
...*****...
Zidane dan Cinta menelusuri jalanan diperkampungan terpencil itu, Udara begitu segar dan pemandangan dikanan kiri sungguh menyejukan mata. Hamparan sawah terasering bak lukisan yang sangat Indah, Gemerincik air disetiap kolam ikan bak alunan musik yang alam ciptakan.
'' Kak Zidane...kita mau kemana sih? Cinta sudah lapar ini'' Ujar Cinta yang berjalan dibelakang Zidane.
'' Emang kamu aja yang lapar, Aku juga lapar Cin. Disini gak ada warung makan apa yah? atau kita ke pasar aja yah sekalian kita belanja keperluan sehari hari dan belanja peralatan makan. Bagaimana?'' Ajak Zidane tiba tiba.
'' Ya Ampun Kak Zie, kenapa gak dari tadi sih ide itu muncul. Ini sudah berjalan hampir 2 kilo meter baru ngajak ke pasar.'' Cinta sedikit kesal.
'' Sudah jangan protes, Anggap saja ini olahraga pagi. Biar kamu sehat.'' Ujar Zidane enteng.
'' Hilih...yang ada aku tuh salah kostum. Olahraga kok aku pakai Rok begini, udah jauh baru ngajak kepasar. Haaa...ternyata kak Zidane nyebelin juga sih '' Gumam Cinta yang sebal pada Zidane.
'' Cinta Liat ada angkutan desa lewat. ayo kita berhentikan. Kita kepasar. Oh ya...pakai ini biar gak ada orang yang lihat'' Zidane memberikan masker pada Cinta agar tak diketahui orang. Zidane yakin kalau Ayahnya pasti terus mencari keberadaannya.
Zidane menghentikan mobil angkutan Desa, mereka berdua pun naik dan akan berhenti dipasar untuk berbelanja. Setelah hampir setengah jam perjalanan, Akhirnya angkutan Desa itu sampai dipasar tradisional di Desa itu.
Zidane dan Cinta masuk kedalam pasar, dibelinya segala perabotan rumah tangga dan bahan bahan makanan. Setelah selesai Zidane menyewa salah satu Angkutan Desa untuk membawa barang belanjaan ke Rumahnya. Cinta tampak kaget karena Zidane membeli banyak perabotan, apalagi semuanya dibeli dengan uang Cash yang ia sembunyikan dibalik jaketnya.
Hari mulai terik, Zidane dan Cinta baru tiba di rumah sederhana mereka. Dengan dibantu sang sopir Angkutan Desa, Zidane selesai menurunkan barang belanjaannya.
__ADS_1
'' Alhamdulillah...semuanya sudah terbeli yah. Oh ya Cinta, sekarang kita makan siang yuk. Tadi Aku beli Nasi bungkus dirumah makan masakan Sunda. Kamu siapkan dipiring yah. Ini...'' Ujar Zidane memberikan bungkusan berisi Nasi dan lauk pauknya.
'' Kok aku gak tau Kak Zie beli Nasi?'' Cinta tampak heran.
'' Iya, tadi waktu kamu belanja sembako Kakak belinya. Udah buruan siapkan makan, Aku dah lapar nih'' Ujar Zidane yang memang sudah ingin makan siang.
Cinta mengangguk dan pergi kedapur menyiapkan makanan, Kemudian mereka makan bersama diruang tengah diatas tikar sambil lesehan.
...*****...
Sore itu, Cinta tampak sudah duduk santai didepan rumah, Setelah seharian dirinya sibuk membersihkan dan membereskan rumah bersama Zidane. Cinta membaca buku Novel kesukaannya. Dalam keseriusannya membaca, tiba tiba Cibta dikejutkan oleh suara beberapa pria yang memberi salam.
'' Assalamualaikum...''
'' Maaf Neng, Perkenalkan Nama saya Kardi, saya Ketua RT disini. dan ini pak Sarpin dan Pak Wawan. boleh kami masuk Neng?'' Ujar pak RT Kardi memperkenalkan diri sendiri dan rekan rekannya.
'' Silahkan masuk Pak, Silahkan duduk. Saya panggilkan majikan saya dulu.'' Ucap Cinta Ramah.
'' Apa Neng? Majikan? jadi kalian berdua bukan suami istri?'' Tanya Pak RT Kardi.
'' Iya Pak, Kak Zidane adalah majikan saya'' Jawab Cinta jujur.
__ADS_1
'' Oh...ya Sudah, Saya ingin ketemu Majikan Neng'' Ujar Pak RT Kardi.
Cinta mengangguk dan masuk kedalam rumah memanggil Zidane. Zidane dengan segera menemui Pak RT yang menunggunya di Beranda. Zidane tampak tenang dan berusaha menjawab dengan jujur, Zidane tak ingin terjadi salah fahan dengan warga sekitar.
''Assalamualaikum Bapak bapak semua, maaf menunggu'' ujar Zidane.
'' Iya Pak, Jadi maksud kedatangan kami kesini adalah mendata warga yang baru masuk ke Desa kami. dan Kami kesini juga menanyakan perihal hubungan Bapak dengan Neng ini'' Ujar Pak RT Kardi yang kemudian menunjuk ke arah Cinta yang berdiri dia disamping Zidane setelah selesai menyuguhkan minuman untuk Pak RT dan yang lainm
'' Oh begitu, Perkenalkan nama Saya Zulkifli, Saya datang kesini karena ingin merasakan suasana Desa untuk beberapa hari, dan mengenai saya dengan Sinta, dia Adik saya''
'' Jadi kalian berdua ini kakak beradik, tadi kata Si Neng ini kamu Majikannya.'' Ujar Pak Sarpin.
'' Adik saya ini hilang ingatan, jadi ia merasa dirinya dan saya hanya majikan dan ART.'' Bisik Zidane pada Pak RT.
'' Oh begitu'' Pak RT percaya saja dengan ucapan Zidane.
'' Sebentar bapak bapak, Ambilkan KTP dan Kartu Keluarga Kami.'' Zidane masuk ke dalam kamarnya dan mengambil dokumen palsu.
'' Ini Pak. KTP dan KKnya'' Zidane menyodorkan pada Pak RT.
'' Zulkifli Ashri dan Shinta Shubhi...maksudnya kalian berdua lahir nya Ashar dan Subuh?'' Tanya Pak RT. Zidane hanya mengangguk sambil menahan tawa. sementara Cinta masih bingung dengan yang dibicarakan mereka, Zidane hanya menyuruhnya diam dan Jangan bersuara.
__ADS_1
'' Ini pada ngomongin apa sih? kok aku jadi adik kakak sama Kak Zidane? apa Kak Zidane udah gak suka sama aku kagi yah? Ah...Stop Cinta, jangan berlebihan. kamu hanya seorang pembantu, jangan suka sama majikan'' bathin Cinta bermonolog.