dan Rubby terus memamerkan kemesraan mereka di depan Aldi. Aldi terlihat jengah melihatnya. Sementara disamping Aldi tampak Maemunah dengan lahapnya menikmati hidangan yang ada. Saking lahapnya, May sampe tersedak.
'' Eu..uhuk..uhuk..''
'' Hmm...ni minum dulu mbak.'' Aldi dengan sigap memberi Air minum pada Maemunah. Dengan segera Maemunah meneguknya sampai habis.
'' ehhmm...makasih ya bang.'' Ucap Maemunah setelah air dalam gelasnya habis.
'' Iya Mba...lain kali makannya pelan pelan, aku gak akan ngambil makanannya kok.''. ujar Aldi bercanda. Maemunah tertunduk malu.
'' Boleh kenalan gak?'' Tanya Aldi pada Maemunah seraya mengulurkan tangannya. Maemunah mengangguk pelan.
'' Aku Aldi, Rivaldi Dinata. Kamu?''
'' Saya May, Siti Maemunah.''
'' Sama siapa kesini? kok sendirian aja.'' Aldi mendadak kepo.
'' Saya bareng warga yang lain naik Bis.'' Jawab Maemunah yang mendadak kalem.
'' Naik bis? emang kamu dari mana?'' Tanya Aldi.
__ADS_1
'' Saya dari kampung, saya temannya Cinta. Bang Aldi teman Cinta juga?'' Maemunah balik tanya.
'' Iya, Aku juga temannya Cinta.'' Jawab Aldi.
Lama Aldi dan Maemunah cukup lama mengobrol, sementara Jerry tak mempedulikan Aldi. Jerry asyik memanjakan Rubby yang disampingnya.
Ditempat lain, Indra sedang duduk sendiri di dekat kolam renang. Indra melihat Cinta yang sedang berbicara dengan Rezki. Rezki dan Cinta tampak tertawa dan bahagia.
'' Mas, boleh aku duduk disini?'' Dewi datang menghampiri Indra lalu duduk disamping Indra. Indra hanya mengangguk tanpa kata.
'' Mas lagi liatin apa sih? Cinta yah? itu Rezki temannya Cinta di Kampung.'' Ujar Dewi.
'' Iya Aku tau, Aku dan Cinta yang dulu menyelamatkan dia saat dia pingsan dijebak pacarnya di Kamar Hotel.'' Jawab Indra.
'' Hmm...'' Indra hanya mendehem.
'' Mas, boleh aku tanya sesuatu?'' Dewi bertanya.
'' Tanya apa?''
'' Apa Mas menyukai Cinta?'' Tanya Dewi.
'' Kenapa bertanya begitu?'' Indra balik tanya.
__ADS_1
'' Karena dari tadi Mas terus memperhatikan Cinta, dan Aku bisa merasakan kalau Mas Indra menyukai Cinta.'' Ujar Dewi.
'' Aku memang menyukainya. Tapi Aku tak yakin bisa mendapatkan hatinya. Cinta tak pernah melihatku.'' Jawab Indra.
'' Kenapa Pesimis begitu? Kan mas belum mencoba mengatakan pada Cinta.''
'' Kamu liat, Cinta terlihat bahagia bersama pria itu. Sepertinya Aku akan melupakannya.'' Ujar Indra.
'' Apa Mas tak ada Niat untuk mengganti Cinta dihati mas?'' Ujar Dewi.
'' Maksudmu.''
'' Mas Indra melupakan Cinta dan berusaha menyukai wanita lain.'' Ucap Dewi.
'' Sepertinya Aku belum kefikiran kesana.'' Jawab Indra yang berdiri hendak pergi.
'' Aku permisi dulu mau pamitan pulang dulu pada Cinta dan Pak Wahyu.'' Ujar Indra melangkah pergi, Dewi pun ikut berdiri di belakang Indra.
'' Tak bisakah Aku mengisi hatimu? '' Dewi tiba tiba berkata. Seketika Indra menghentikan langkahnya dan berbalik melihat Dewi yang tampak tertunduk malu.
'' Maafkan aku De, Aku belum bisa. Aku harap kamu mengerti,'' Indra mendekati Dewi dan memberikan jawaban pernyataan Dewi.
'' Apa karena aku sudah tidak suci lagi?'' Dewi menitikan air mata, Ia menyangka Indra menolaknya karena Ia dulu seorang Wanita panggilan.
__ADS_1
'' Tidak De, Aku tak bisa bohongi perasaanku. Selama ini aku hanya menganggapmu sebagai adik. Aku tak ingin kamu kecewa. Aku berdoa semoga kamu mendapatkan pria yang baik. Tetap berusaha Baik yah. Aku pamit pulang. Wassalamualaikum.'' Ujar Indra menggenggam tangan Dewi kemudian pergi meninggalkan Dewi sendirian.