
...*****...
Cinta pagi pagi sekali sudah mandi, ia tak mau kejadian kemarin terulang lagi. Cinta bergegas memasak didapur menyiapkan sarapan pagi, lalu mengerjakan pekerjaan rumah yang lain. Pukul 7 pagi Zidane terbangun, dilihatlah keadaan rumah kecilnya yang tampak bersih dan rapih. Makanan untuk sarapan pagi sudah tersaji dimeja dengan begitu menggoda. Zidane celingukan mencari keberadaan Cinta yang tampak tak berada dirumah. Zidane pergi ke tempat pemandian namun tak ada jua Cinta disana.
'' Kemana tuh anak, kok gak ada? apa jangan jangan dia kabur...Oh Tuhan...Aku harus cari dia'' Zidane panik ingin segera menemukan Cinta. Ia bergegas keluar rumah, dan Hampir saja ia lupa kalau saat ini ia belum mandi dan hanya memakai celana pendek dan kaos kebesaran.
'' Oh ya Ampun, Aku lupa belum mandi. Mana Mungkin Aku pergi dengan Pakaian seperti ini. Aarrgghh...Ya sudah ku mandi dulu deh'' Zidane berbicara sendiri. Ia pun lalu pergi membersihkan diri dipemandian belakang rumah.
Ditempat lain disebuah perkebunan sayuran Cinta sedang mengobrol dengan petani yang ada disana. Cinta belajar cara menanam sayuran yang benar dan menghasilkan sayuran yang bagus. Cinta yang ramah dengan cepat berbaur dengan warga sekitar. Tak lupa Cinta memperkenalkan diri sebagai Sinta pada warga sekitar.
Flashback On
Setelah Pak RT dan warga yang lain meninggalkan rumah Zidane, Cinta menanyakan banyak hal pada Zidane kenapa membohongi Identitasnya.
'' Kak, Kenapa menyebutkan nama kakak Zulkifli dan namaku Sinta? Lalu dari mana kakak bisa mempunyai KTP dan KK palsu itu? apa Kakak tidak takut nanti kita diketahui Polisi karena memalsukan Identitas?'' Tanya Cinta dengan serius.
'' Dengar Cinta, mulai sekarang Nama kamu adalah Sinta dan Aku adalah Zulkifli. Jika kamu mau tau dari mana aku dapat KTP dan KK itu aku meminjam dari temanku...dan aku sedikit mengedit mengganti fotonya. lagi pula kamu gak perlu cemas. Keberadaan kita gak mungkin diketahui Polisi.'' Jawab Zidane.
'' Kak, Sebenarnya Kenapa harus Kakak memalsukan Identitas? Apa sebenarnya Kakak sedang menjadi Buronan?'' Cinta kini mulai curiga dengan Zidane.
__ADS_1
'' Kamu gak usah banyak tanya, Kamu disini cukup ikuti perkataanku. Oh ya ...Selamat Ulang Tahun Cinta. Ini buat kamu'' Zidane memberikan Kotak kecil berwarna merah pada Cinta.
'' Kok kakak tau Kalau aku hari ini Ulang Tahun??'' Cinta heran.
'' Tentu saja tau, Pakailah'' Ujar Zidane dingin.
Cinta membuka kotak kecil itu, ternyata isinya sebuah kalung emas putih dengan liontin berlian kecil. Cinta terkejut karena ini pertama kali Cinta melihat perhiasaan yang begitu mewah dan mahal.
'' Haah..ini beneran buat aku?'' Tanya Cinta masih tak percaya, Zidane hanya mengangguk.
'' Ini gimana buka pengaitnya Kak?'' Cinta tidak tau cara membuka pengait kalungnya. Zidane meraih kalung itu lalu membantu memakaikan Kalung Indah itu dileher Cinta. Zidane tersenyum kecil saat melihat Cinta begitu bahagia karena kado pemberiannya.
Kembali lagi ke Cinta yang sedang berada dikebun, Cinta tampak bersemangat memetik Cabe, Mentimun dan Kacang Panjang. Setelah hampir 2 jam dikebun Cinta pun bergegas pulang, dan Cinta mendapat banyak sayuran dari para petani.
Cinta pulang dengan riang gembira, Saat masuk halaman rumah ia melihat Zidane yang sudah rapih akan pergi keluar. Cinta menyapa Zidane, dan Zidane tidak sadar kalau Cinta datang. Hingga saat Zidane akan keluar halaman Zidane baru sadar kalau Cinta yang tadi menyapanya.
'' Mau kemana Kak?'' tanya Cinta.
'' Nyari Sinta'' jawab Zidane tergesa gesa.
__ADS_1
'' Oh...Hahh'' Cinta heran.
'' Tadi kaya suara Cinta,Hmm...'' Zidane berhenti dan berbalik badan. Dilihatnya Cinta sedang duduk di dipan yang ada diberanda. Cinta mengeluarkan sayuran yang didapatnya dari teman teman petaninya.
'' Cinta...'' ucap Zidane dengan muka panik.
'' Ia Kak, Ada apa?'' Tanya Cinta polos.
'' Ya Ampun...kamu dari mana aja? Kakak sampe panik tau. Hampir saja kakak mau Cari kamu ke terminal'' Ujar Zidane dengan sangat khawatir.
'' Maaf Kak...Maaf Cinta pergi tanpa ijin. Cinta habis dari kebun dan Ini pemberian para petani tadi'' Ujar Cinta tertunduk merasa bersalah.
'' Lain kali kalau kemana mana bilang dulu yah. Aku kan jadi khawatir.'' Ujar Zidane yang kini jongkok didepan Cinta dan menggenggam tangan Cinta.
'' Iya Kak..Maaf'' Cinta sedikit berkaca kaca menahan air matanya. Ia tak menyangka jika Zidane sangat mengkhawatirkannya .
Setelah drama Cinta yang hilang, Kini Cinta dan Zidane memasak makan siang bersama dengan bahan sayur sayuran yang Cinta dapat dari kebun.
Bersambung.
__ADS_1