
...*****...
Cinta dan Rani telah tiba disebuah butik gaun pengantin terkenal di Kota, Terpajang deretan Gaun pengantin dari tema Nasional bahkan Internasional. Cinta segera menemui sang Desainer untuk berkonsultasi gaun mana yang akan dia pakai. Cinta mencoba beberapa Gaun, sementara Rani pikirannya masih memikirkan kakak Iparnya yaitu Zidane. Rani kasihan dengan Zidane yang sepertinya tak mungkin bersama Cinta.
Setelah satu jam berada di Butik, Rani dan Cinta makan siang bersama di Resto milik Indra. Sadar akan sikap Rani yang sedari tadi diam, Cinta pun memberanikan bertanya pada Rani.
'' Ran, kamu kok dari tadi aku liat melamun terus. Apa ada sesuatu masalah yang sedang kamu hadapi?'' Tanya Cinta.
'' Ah...tidak kok Ta, hanya saja tadi pagi aku merasa kurang enak sama Kak Zidane.'' Rani berkata jujur pada Cinta.
'' Kurang enak kenapa? maksudnya gimana ini, aku kurang mengerti.'' Cinta mengernyit dahinya karena bingung.
'' Saat sarapan pagi bersama, Aku meminta ijin sama Mas Kiki untuk menemani kamu ke Butik fitting baju pengantin, seketika itu...Kak Zidane langsung diam lalu meninggalkan meja makan, Kak Zidane pergi tanpa pamit dan aku liat ekspresi wajahnya seperti kesal dan marah saat mendengar itu. Aku rasa...Kak Zidane masih mencintaimu Ta, Dia berharap masih bisa mendapat cintamu.'' Ujar Rani.
'' Benarkah begitu?'' Cinta terkejut mendengar cerita Rani. Rani hanya mengangguk membenarkan.
'' Semua sudah terlambat, Sebentar lagi aku akan menjadi Istri Kak Indra. Semoga saja Kak Zidane mendapatkan yang terbaik.'' Ujar Cinta.
'' Aamiin'' sambung Rani.
__ADS_1
'' Ran, kamu tau gak? sekarang Asisten suamimu dah jadian loh sama Maemunah.'' Cinta mulai mengalihkan pembicaraan tentang Zidane.
'' Maemunah?? Maemunah yang temen sekampung kamu itu Kah?'' Tanya Rani.
'' Iya, Maemunah. Mudah mudahan mereka berjodoh sampe menikah yah. Aku harap Aldi gak kayak mantan suami dulu yang kasar dan seorang penipu.''Jawab Cinta.
'' Jadi Maemunah itu Janda, tapi Kok gak keliatan yah.'' ucap Rani asal.
'' Ehh..keliatan apanya? emang kalau Janda sama Gadis ada bedanya? aku aja belum bisa ngebedain.'' Cinta gak mengerti dengan ucapan Rani.
'' Hehe...sorry...aku aja gak tau bedanya. Mungkin kalau Gadis ada manis manisnya. Kalau Janda...apa yah...Ah udah ah...ngapain juga ngebahas begitu.'' Rani bingung mau jawab apa, dia sendiri asal bicara.
'' Gak Ah, ku mau pulang aja, Kiran pasti kangen sama Mamahnya yang Cantik ini.'' jawab Rani.
Setelah selesai makan siang, mereka berdua pun berpisah. Rani pulang kerumah sedang Cinta pergi ke salah satu Cafe miliknya.
...*****...
Indra sedang duduk diruang kerjanya, Tak lama datang Sekretarisnya memberikan banyak sekali file yang harus Indra tanda tangani. Namun tak lama datang seorang pria muda yang usianya tak jauh dari Indra datang menghampiri, Pria itu tanpa sopan duduk disofa yang ada diruangan Indra. Pria itu bernama Leo, adik tiri dari Almarhumah Ayah Indra.
__ADS_1
'' Selamat siang keponakan ku, bagaimana kabarnya? Aku dengar kamu akan menikah dengan siapa? Kamu kok tega melangkahi pamanmu sendiri.'' ujar Leo itu menyindir.
'' Mau apa kamu kemari, apa tidak cukuo kamu mengacau perusahaan dengan ulahmu yang sering berfoya foya?'' ucap Indra dengan tajam.
'' Hei Indra, sopanlah dikit. Aku ini pamanmu. Adik Ayahmu.'' protes Leo.
'' Adik tiri, itu tepatnya.'' seringai Indra.
'' Aahh...kau benar, tapi bagaimana pun aku ada bagian dalam perusahaan ini, maka aku kesini meminta hak ku dan aku akan bersenang senang.'' Ujar Leo dengan santainya, Sedang Indra begitu geram dengan kelakuan Leo.
'' Bagaimana keponakanku, aku minta 1 milyar untuk jalan jalan aku ke eropa. kalau kamu gak mau beri...terpaksa aku akan kasih tau rahasia kamu ke calon istri kamu. Dan aku yakin dia tak akan mau menjadi istrimu jika dia tau siapa kamu sebenarnya.'' Leo mengancam Indra.
'' Sial dia mengancamku, aku tak ingin Cinta tau siapa diriku sebenarnya.'' Batin Indra geram.
'' Kenapa diam keponakanku? apa kmu takut? hahaha...''
'' Kamu pergilah, Besok aku beri Uangnya dan jangan kamu tunjukkan dirimu dipernikahanku.'' ucap Indra.
'' Wah, kamu benar benar pintar mengambil keputusan. terimakasih Keponakanku.'' ucap Leo.
__ADS_1
Leo pun lalu pergi meninggalkan ruangan Indra. Tapi Leo ternyata sangat licik, Ia tetap akan membongkar rahasia Indra pada Cinta. Karena Leo sangat Iri dengan Indra yang mendapat banyak warisan dari Ayah Tirinya.